Majalah Berita Indonesia

Thursday, Jun 30th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Utama Obama Anak Indonesia
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Obama Anak Indonesia

E-mail Print PDF
Article Index
Obama Anak Indonesia
Karir Obama
Capres Amerika Rasa Afrika dan Indonesia
Maya Soetoro Adik Obama
All Pages

SD di Indonesia dengan nama Barry Soetoro

Lupakah Barack Obama, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, yang semasa kecil pernah dibesarkan dan dididik sebagai anak Indonesia?

Ternyata tidak. Dia anak yang cerdas dan berbudi. Dia tidak melupakan masa kecilnya. Pada pidato pelantikannya sebagai Senator dari negara bagian Illinois, AS, 2005, Barack Obama mengungkapkan jati dirinya yang semasa kecil pernah dibesarkan sebagai anak Indonesia dan Hawaii (AS). "Saya seorang anak yang pernah dibesarkan sebagai anak Indonesia dan Hawaii (AS)," katanya.

Barack Obama memang menjalani masa kecil hingga masa remajanya di Indonesia dan Hawaii. Obama, lahir di Honolulu, Hawaii 4 Agustus 1961, anak hasil perkawinan Barack Hussein Obama Sr dan Ann Dunham. Ayahnya, Obama Sr adalah pria asal Alego, sebuah desa di Provinsi Nyanza, Kenya, Afrika. Sedangkan Ann Dunham lahir dan tumbuh dewasa di kota kecil Wichita, Kansas.

Otak ayahnya yang cemerlang merubah nasib dari seorang penggembala kambing dan pelayan di rumah keluarga berkebangsaan Inggris di Kenya, menjadi seorang mahasiswa berbeasiswa untuk kuliah di East-West Center di Universitas Hawaii di Manoa. Di sanalah Obama Sr bertemu dengan Ann Dunham, teman seuniversitas yang kemudian dinikahinya. Sebelum menikah dengan Ann Dunhan, Obama Sr telah menikahi wanita Kenya. Dari istrinya di Kenya itu, Obama Sr mendapatkan tujuh orang anak.

Obama Jr memang lahir saat kedua orangtuanya masih berstatus mahasiswa. Saat Obama berusia sekitar dua tahun, Obama Sr meninggalkan Ann Dunham dan Obama kecil, untuk meraih gelar Ph.D di bidang ekonomi di Harvard University. Ia tak mampu membiayai hidup keluarganya di Massachusetts, sehingga ia terpaksa meninggalkan keluarganya. Mereka akhirnya bercerai.

Ann Dunham lulus dan ia menjadi antropolog. Sedangkan Obama Sr, setelah menyelesaikan pendidikannya, kembali ke Kenya, dan bekerja sebagai perencana ekonomi bagi pemerintah. Obama Sr meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada 1982 - ketika itu Obama Jr berusia 21 tahun.

Barack Obama dirangkul ayahnya Barack Obama Sr saat di bandara HonoluluAnn Dunham menikah lagi dengan mahasiswa asing lainnya dari Indonesia yang belajar di Universitas Hawaii, bernama Lolo Soetoro. Pernikahan Ann-Lolo dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik bernama Maya Kassandra Soetoro - saat ini Maya (37 tahun) menjadi pengajar di Universitas Hawaii. Seusai studi, Lolo memboyong Ann dan Obama kecil pindah ke Jakarta. Di kota inilah Obama Jr sempat mengenyam pendidikan dasar di Indonesia dan menjadi anak Indonesia pada usia enam sampai 10 tahun.

Semasa kecilnya di Indonesia, Obama dikenal dengan nama Barry Soetoro. Sekolah di SD Fransiskus Asisi di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Dari dokumen di sekolah ini, Obama masuk tanggal 1 Januari 1968, terdaftar di nomor urut 203 dengan nama Barry Soetoro, lahir di Honolulu, 4 Agustus 1961, dan tercatat beragama Islam serta berkewarganegaraan Indonesia. Ayahnya bernama L Soetoro Mangunharjo, MA, bekerja sebagai pegawai Dinas Geografi Ditjen Topografi TNI Angkatan Darat (AD). Barry duduk di kelas 1B.

SD Fransiskus Asisi itu sangat dekat rumah Barry di Jl. H Ramli, yang persis berada di belakang sekolah tersebut. Rumah yang ditempati Barry bersama ibu kandungnya, Ann Dunham dan ayah tirinya, Lolo Soetoro Mangunharjo serta adiknya Maya Soetoro, merupakan rumah paling besar dan paling bagus saat itu. Saat ini, rumah ini masih berdiri, tepatnya di belakang Apotik Safari.

