Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Utama Langkah Besar PLN
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Langkah Besar PLN

E-mail Print PDF

PLN sedang berusaha mengatasi defisit energi listrikUtang boleh menumpuk, tetapi ini tidak menghambat langkah PLN untuk membangun pembangkit listrik bernilai miliaran dolar.

Seorang nenek di sebuah desa terpencil yang sangat jauh dari Jakarta, setiap hari mengumpul-kan biji jarak pagar. Biji jarak tersebut dikeringkan, ditumbuk dan dimasukkan ke dalam pot bambu atau kaleng dan diberi sumbu benang kapas. Saat itu, di era 1950-an, hanya satu atau dua rumah keluarga yang menggunakan lampu petromak yang berbahan bakar minyak tanah, sebagian besar menggunakan lampu minyak jarak. Kemajuan sedikit demi sedikit menyentuh daerah pedesaan. Tahun 1970-an, minyak tanah mulai membanjiri desa-desa, lampu biji jarak ditinggalkan, digantikan oleh lampu templok.

Langkah besar PLN bermula dari mengemban misi pemerintah untuk meng-gencarkan program listrik masuk desa di era 1980-an. Hasilnya, masyarakat pe-desaan mulai menikmati listrik. Namun belakangan ini terjadi titik balik karena sebagian besar generator PLN era tersebut menggunakan BBM yang harganya se-makin mahal.

Sekarang,  dengan teknologi maju, biji jarak bisa diolah menjadi bahan bakar (biodiesel) setara solar. Boleh jadi suatu saat PT. PLN menggunakan biodiesel untuk menggerakkan generatornya.

PLN sedang melancarkan “revolusi” penataan kembali sumber energinya dengan program penganekaragaman bahan bakar. Pemerintah memberi ke-percayaan kepada “anak emasnya” untuk membangun pembangkit tenaga listrik yang bernilai triliunan rupiah dengan energi alternatif—gas, batu bara dan nuklir.

PLN memulainya dengan ivestasi 5,7 miliar dolar AS untuk membangun pusat-pusat pembangkit tenaga listrik (PLTU) berkapasitas 10.000 MW yang meng-gunakan bahan bakar batu bara. Secara dini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengingatkan agar berhati-hati dengan program yang disebutnya sangat ambius itu.

Namun Wapres Jusuf Kalla berada di balik program jalan pintas yang harus selesai tahun 2009 itu. Ide untuk membangun proyek ambisius itu muncul setelah Kalla berkunjung ke Beijing, China. Maret lalu.

Purnomo pesimis proyek itu bisa selesai dalam tempo dua tahun lima bulan. Sebab banyak syarat yang harus dipenuhi. Purnomo mengatakan kepada anggota. Komisi VII DPR dalam rapat kerja awal bulan ini, PLN bisa saja salah, dan dia tidak bisa disalahkan kalau proyek itu tidak selesai ketika kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakhiri masa jabatannya tahun 2009. Sebaliknya Meneg BUMN optimis bahwa proyek itu akan selesai pada waktunya.

Menteri ESDM Purnomo saat rapat kerja dengan DPRSelebihnya, Presiden Susilo sudah meneken sebuah Inpres sebagai payung hukum pelaksanaan proyek tersebut. Berdasarkan Inpres tersebut, sebuah tim koordinasi yang dipimpin Menko Pereko-nomian untuk mengawasi pelaksanaan proyek. Dan paling penting, tiga bank China—Bank of China, Export-Import Bank of China dan China Development Bank—telah menyatakan kesediaan untuk menyediakan dana pinjaman 4 miliar dolar AS untuk membiayai proyek ter-sebut. Sisanya tentu harus dicari sendiri oleh PLN.

Namun keikutsertaan ketiga bank China tersebut disertai sebuah persyaratan; bahwa perusahaan-perusahaan tenaga listrik China harus melaksanakan pe-kerjaan pembangunan. Kontraktor China itu termasuk, China Harbin Power, Shanghai Electric Corp dan China National Technology Import-Export Corp. Dana sebesar itu tentu jauh dari cukup. Sebab menurut Direktur PLN, Herman Daniel, perusaha-an membutuhkan dana 7,7 miliar dolar AS untuk membiayai pembangunan jaringan distribusi dan transmisi untuk membagi aliran listrik sebesar itu (10.000 MW).

