Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Visi Berita Rubah Gaya Incar Piala Dunia 2006
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Rubah Gaya Incar Piala Dunia 2006

E-mail Print PDF

Skuad tim nasional 2006 JermanSemua kontestan Piala Dunia 2006 tentunya ingin jadi juara. Timnas Italia salah satunya yang diunggulkan.

Perhelatan akbar Piala Dunia Jerman sudah hampir di pelupuk mata. Pencinta sepak bola di seantero dunia sudah ambil ancang-ancang, baik yang mau nonton langsung di Jerman maupun yang menonton di rumah. Stasiun televisi pun berlomba untuk mendapatkan hak siar pentas akbar yang berlangsung empat tahun sekali tersebut. Banyak tim unggulan yang di’jagokan’. Kali ini Berita Indonesia kembali menurunkan seputar kesiapan tim nasional Italia di Jerman mendatang.

Tak dapat dipungkiri, Italia merupakan salah satu negara yang terkenal keras dan ketat dalam kompetisi sepakbola, baik Eropa, antar benua maupun liga lokal yang dikenal dengan Liga Seri-A —yang selalu  bertabur bintang. Tim Italia dikenal dengan penampilan bertahannya. Karena itu Italia masih menjadi perhatian dan kiblat sepakbola dunia.

Namun sekarang dengan gaya permainan yang sudah mengarah ke menyerang, membuat semua orang membuka mata bahwa kekuatan Italia di Piala Dunia Jerman 2006 patut diwaspadai. Catenaccio atau yang dikenal pertahanan gerendel itu, bahkan sudah mendarah daging di tim Azzuri julukan Italia. Dengan gaya itu mereka masih menjadi jagoan yang bisa bikin lawan bergetar.

Terbukti resep itu masih ampuh sehingga mereka bisa melenggang gampang di group 5, meski sempat ternoda akibat kekalahan 0-1 dari tim lemah Slovania pada babak kualifikasi lalu.

Sang Artsitek Azzuri Mercello Lippi, mencoba meyakinkan bahwa Italia telah berubah. Maklum julukan catenaccio untuk juara Eropa tahun 1968 itu masih begitu melekat, walau sekarang sudah lebih ofensif.Tampaknya transformasi di dalam tubuh Azzuri tidak hanya pada gaya bermain, tetapi juga soal mental, termasuk ketegasan Lippi untuk tidak memberikan jaminan kepada pemain di posisi tim inti. Rupanya langkah pelatih berusia 58 tahun itu bertujuan untuk memberikan kesempatan banyak pemain guna memberikan warna baru bagi tim Italia.

Dengan langkah tersebut dalam sembilan kali ujicobanya menjelang ke Jerman terbukti cukup ok. Luca Toni salah satu pendatang baru yang berasal dari Klub Fiorentina langsung menyodok menjadi salah satu pilihan utama untuk lini depan, sehingga sedikit demi sediki anggapan defensif selama ini mulai terkikis. Selain Tonigol —demikian Luca Toni dijuluki juga ada sederat pemain muda antara lain Daniele De Rossi, Cristian Zaccardo dan Andrea Barzagli. Dengan hadirnya wajah baru itu setidaknya membuat pemain senior tidak bisa berleha-leha. Seberapa jauh racika Lippi ampuh, pencinta bola dunia menantinya. Akankah aksi Azzuri sepanas Liga Seri A di jerman? SB (Berita Indonesia 14)


Persoalan Bintang
Dengan banyak pemain bintang bukan berarti tugas pelatih makin ringan. Itulah yang dihadapi Marcello Lippi saat ini. Dia merasa sangat kesulitan untuk memilih pemain dari sekian banyak pemain yang sangat bagus bagi kebutuhan tim. Belum lagi soal bisa atau tidak Francesco Totti ikut serta dalam tim karena cederanya yang belum sembuh. “Kami siap dan mempelajari semua hal tentang lawan-lawan kami. Namun kami paham hal terpenting adalah meyakinkan diri sendiri akan  kekuatan sendiri,” Ujar Lippi.

Penampilan pelatih berambut putih itu memang tidak berekspresif di tepi lapangan. Dia bahkan lebih suka dengan rokoknya yang terus bersambung. Namun sejumlah prestasi besar telah dicapai sang arsitek. Bahkan nama Juventus pun selalu melakat dengannya seiring dengan keberhasilannya selama delapan musim menangani Juventus  dengan total lima scudetto Seria A, satu Copa Italia dan sati Liga Champion tahun 2003 dan satu piala Intercontinenatal. Dengan prestasi itulah maka federasi sepak bola Italia mempercayakannnya menangani tim Azzuri Jerman 2006.

Tim italia
Pelatih: Marcello Lippi

Gawang:
Gianluigi Buffon (Juventus)
Anggelo Peruci (Lazio)

Bek:
Fabio Canavaro (Juventus)
Alessandro Nesta (Milan)
Gianluca Zambrotta (Juventus)
Marco Materazzi (Inter)
Cristian Zaccardo (Palermo)
Massimo Oddo (Lazio)
Andrea Barzagli (Palermo)
Fabio Grosso (Palermo)

Gelandang:
Genaro Gattuso (Milan)
Andrea Pirlo (Milan)
Mauro Camoranesi (Juventus)
Simone Perrotta (Roma)
Daniele De Rossi (Roma)
Simone Barone (Palermo)

Penyerang:
Luca Toni (Fiorentina)
Fransesco Totti (Roma)
Alberto Gilardino (Milan)
Alessandro del Piero (Juventus)
Filippo Inzaghi (Milan)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com