Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Visi Berita Balada Banjir Jakarta
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Balada Banjir Jakarta

E-mail Print PDF

Semua balada tersebut, mungkin tak akan terjadi, andaikan Daerah Aliran Sungai di Puncak dan Bogor yang dilalui Kali Ciliwung, dihijaukan kembaliSenja jatuh di batas cakrawala, mendung sedikit demi sedikit memekat di langit Jakarta bersamaan merambatnya Kamis sampai lewat tengah malam. Hujan deras tumpah ruah dari sekujur langit Jakarta sampai dini hari Jum’at (2/2). Agaknya hujan deras tidak hanya tumpah di Jakarta, tetapi juga di Puncak dan Bogor. Kali Ciliwung yang melewati kedua kawasan tersebut, tak pelak lagi mengirim kado air bah untuk Jakarta.

Air Kali Ciliwung dan tumpahan hujan menyatu di tempat-tempat rendah, mengepung dan merendam pemukiman kumuh dan mewah, jalan, sekolah, rumah sakit serta pabrik di Jakarta. Air bah itu seakan mencibir para petinggi dan warga terhormat ibukota. Banjir dahsat yang muncul mendadak seolah menguji janji dan kepedulian mereka terhadap rakyat yang menderita bertahun-tahun, karena menanggung beban ekonomi.

Ternyata ketika banjir pertama dan kedua terjadi, mereka tidak peka, acuh dan lalai terhadap penderitaan puluhan ribu pengungsi yang panik mencari perlindungan. Saat itu tak terlihat para petinggi negara, politisi dan legislator, yang mengunjungi para korban banjir untuk berempati atau mengulurkan bantuan. Tak juga tampak para anggota DPRD  Jakarta yang getol mempersoalkan tunjangan komunikasi intensif.

Namun Kamis sore itu (1/2), muncul balada banjir yang memilukan di sepanjang pinggir jalan Jatinegara, di bibir Kali Ciliwung. Segerombol penghuni bantaran Kali Ciliwung, berdiri atau duduk berderet di emper-emper toko. Mereka masih duduk atau berdiri di situ sampai dini hari Jum’at.

Meskipun langit Jakarta sore itu cerah, ratusan warga mulai mengungsi lantaran rumah mereka tergenang banjir kiriman dari Puncak, Bogor dan Depok. Mereka memang salah, karena membikin rumah di bibir, bantaran dan kolong jembatan Kali Ciliwung.

Namun kita berbicara soal rasa kemanusiaan. Kesampingkan dulu ketidakberdayaan dan kesalahan mereka. Pada wajah-wajah mereka yang lesu dan lelah, terpancar gumpalan murung. Soalnya, mereka tidak bisa kembali ke gubuk mereka atau mengungsi ke rumah keluarga dan ke tempat pengungsian. Pada hari ketiga, baru berdiri tenda tidak seberapa besar di halaman Sekolah Santa Maria dan bioskop Nusantara, Jatinegara, yang sudah bangkrut.

Saat itu, tak ada petinggi, politisi, legislator atau anggota DPRD Jakarta yang mendatangi mereka. Padahal di musim kampanye pemilihan, mereka mengumbar janji muluk untuk memperbaiki nasib dan harkat rakyat kecil.

Berikutnya balada pilu sekelompok warga pemukiman elit Kelapa Gading yang bermata sipit. Mereka juga sengsara dan terlantar, lantaran amukan banjir. Di atas truk bak terbuka, sekitar 2o penumpang duduk berdesakan. Mereka datang dari arah Kelapa Gading, menerjang banjir yang merendam Pulo Gadung.

Dari wajah-wajah yang memerah, karena kelelahan dan kegerahan, terpancar sendu yang bisu. Hanya seorang pimpinan rombongan, pria kekar usia setengah baya, melakukan kontak telepon dengan personil sebuah hotel berbintang di jantung kota Jakarta. Namun hari itu, Minggu (3/2), sejumlah ruas jalan yang menuju sederet hotel berbintang di kawasan elit MH Thamrin, air menggenang setinggi satu meter lebih. Jalan MH Thamrin sendiri tergenang air dengan ketinggian yang sama.

Selanjutnya balada angkutan darurat dan kemacetan lalu lintas di banyak ruas jalan yang tergenang banjir, dan di jalan tol Jagorawi. Ketika melintasi ruas jalan yang tergenang sampai sebatas dada, semua mobil harus bergerak lambat atau ngebut agar tidak mogok di tengah benaman air.

Namun pengendara yang ngebut akan dicaci-maki oleh para tukang gerobak, karena menyibakkan air laksana gelombang laut. Mereka menawarkan jasa angkutan banjir dengan ongkos yang aduhai mahalnya. Para pejalan kaki yang terjebak genangan banjir, terpaksa naik gerobak untuk melintasi jarak 50 sampai 100 meter, bisa dipungut tarif Rp 100.000 sampai Rp 150. 000.

Gerak mobil yang melambat menimbulkan kemacetan beruntun. Di tengah kemacetan itu, banyak pengendara yang panik dan stres, karena takut mobil mereka mogok terbenam air. Mereka bisa menjadi mangsa empuk anak-anak remaja pria yang menunggu mobil mogok sembari bermain-main di genangan air. Untuk mendorong mobil mogok, mereka bisa mengompas sang pengendara dengan imbalan ratusan ribu rupiah.

Kepanikan para pengendara juga terjadi di Pintu Tol TMII, Jakarta Timur. Baru memasuki pintu tol, banyak pengendara berbalik arah, karena melihat kemacetan di badan jalan tol menuju Grogol dan Tanjung Priok. Jalan tol Jagorawi—Sabtu dan Minggu—benar-benar mengalami kemacetan paling parah sepanjang sejarahnya.

Balada banjir paling menarik, munculnya polemik antara Gubernur Sutiyoso dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sabtu malam (3/2). Sutiyoso, katanya, menginformasikan kepada Presiden via HP ke Sekkab Sudi Silalahi, akan membuka Pintu Air Manggarai (PAM). Namun dengan risiko, bangunan-bangunan penting dan strategis yang terentang dari Menteng sampai ke Harmoni, bisa terendam banjir.

Sehari kemudian, Minggu (4/2), Presiden SBY mengeluarkan unek-uneknya di Bekasi. SBY mengatakan bahwa dia merasa tidak berwenang memberi izin untuk membuka PAM. Mengelak menyebut nama gubernur atau nama pejabatnya (Sutiyoso), SBY mengatakan wewenang itu ada di tangan pemerintah daerah.

Semua balada tersebut, mungkin tak akan terjadi, andaikan Daerah Aliran Sungai di Puncak dan Bogor yang dilalui Kali Ciliwung, dihijaukan kembali. Atau rencana membangun waduk yang menampung amukan air Kali Ciliwung di kawasan Margonda, Kota Depok, bisa terwujud.

Dengan demikian beban berat PAM ratusan tahun untuk melindungi kawasan strategis tersebut dari ancaman banjir kiriman, bisa sangat berkurang. (Berita Indonesia 32)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com