Majalah Berita Indonesia

Thursday, Sep 02nd

Last update06:39:43 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Tokoh Tiga Pahlawan Nasional Baru

Tiga Pahlawan Nasional Baru

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar pahlawan nasional dan bintang mahaputera adipradana kepada Alm. Laksda TNI (purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) di Istana Negara, Jakarta. Pada kesempatan yang sama, Presiden pun menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Alm. Prof.Dr. Herman Johanes, dan Allm. Prof.Dr. Achmad Subardjo. Bersamaan dengan itu, ada sepuluh orang yang meraih bintang kehormatan. Mereka yang meraih Bintang Mahaputera Adipradana adalah Alm. K.H. Ahmad Sanusi, Alm. Sutan Muhammad Amin (Kroeng Raba Nasution), Alm. Sutan Muhammad Salahuddin dan Alm. Sri Susuhunan Pakubuwono X. Sementara itu, Bintang Mahaputera Nararya dianugerahkan kepada Heruri Kartiwosastro. Bintang Jasa Utama dianugerahkan kepada Alm. Gorlap Sitompul, Alm. Frans Mendur, Alm. Alex Mendur. Terakhir, Bintang Budaya Parama Dharma dianugerahkan kepada Alm. Usmar Ismail dan Alm. Dr. RM. Saptohoedojo.

Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) – Pahlawan Nasional Indonesia dari Etnis Tionghoa
Lahir di Manado, Sulawesi Utara, 9 Maret 1911, Jahja Daniel Dharma atau yang lebih dikenal sebagai John Lie adalah salah seorang perwira tinggi di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dari etnis Tionghoa. Sebelum masuk Angkatan Laut RI, ia adalah seorang mualim kapal pelayaran niaga milik Belanda KPM. Ketika itu ia bertugas di Cilacap dengan pangkat Kapten. Ia berhasil membersihkan ranjau yang ditanam Jepang untuk menghadapi pasukan Sekutu dan pangkatnya dinaikkan menjadi Mayor. Selama ia menjadi perwira Angakatan Laut, ia sering ditugasi untuk mengamankan pelayaran kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia untuk diperdagangkan di luar negeri, karena saat itu kas negara sedang menipis. Kemudian ia juga pernah ditugaskan menjadi komandan kapal perang Rajawali (1950). Dan aktif dalam penumpasan RMS (Republik Maluku Selatan) di Maluku lalu PRRI/Permesta. Hingga akhirnya ia pensiun dari AL, Desember 1966 dan meninggal pada usia 87 tahun ( 27 Agustus 1998 ). Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Herman Johannes Herman Johannes – Cendekiawan, Politikus, dan Ilmuwan
Prof. Dr.Ir Herman Johannes yang lahir di Rote, NTT, 28 Mei 1912 merupakan lulusan Technishce Hogeschool (THS) Bandung (ITB). Keprihatinannya kepada bangsa dan negara, terutama rakyat kecil di mana saat itu harga minyak bumi sangat tinggi mendorongnya untuk mencari bahan bakar alternatif untuk bisa dipakai masyarakat secara luas. Pada akhir hayatnya ia masih melakukan penelitian yang menghasilkan kompor hemat energi dengan briket arang biomassa. Herman Johannes juga pernah meneliti kemungkinan penggunaan lamtoro gung, nipah, widuri, limbah pertanian, dan gambut sebagai bahan bakar. Selain sebagai pendidik dan ilmuwan, Herman Johannes yang pernah mengemban berbagai jabatan penting di negara ini, mulai dari Rektor UGM (1962-1966), Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) tahun 1966-1979, anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI (1968-1978), dan Menteri Pekerjaan Umum (1950-1951), juga pernah berkarir di militer. Pada saat pemerintah mengalami krisis persenjataan, ia diminta untuk membangun laboratorium persenjataan bagi TNI dan berhasil memproduksi berbagai bahan peledak, seperti bom asap dan granat tangan. Sebagai fisikawan dan kimiawan, peranannya dalam perang melawan Belanda adalah menjadi spesialis meledakkan berbagai jembatan. Hingga pada Serangan Umum 1 Maret 1949, Herman Johannes juga ikut menyerbu kota Yogyakarta dan menduduki ibukota Republik selama enam jam.

Ahmad Subardjo Ahmad Subardjo – Menteri Luar Negeri Indonesia Pertama
Achmad Soebardjo lahir di Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896 dan meninggal pada usia 82 tahun (15 Desember 1978). Dia adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama pada masa Kabinet Presidentil (1945) dan pada Kabinet Soekiman Soewirjo (1951-1952) yang diangkat langsung Presiden Soekarno sesudah kemerdekaan. Pada saat itu, ia mengemban tugas dan tanggung jawab yang berat. Karena sesudah kemerdekaan ia bertugas untuk menyampaikan berita kemerdekaan Republik Indonesia ke seluruh dunia dan mendapatkan pengakuan dari negara-negara di seluruh dunia. Ia menamatkan sekolahnya 1917 dari HBS setingkat SMA. Dan meraih gelar Sarjana Hukum atau Meester in de Rechten dari Universitas Leiden, Belanda (1933). Sejak menjadi mahasiswa ia telah aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan bergabung di organisasi kepemudaan seperti Jong Java dan Perkumpulan Mahasiswa Indonesia di Belanda. Pada saat proklamasi Indonesia, jasa Ahmad Subardjo sangat dirasakan atas keberaniannya meyakinkan para pemuda guna membebaskan Bung Karno dan Bung Hatta dari penculikan di Rengasdengklok, sehingga akhirnya proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dilangsungkan pada tanggal 17 Agustus 1945. (Berita Indonesia 72)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_14_75.jpg
Dipecat (dikorbankan) walau merasa bukan dia yang salah, dalam kasus kriminalisasi pimpinan KPK dan Bank Century, Komjen Pol. Drs. Susno
utama_5_20.jpg
Dalam pandangan publik, DPR masih stempel karet pemerintah. Mereka jinak, menurut dan tidak banyak mennyalurkan aspirasi rakyat.

Visi Berita

visi_43.jpg
Separatisme, keinginan untuk memisahkan diri (bercerai) dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih menjadi
visi_62.jpg
Dunia sangat terkesima dengan kemenangan Barack Obama yang terpilih menjadi presiden ke-44 AS dan akan dilantik 20

Lentera

lentera_6_73.jpg
Syaykh Al-Zaytun mengatakan, bahwa untuk memahami ajaran agama, akal budi harus diasah. Dan untuk memahami makna firman
lentera_8_61.jpg
Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang menegaskan bahwa nilai-nilai dasar negara Indonesia (Pancasila), sepenuhnya
Share/Save/Bookmark