Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik dan mengambil sumpah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru di Istana Negara awal November lalu. Pelantikan dihadiri Wakil Presiden Boediono, Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, serta seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Ketiganya diangkat sebagai kepala staf TNI berdasarkan Keppres 49/TNI tahun 2009.
Jenderal TNI George Toisutta – Meneruskan Kodim Papua dan Kalimantan
Jenderal George Toisutta resmi menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang ke-26 menggantikan Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo. Toisutta kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Juni 1953 sebelumnya menjabat sebagai Panglima Kostrad (2007-2009). Seusai serah terima jabatan dari Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo di Mabes TNI AD, Jakarta (11/11) lulusan dari Akademi Militer, Magelang (1976) ini mengatakan, pihaknya akan meneruskan rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) di Kalimantan Barat dan Papua. Menurut dia, tidak ada kebijakan baru terkait pergantian pimpinan di matra darat. “Saya akan teruskan apa yang telah ditetapkan oleh pejabat lama,” kata mantan Pangdam III/Siliwangi 2006. Ia juga menegaskan keberadaan komando teritorial tetap diperlukan agar seluruh wilayah Indonesia dapat diawasi dan dijaga dari kemungkinan masuknya penyusup. Di bawah kesatuannya, George berkomitmen TNI Angkatan Darat akan membantu Polri dalam pemberantasan terorisme.
Marsekal TNI Imam Sufaat – Usul Ganti Pesawat Tempur
Lahir di Wate, Yogyakarta, 27 Januari 1955, Marsekal TNI Imam Sufaat menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara menggantikan Marsekal TNI Soebandrio. Lulusan Akademi Militer 1976 ini sebelum menjabat sebagai KSAU adalah Panglima Komando Angkatan Udara. Seusai serah terima jabatan (12/11), ia mengatakan, TNI Angkatan Udara akan terus berupaya meningkatkan kemampuan alat utama sistem persenjataan. Dengan rencana mengganti pesawat tempur Hawk MK-53 dan OV 10 Bronco. Sedangkan dua pesawat angkut Hercules sedang diperbaiki di Amerika Serikat dan Bandung.
Laksamana Agus Suhartono – Target Mencapai Zero Accident
Laksamana TNI Agus Suhartono resmi menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menggantikan Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno. Agus Suhartono, lahir di Blitar, 25 Agustus 1955, merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1978. Dan sebelum menjadi KSAL, dia menjabat sebagai Irjen Departemen Pertahanan. Dia juga pernah menjabat sebagai Pangarmabar dan Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim dan Asisten Operasi KSAL. Upacara serahterima jabatan berlangsung di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya (13/11). Sesaat setelah serah terima, Panglima TNI Djoko Santoso dalam kata sambutannya berharap zero accident di tubuh TNI AL. Dia juga berharap di dua kesatuan TNI lainnya yaitu AD dan AU juga tidak ada kecelakaan. Ia mengatakan, meski kemampuan negara masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan alutsista, jangan pernah dijadikan alasan untuk tidak meningkatkan profesionalisme dalam mencapai target zero accident. (Berita Indonesia 72)
| < Prev | Next > |
|---|



