Menko Kesra KIB dan mantan Ketua Kadin Indonesia (1999-2004) Aburizal Bakrie (Ical) terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada Munas VIII Partai Golkar yang dilangsungkan di Riau, Pekanbaru (6-8 Okober 2009), menggantikan M Jusuf Kalla.
Dari 523 DPD I dan II, Ical memperoleh dukungan 296 suara, mengatasi saingannya Surya Paloh dengan dukungan 240 suara. Sementara dua kandidat muda lainnya Yuddy Chrisnandi dan Tommy Soeharto tidak memperoleh suara. Usai terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ical mengatakan yakin partainya akan mampu bangkit dari keterpurukan. “Ini adalah kemenangan seluruh bangsa Indonesia,” katanya.
Dia mengajak seluruh kader Golkar untuk menyatukan tekad dan langkah demi kemajuan bangsa. Bahkan ia juga mengajak kandidat lain untuk bersatu bersama-sama membangun partai Golkar. Seraya mengutip pernyataan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela bahwa kualitas sebuah partai diuji bukan saat terpuruk tetapi di saat bangkit kembali dari keterpurukan. Ical yakin bahwa partai yang akan dipimpinnya akan bangkit kembali dari keterpurukan. Putera sulung pengusaha H Achmad Bakrie kelahiran Jakarta 15 November 1946 ini mengatakan Partai Golkar bukan kendaraan perorangan tetapi kendaraan bagi bangsa Indonesia untuk menuju yang lebih baik. Ia juga memuji proses pemilihan Ketua Umum Golkar yang berlangsung secara demokratis.
Ketua MPR Taufik Kiemas
Gebrakan Berbuah Manis
Setelah pernyataan sikap dari sembilan fraksi representasi partai di DPR yang hanya mengusulkan satu paket pimpinan MPR, Taufik Kiemas yang juga suami Ketua PDI-Perjuangan Megawati, terpilih secara aklamasi dalam keputusan Sidang Paripurna Pemilihan Pimpinan MPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta (3/10/2009). Taufik didampingi empat wakil ketua, Melani Leimina Suheli (FPD), Hajrianto Thohari (FPG), Lukman Hakim Syaifuddin (FPPP), dan Ahmad Farhan Hamid (DPD) untuk memimpin MPR lima tahun ke depan. Terpilihnya Taufik menjadi Ketua MPR sebelumnya sudah diprediksi. Pasalnya, politisi kelahiran Jakarta, 31 Desember 1942 ini beberapa kali menjalin komunikasi dengan pihak Demokrat agar PDIP merapat dengan SBY. Gebrakan Ketua Dewan Penasehat DPP PDI Perjuangan ini sempat terhenti tatkala Megawati bersanding dengan Prabowo, dan kini setelah MK memutuskan gugatan Pilpres dan menyatakan SBY-Boediono sah sebagai Capres-Cawapres terpilih, Taufiq Kiemas kembali beraksi.Taufik Kemas langsung bergerak untuk melakukan lobi ke partai-partai politik tak terkecuali Partai Demokrat, partai pemerintah yang sering mendapat kritik dari Partai PDI-Perjuangan. Sekjen DPP PDIP Pramono Anung mengatakan, Taufik Kiemas secara resmi diusulkan DPP karena Taufik Kiemas adalah figur yang tepat bagi banyak hal yang menyangkut prinsip dasar seperti UUD 1945, Pancasila, dan NKRI.
Ketua DPD Irman Gusman
Berkat Prestasi dan Reputasi
Senator muda asal Sumatra Barat Irman Gusman terpilih menjadi Ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI periode 2009-2014 di Gedung DPR (2/10/2009). Irman terpilih menjadi Ketua DPD setelah mengalahkan senator asal Sulawesi Tengah, Laode Ida. Sebelum menjadi politisi, pria kelahiran Padang Panjang Sumatra Barat, 11 Februari 1962 ini adalah seorang pebisnis murni. Wakil Ketua DPD 2004-2009 ini mengawali karir politiknya sebagai anggota Fraksi Utusan Daerah (FUD) Sumatera Barat di MPR-RI pada 1999. Irman dikenal sebagai salah seorang penggagas dan pembentuk cetak biru sistem perpolitikan baru, dengan mengubah sistem politik Indonesia dari satu kamar menjadi dua kamar (bikameral) yang menempatkan DPD seperti senator AS. Lobi-lobi yang digulirkannya berhasil menggolkan pembentukan Fraksi Utusan Daerah (F-UD) MPR di tahun 2001 yang sempat dibekukan. Bersama koleganya di MPR berhasil menempatkan seorang anggota Utusan Daerah duduk sebagai Wakil Ketua MPR. Irman bersama-sama dengan fraksi-fraksi lainnya berhasil melakukan sejumlah amandemen konstitusi di antaranya pemilihan Presiden dan kepala-kepala daerah secara langsung.
Ketua DPR Marzuki Alie
DPR RI Akan Senantiasa Berempati
Pria kelahiran Palembang 6 Nopember 1955 ini dilantik sebagai Ketua DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrat. Ia dilantik bersama dengan empat wakil yakni Priyo Budi Santoso dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Pramono Anung Wibowo dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Anis Matta dari Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), dan Marwoto Mintro Hardjono dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (1/10/09). Setelah resmi didaulat menjadi ketua, dalam pidatonya, Marzuki Alie mengajak seluruh anggota dewan untuk melandasi keberadaan dirinya di DPR dengan idealisme, demi memperjuangkan aspirasi rakyat Indonesia. Ia mengajak para anggota dewan untuk lebih mengedepankan disiplin dan etika politik yang baik dalam menjalankan tugas. Pada kesempatan itu, ia mengatakan DPR RI tidak anti kritik karena menyadari lembaga legislatif merupakan representasi rakyat. “Kami akan senantiasa berempati,” katanya. Sebelumnya, suami dari Hj.Asmawati, SE.MM ini pernah bekerja di Direktorat Perbendaharaan Ditjen Anggaran DEPKEU-RI (1975-1979) dan Kantor Perbendaharaan Negara DEPKEU di Palembang (1979-1980). Kiprahnya di panggung politik juga sudah tak asing, ia pernah menjabat di Majelis Pertimbangan Daerah PD Sumsel (2003-2004), fungsionaris DPP PD (2004-2005) dan Sekretaris Jenderal DPP PD (2005-2010). (Berita Indonesia 71)
| < Prev | Next > |
|---|