Sekolah SD Fransiskus Asisi berdiri pada 1967, satu tahun sebelum Barry masuk, 1968. Jadi dia masuk angkatan kedua sekolah itu. Kala itu, sekolah ini masih hanya terdiri dua ruangan kelas berlantai pasir. Sekarang sekolah ini sudah berkembang dari TK, SD, SMP, SMU, dan SMK. Sekolah ini biasanya diminati kalangan menegah ke atas. Barry hanya tiga tahun di SD Fransiskus Asisi ini, hanya sampai kelas 3. Pada tahun 1970, dia pindah ke SD Percobaan 04 Besuki, Menteng, Jakarta Pusat, karena keluarganya pindah rumah ke Jl. Dempo, Matraman, Jakarta. Di sini dia hidup bersama ibu kandungnya, Ann Dunham, ayah tirinya Lolo Soetoro, dan adiknya Maya Soetoro, buah pernikahan Ann dan Lolo.

Tetangga Barry di Jl. H. Ramli, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, sangat yakin bahwa Barry kecil yang sekolah di SD Fransiskus Asisi dan SD Percobaan 04 Besuki, itu adalah Barack Obama. Salah seorang tetangga dan rekannya di Jl. H. Ramli, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Go Tjiong Tack alias Tata (46) mengatakan Barry pernah sekolah di sini. "Dia masuk beberapa bulan setelah saya," kata Tata.

Barack Obama sedang digendong ibunya Stanley Ann DunhamTata adalah teman sepermainan Barry. Tata sangat ingat dengan Barry. "Karena zaman dulu muridnya sedikit, jadi kita semua teman dekat. Kita dibagi dua kelompok, lalu main perang-perangan, dor ..dor!" kenang Tata.

Menurut Tata, Barry adalah seorang anak yang pandai bergaul. Tata juga ingat, Barry punya buaya berukuran sekitar 70 cm. Dulu, ia sering diganggu oleh anak-anak nakal di Menteng Dalam. Tapi, kalau dia diganggu, Barry langsung mengeluarkan buaya piaraannya dari dalam rumah. Anak-anak yang mengganggunya langsung kocar-kacir.

Barry juga punya sepeda, sementara anak-anak yang lain belum punya. Barry biasa melintas dengan sepedanya mondar-mandir di Jl. H. Ramli, Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Seingat Tata, Barry juga lancar berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Juga sering cerita soal Hawaii.

Rony Amir, teman sepermainan Barry saat tinggal di Jl. H. Ramli, Jakarta, juga mengenal Barack Obama bernama Barry. Dia supel dan pandai bergaul. Selain bermain gundu dan sepakbola, Barry juga sering bersama teman-temannya ke mushala. "Dulu kita sering mengajak dia ke mushala dekat rumah. Kalau pakai sarung, lucu deh," katanya.

Begitu pula kenangan Junino Jahja (47), salah seorang sahabat Barry Obama di SD (Percobaan) 04 Besuki, Jakarta Pusat, sebagaimana dituturkan kepada detik com. Semula Junino tidak menduga Barack Obama adalah Barry Soetoro. "Setelah ada tulisan mengenai SD Besuki, saya baru ingat Barack adalah Barry, teman dekat saya," ujar Junino. Mereka berteman karena satu sekolah di SD (Percobaan) 04 Besuki, Jakarta Pusat.

Junino, yang kini menjabat Deputi Pengawasan Internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengenal dekat Barry saat sama-sama aktif di Pramuka. "Saya kenalnya di Pramuka. Saat itu, kita sudah di penggalang," katanya.

Dari penuturan Junino, Barry seorang anak yang suka kegiatan Pramuka. Kegiatan-kegiatan tali temali, menyanyi, dan sebagainya selalu diikutinya. Yang tidak terlupakan Junino, setiap Barry mengikuti kegiatan Pramuka di sekolah, selalu membawa makanan. Ibu Barry selalu membekali Barry dengan makanan-makanan enak, seperti cokelat. "Saat di sekolah, Barry sering membagi-bagikan cokelat itu kepada saya dan teman-teman," kenang Junino.

Barry itu sangat pandai bergaul. Seingat Junino, bahasa Indonesia Barry juga cukup lumayan. "Kita ngomong bahasa Indonesia kok," katanya. Barry juga seorang humoris, suka bercanda, pokoknya menyenangkan.

