Setelah lebih sepuluh tahun reformasi, menurut Syaykh AS Panji Gumilang, bangsa ini telah mendapatkan nilai kebebasan. Tinggal nanti kita bersama-sama (bangsa), membuat fakta sosial. Sehingga fakta sosial itulah nanti yang mengerem kebebasan kita, bukan kita sendiri, tapi fakta sosial. Artinya, apa yang kita buat, kesepakatan a,b,c,d, sepakat, ketuk palu, nah itulah nanti yang membatasi.
Wawancara
Wawancara Syaykh AS Panji Gumilang: Kebebasan Sudah Kita Miliki
Wawancara Syaykh AS Panji Gumilang: Tanamkan Terus Nilai-Nilai Dasar Negara
Topik tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menjadi tema wawancara TokohIndonesia.com dan Majalah Berita Indonesia dengan Syaykh Panji Gumilang. Tokoh pembawa obor toleransi dan perdamaian ini menegaskan bahwa bernegara itu rujukannya Undang-Undang Dasar. Undang-Undang Dasar adalah didasari atau diilhami oleh nilai-nilai dasar. Hal ini harus terus disuarakan dan ditanamkan, tapi juga tidak harus merupakan doktrin kaku.
Jangan Mencari Balasan Dunia
Banyak hal yang sangat berkesan bagi M Jusuf Kalla selama menjabat sebagai Wakil Presiden (2004-2009). Di antaranya, bagaimana dia berperan mendamaikan negeri ini di Aceh. Namun, dalam Pilpres, dia hanya meraih 4% di Aceh. “Kita harus ikhlas. Jangan mencari balasan dunia. Ya, yang penting damai, senang, titik,” kata Jusuf Kalla memupus rasa kecewanya.
Teror Bom, itu Kejahatan Kemanusiaan
Teror bom bunuh diri adalah kejahatan kemanusiaan. Bukan sekadar teror. “Kalau teror itu hanya menakut-nakuti. Tapi peledakan bom itu sudah pelaksanaan pembunuhan, terencana. Jadi itu adalah kejahatan kemanusiaan,” tegas Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang kepada Majalah Berita Indonesia dan TokohIndonesia.com, Senin (21/9/2009).
Dephan dan TNI, Kini Jadi Motor dan Pelopor Good Governance
Tidak Bisa Selesai dengan Keras-kerasan
Anwar Ibrahim: Pemberantasan Korupsi Belum Cukup Berkesan
Perlunya Spesialisasi Penanganan Bencana
Pariatmono: Pakar Gempa (Asisten Deputi Urusan Analisis Kebutuhan IPTEK Kementerian Ristek)
Bencana alam gempa bumi datang secara beruntun melanda wilayah Indonesia. Indonesia memang berada di wilayah yang rawan gempa. Perhatian pemerintah terkuras dalam upaya penanggulangan korban bencana gempa dan tsunami. Dana relokasi yang disediakan pemerintah pun terus membengkak guna membangun kembali daerah yang terkena musibah. Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan penerangan dan sosialisasi early warning system untuk gempa dan tsunami.
Wawancara