Di dalam Inpres tersebut, PLN di-perkenankan menunjuk langsung para kontraktor karena itu program kilat (crash program), tetapi masa berlakunya Inpres hanya sampai 31 Desember 2009. Komisi VII mengingatkan pemerintah harus menjamin semua pinjaman yang di-gunakan oleh PLN untuk mendanai pem-bangunan proyek tersebut bilamana PLN gagal memenuhi komitmen pelunasan utang. Direktur Keuangan PLN Purno Isworo menjelaskan bahwa bahwa per-usahaannya telah menetapkan pola pen-danaan yang menempatkan pemerintah sebagai penjamin. Pendanaan sendiri oleh PLN atau para kontraktor mencari sendiri pinjaman untuk menanggung 85% pem-biayaan dan sisanya 15% disediakan oleh PLN.

Di dalam perjalanan menuju pelaksana-an proyek raksasa tersebut, PLN terbe-lenggu oleh utang Rp 23,9 triliun pada PT. Pertamina lantaran sebagian besar generator listriknya menggunakan bahan bakar solar. Dan sekarang, Pertamina mendesak PLN agar segera melunasi utangnya. Selain itu, PLN membutuhkan 600.000 kiloliter solar untuk menghidupkan se-jumlah pembangkit tenaga listriknya. PLN mengalami krisis bahan bakar dan se-bagian besar generatornya bekerja di bawah kapasitas. Belum lama ini, sejumlah generator listrik Jawa dan Bali mengalami krisis BBM dan gas, sehingga kawasan tersebut harus menerima giliran pe-madaman listrik.

Jubir PLN Mulyo Adji mengatakan kepada Berita Indonesia bahwa tahun 2005, perusahaannya mengonsumsi BBM sebanyak 11 juta kiloliter. Tetapi tahun 2006 akan ditekan menjadi 9 juta kiloliter BBM, selebihnya ditutup oleh batu bara. Tahun 2010, hanya 5% pembangkit listrik PLN yang menggunakan BBM.

Kata Mulyo, dampak kenaikan harga BBM tahun lalu masih membebani PLN, sementara pemerintah melarang per-usahaan tersebut untuk melakukan pe-nyesuaian tarif dasar listrik. Di sisi lain, dana subsidi sangat tidak memadai.

Ke depan, PLN terus melakukan pe-nelitian dan penggantian BBM ke sumber energi alternatif. Sedang dilakukan uji coba untuk menggunakan biofuel, tenaga surya, tenaga angin dan energi nuklir mulai tahun 2017. Mulyo mengatakan sebuah pembangkit listrik berkapasitas 26 MW akan dibangun di Jakarta meng-gunakan bahan bakar gas yang dihasilkan dari pengolahan sampah. Pembangkit listrik serupa akan dikembangkan di kota-kota besar lainnya.

Memang diakui Mulyo Aji, kita berusaha melakukan penghematan energi, semisal proyek pengelolaan sampah jadi bahan bakar pembangkit listrik dilakukan di Jakarta dan akan berkembang ke kota besar lain. “Ini termasuk solusi masalah sampah di daerahperkotaan,” kata Mulyo.

PLN juga berencana untuk membangun pusat pembangkit listrik nuklir dan panas bumi. Sebuah perusahaan energi lokal PT Medco Energy International akan meng-ambil alih pembangunan pusat pembang-kit listrik panas bumi Sarulla, Sumatra Utara setelah PT Geo Dipa Energy meng-undurkan diri. Pembangkit listrik yang berkapasitas 400 MW itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik kawasan bagian utara Sumatra. Sedangkan pem-bangunan PLTN, Menristek Kadiman Kusmayanto mengeluhkan kelambanan pemerintah memberi komitmen untuk membeli tenaga listrik yang dihasilkan oleh PLTN yang akan dibangun di kawasan Bukit Muria, Jawa Tengah. Pembangunan PLTN tersebut sedianya dimulai bulan depan.Ri-SH (Berita Indonesia 17)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com