Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Visi Berita Selamat Berkarya, Presiden!

Selamat Berkarya, Presiden!

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

Presiden yang berusaha meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia, menjadi lebih adil, makmur dan sejahtera. Indonesia yang kuat.Pemilu Presiden telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, setelah diuji dalam sidang Mahkamah Konstitusi. KPU telah menyerahkan langsung ketetapan itu kepada Presiden dan Wapres terpilih. Setelah itu, dalam tata acara yang apik, SBY telah menyampaikan pidato penerimaan sebagai presiden terpilih periode 2009-2014.

Tibalah saatnya bagi SBY-Boediono untuk berkarya, bekerja demi kesejahteraan rakyat dan kejayaan bangsa dan negara. Inilah waktu yang tepat (periode kedua, periode terakhir) bagi SBY, untuk merealisasi janji-janji kampanyenya dan menorehkan tinta emas dalam perjalanan bangsa Indonesia. Indonesia yang kuat!

 

Pada periode pertama (2004-2009), Presiden SBY telah berhasil memukau rakyat dengan beberapa wacana dan aksi yang memesona, populis. Kerap tampil di layar televisi berpidato dan memberi keterangan pers, mulai dari masalah penggerebekan pabrik ekstasi, pertikaian rumah tangga warga, ucapan belasungkawa atas meninggalnya seorang warga, masalah peristiwa kriminal sampai masalah-masalah bangsa dan negara yang sepantasnya dijelaskan presiden.

Ada pula kebijakan bantuan langsung tunai. Sebuah kebijakan populis, yang amat menyenangkan, memberi ikan tanpa kail. Wacana dan aksi-aksi tebar pesona lainnya, yang memang tampaknya cukup ampuh memesona rakyat, sehingga Presiden SBY terpilih kembali untuk periode kedua, dalam satu putaran dengan perolehan suara 60,8 persen.

Itulah sebabnya, kita berharap, pada periode kedua inilah saatnya bagi Presiden SBY untuk bekerja, berkarya, sebagai pemimpin bangsa yang visioner. Punya visi dan prinsip yang kuat untuk mewujudkan cita-cita (tujuan) berbangsa dan bernegara sebagaimana telah diwariskan oleh para founding father dalam Pembukaan UUD 1945.

Kita berkeyakinan, harapan ini akan diwujudkan oleh presiden terpilih. Keyakinan ini diperkuat dari keteguhan SBY untuk menegakkan sistem pemerintahan presidensial dengan tanpa ragu memilih Boediono sebagai pendampingnya (Cawapres), walau ditentang partai mitra koalisinya. Juga diperkuat lagi dalam pidato penerimaannya sebagai presiden terpilih.

“Kita harus terus mempertahankan jati diri bangsa dengan empat pilar utama, yaitu NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” seru SBY, sebagai presiden terpilih. Ia pun menegaskan dengan ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Indonesia akan terus hidup dan berjaya sampai kapan pun.
“Dengan kesadaran itulah, saya akan menggunakan masa bakti saya yang terakhir nanti, untuk mempersembahkan kepada generasi berikutnya, sebuah Indonesia yang kuat karena adaptif, lentur tanpa meninggalkan prinsip, sebuah negeri yang menjaga keseimbangan antara eka dan bhinneka, antara kemerdekaan dan keadilan, serta antara keamanan dan kesejahteraan,” janji SBY.

Ke depan, SBY berjanji, akan berusaha meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia. “Kami akan memfokuskan peningkatan dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Kami juga akan memperkuat usaha-usaha ekonomi rakyat, terutama yang berskala mikro, kecil, dan menengah dengan peran aktif dari negara secara terukur,” katanya. Ia juga menyebut beberapa program, seperti revitalisasi pertanian, dan memajukan pembangunan infrastruktur. Yang semuanya akan diwujudkannya dengan pemerintah yang bersih dan cakap. Ia berjanji akan serius melakukan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi dalam lima tahun ke depan.

Kita berkeyakinan, janji-janji itu akan diwujudkannya dengan karya nyata. Bukan sekadar wacana, pidato dan keterangan pers yang memesona. Karena, dalam pandangan kita, SBY sudah cukup memesona dalam lima tahun periode pertamanya. Maka, tidak perlu lagi menebar pesona pada periode kedua.

Konstitusi membatasi bahwa seseorang hanya bisa menjabat presiden dalam dua periode berturut-turut. Jadi, bagi SBY, inilah periode terakhir pengabdiannya sebagai presiden. Inilah saatnya berkarya, mengukir prestasi, tinta emas, dengan kepemimpinan seorang presiden yang negarawan. Presiden yang harus terus mempertahankan jati diri bangsa dengan empat pilar utama, yaitu NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Presiden yang berusaha meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia, menjadi lebih adil, makmur dan sejahtera. Indonesia yang kuat.

Tentu saja, harapan ini, akan lebih cepat terwujud, jika seluruh lapisan masyarakat, terutama para elit, berpartisipasi aktif, secara bersama, bahu-membahu, membangun diri dan mendukung dan mengawasi program pemerintah. Pemerintahan yang bersih dan jujur akan mudah tercapai bila rakyat mendukungnya.

Selamat berkarya, Presiden! Untuk Indonesia yang kuat! Redaksi (Berita Indonesia 70)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_1_21.jpg
Di pertengahan jalan pemerintahan SBY-JK, Golkar mengembangkan wacana untuk menilai kembali dukungannya. Banyak alasan kenapa Golkar
utama_1_43.jpg
Tiga rentetan peristiwa politik terbaru yang terjadi di Ambon, Papua, dan Aceh, sangat mustahil untuk tidak dimaknai sebagai upaya

Visi Berita

visi_1_66.jpg
Di tengah suasana relatif damai saat penyelenggaraan Pemilu Legislatif 9 April 2009 lalu,rupanya terjadi kemunduran
visi_29.jpg
Menunggu arus balik investasi asing, ibarat pameo petani yang mengharapkan jatuhnya hujan di musim panas.

Lentera

lentera_11_62.jpg
Keberhasilan tim ASSA tidak hanya milik para pesepeda namun juga milik tim-tim pendukung yang perannya sangat
lentera_5_17.jpg
Bangsa yang arif akan memilih jalan perbaikan pendidikan secara mutlak bagi bangsanya. Sebab bangsa yang terdidik pasti
Share/Save/Bookmark