Di mata Junino, Barry juga anak berdisiplin. Ketika waktu pulang sekolah, Barry langsung pulang, tidak bermain seperti anak-anak sebaya saat itu. Mungkin pengaruh pendidikan orangtuanya. Ibunda Barry, Ann Dunham adalah bule asal Amerika Serikat, dan ayah tirinya, Lolo Soetoro Mangunharjo merupakan tentara berpangkat kolonel yang juga pegawai di Pertamina. "Setiap pergi dan pulang sekolah, Barry selalu diantar dan dijemput oleh ibunya," kata Junino.

KENANGAN INDAH: Sekelompok anak-anak sedang bermain di lapangan SDN Menteng 01. Di sekolah inilah Obama dididik saat tinggal di Jakarta. Obama mengatakan, kenangannya selama tinggal di Indonesia tidak terlupakan

Ada kenangan, saat Barry akan meninggalkan Indonesia, Barry sempat menyampaikan kalimat berpisah kepada teman-temannya. "Saya mau pindah ke Amerika. Mudah-mudahan bisa ketemu lagi," kata Barry saat itu.

Tapi, ada pertanyaan yang tidak terjawab kala itu di benak teman-teman Barry, yakni mengenai jati diri Barry. Dari tampilan fisiknya, berkulit hitam, rambut ikal, sementara ibunya rambut pirang kulit putih dan ayahnya Lolo orang Indonesia asli.

RUMAH DI JAKARTA: Ann Dunham bersama suami keduanya, Lolo Soetoro, puteri mereka, Maya, dan Barack Obama

Tampaknya pertanyaan itu juga mengusik kalbu Barack Obama. Tentang awal masa kanak-kanaknya, dalam Dreams from My Father, Obama menulis, "Ayahku tidak terlihat seperti orang-orang di sekitarku. Dia hitam sepeti ter (aspal cair) dan ibuku putih seperti susu, hampir tak teringat di otakku". Obama memang tak mengenal ayahnya secara dekat, tetapi mengingat petuahnya, "Jangan menangis dan tatap masa depan." Air matanya mengalir ketika pesawat ayahnya lenyap di Samudra Pasifik saat terakhir kali menemui Obama di Hawaii tahun 1971.

Sementara pengaruh sang ibu cukup besar atas diri Obama. Menurut Newsweek (31 Maret 2008) ibunya menanamkan pada diri Obama "nilai-nilai tradisional barat tengah Amerika, yakni kejujuran, keadilan, dan bicara terus terang".

Sewaktu tinggal di Jakarta, sang ibu mendidik "supaya Obama menaruh hormat terhadap orang-orang Indonesia dan budaya mereka dan jangan sampai berpikir bahwa dia adalah superior (lebih unggul) daripada orang-orang Indonesia".

Perkawinan Ann-Lolo tidak bertahan lama, hanya sekitar lima tahun. Pada 1974, Ann menyusul Obama, kembali ke Honolulu. Ayah tirinya, Lolo Soetoro - meninggal dunia pada 2 Maret 1993. Ann Dunham sendiri meninggal dunia karena kanker pada 1995, beberapa bulan setelah buku otobiografi Obama, Dreams from My Father diterbitkan.

Setelah sempat tinggal di Indonesia, Obama yang waktu itu berusia 10 tahun, memilih kembali ke Hawaii pada 1971, tinggal bersama kakek dan nenek dari keluarga ibunya, Madelyn Dunham. Pergulatan hidup dimulai karena hidup tanpa orangtua kandung, diiringi segregasi ras lingkungan di Punahou, Hawaii. Ibunya, Ann, pernah mendapatkan buku harian Obama yang mengisahkan, "Siapakah diri saya ini?"

Di tengah gejolak batin itu, Obama tetap berprestasi di sekolah. Di sana, Obama, Jr masuk kelas lima di Punahou School, sekolah elit untuk persiapan masuk ke perguruan tinggi di Honolulu. Obama menjadi salah satu siswa kulit hitam dari 7-8 orang siswa kulit hitam di sekolah itu. la bersekolah sampai tingkat 12 dan lulus pada 1979.

Pada masa remajanya itu, Obama pernah dilingkupi perasaan ketakutan karena merasa tidak memiliki orang tua. Hal ini dapat dipahami karena orang tua Obama tidak tinggal bersama Obama. Ia pun sempat mengalami krisis identitas. Ia menghabiskan hari-harinya di lapangan basket bahkan sempat menggunakan marijuana dan mencoba kokain. Namun, belakangan, masa-masa sulit itu membuat Obama menjadi remaja yang kuat.



Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com