Majalah Berita Indonesia

Thursday, Sep 02nd

Last update06:39:43 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Tokoh Ir. M. Hatta Radjasa: Jadikan Angkutan Lebaran Lebih Baik

Ir. M. Hatta Radjasa: Jadikan Angkutan Lebaran Lebih Baik

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Sebagai Menteri Perhubungan, Ir. M. Hatta Radjasa dengan tulus bersedia menjalani kesibukan yang lebih ekstra selama pelaksanaan angkutan lebaran 2006. Ir. M. Hatta RadjasaBukan hanya menjadi anggota Menteri tersibuk Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), pria kelahiran Palembang 18 Desember 1953 yang selalu berpenampilan kalem, namun dikenal luas sebagai pengelola manajemen yang terbilang sukses, ini juga rela tak turut berlebaran ke kampung halaman.

Hatta Radjasa, insinyur lulusan Teknik Perminyakan ITB Bandung yang mantan aktivis Masjid Salman, sebelum diangkat menjadi Menteri Ristek/Kepala BPPT pada Kabinet Gotong Royong tahun 2001, sudah terbentuk sebagai pengusaha dan CEO yang sukses. Ia memulai karir sebagai Teknisi Lapangan PT Bina Patra Jaya (1977-1978), kemudian Wakil Manager Teknis PT Meta Epsi, sebuah perusahaan pengeboran minyak (1980-1983), dan Presiden Direktur Arthindo (1982-2000).

Ketika reformasi sosial politik bergulir, suami dari drg. Oktiniwati Ulfa Dariah ini lantas terjun menjadi politisi. Pengagum tokoh kaliber dunia Bung Karno dan Conrad Adenaur, Kanselir pertama Jerman pasca PD-II, ini tampil sebagai politisi yang piawai menjalankan komunikasi politik. Ia bisa dengan mulus menyelesaikan kebuntuan politik dengan membangun komunikasi yang terbuka terhadap semua elemen. Di area politik, Hatta adalah the man of the crisis.

Hatta Radjasa terbentuk menjadi politisi religius penganut paham pluralisme, membuatnya layak disebut sebagai negarawan. Sebagai contoh, sejak memasuki ruangan kerja kementeriannya, saat itu pula masa berakhirnya peran dia sebagai politisi. Di situ ia pasti akan mendahulukan kepentingan bangsa dan negara, dan melepaskan kepentingan partai, golongan dan pribadi.

Ayah dari Reza, Aliya, Azimah, dan Rasyid ini sejak kecil sudah terlatih bekerja keras, jujur, mandiri dan saling bekerjasama. Tak mengherankan apabila ia berhasil menunjukkan integritas dan kapasitasnya saat ditunjuk menjabat Menristek/Kepala BPPT.

Dan selama dua tahun terakhir menjabat Menteri Perhubungan, Hatta Radjasa sesungguhnya bukannya tak pernah menghadapi persoalaan klasik yakni terjadi kecelakaan transportasi. Kecelakaan bisa saja mengakibatkan korban jiwa meninggal dunia dan kerugian material dalam jumlah besar.

Akan tetapi Hatta selalu hadir menampakkan diri di setiap peristiwa itu. Hatta menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang paling bertanggungjawab atas setiap kecelakaan. Lalu dengan lugas Hatta berbicara kepada wartawan, detil menjelaskan perkiraan sebab-musabab kecelakaan, sehingga terhindarlah opini yang menyesatkan atau kemungkinan spekulasi penyebab kecelakaan. Para korban lantas memperoleh empati yang dalam, merasa sangat diperhatikan oleh pemegang otoritas transportasi.

Angkutan yang Nyaman-Aman
Sebagai Menteri di sebuah negeri yang setiap tahun rutin menghadapi persoalan angkutan mudik lebaran, Hatta memulai langkah pertamanya dengan membuat kebijakan filosofis, berlanjut ke kebijakan operasional, hingga memperhitungkan teknis pelaksanaan operasional di lapangan.
Semua ia tuangkan dalam payung hukum yang mengikat semua orang. Maka muncullah Inpres No. 3/2004 tentang Koordinasi Angkutan Lebaran, Keputusan Menteri No. KM.291/2006 tentang Angkutan Lebaran Terpadu, serta Perhub No.KM 48/2006 tentang Rencana Operasional Penyelenggara Angkutan Terpadu.

Kepada Samsuri dari Majalah Berita Indonesia, Hatta Radjasa dalam berbagai kesempatan mengatakan, pelaksanaan angkutan lebaran walau sangat berat namun begitu mulia. Sebab untuk tahun 2006 ini, misalnya, jumlah pemudik yang harus diberangkatkan sekitar 15 juta orang, naik 5,3% dibanding tahun sebelumnya.

Dengan penanganan yang terencana, angkutan lebaran tahun ini terasa jauh lebih baik. Arus lalu lintas relatif lancar. “Indikatornya, semua pengguna jasa selama angkutan lebaran berhasil terangkut, dan perjalanan mereka berjalan dengan aman dan lancar. Tidak ada penumpang arus mudik yang tidak terangkut,” jelas Hatta. Kata dia, jumlah kecelakaan lalu lintas juga menurun jauh, termasuk angka korban jiwa meninggal dunia dan luka-luka turut menurun.

Hatta mengakui menemukan sejumlah faktor penghambat namun itu berada di luar jangkauan insan Perhubungan. Seperti, kabut asap akibat kebakaran hutan yang menyelimuti beberapa daerah Indonesia, atau pendangkalan air sungai karena kemarau berkepanjangan seperti di Sungai Barito. “Termasuk akibat lumpur di Sidoarjo yang kemungkinan mengganggu arus mudik di sana. Tetapi pada saat angkutan lebaran lalu lintas masih lancar.”

Segala penghambat, walau berada di luar jangkauan, berhasil diantisipasi secara cermat. Masalah asap di wilayah pulau Sumatera misalnya. Karena Bandara Sultan Thaha Jambi diselimuti asap yang pekat penumpang tujuan kota Jambi dialihkan ke Bandara Sultan Machmud Badaruddin II, Palembang, lalu diteruskan dengan perjalanan darat menuju Jambi. Bandara Sultan Thaha ditutup sembilan hari karena asap, 90 penerbangan mengalami pembatalan.

Begitu pula di wilayah Kalimantan. Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya tertutup asap, tetapi penumpang bisa meninggalkan Kalimantan melalui Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin. Bandara ini ditutup selama 15 hari karena asap, 75 penerbangan harus dibatalkan.

Secara umum moda trasnportasi udara mengalami perbaikan signifikan, terlebih disiapkannya extra-flight oleh para operator. Tambahan frekuensi penerbangan sangat ekonomis sebab terpakai hingga 80 persen. Ini, sebuah pelajaran berharga bagaimana menghadapi peak season termasuk Natal-Tahun Baru.

Kesiapan infrastruktur jalan tak luput dari perhatian Hatta. Ia mengecek langsung kondisi ruas jalan raya di jalur Pantura dan jalur selatan pulau Jawa, serta Jalintim dan Jalinteng di Sumatera. Semua jalur ekonomis ini memperoleh prioritas penanganan, perbaikan, hingga peningkatan kapasitas serta pengaturan manajemen lalu lintas yang optimal.

Perhatian yang sama dia curahkan pada jalur penyeberangan antar pulau Merak-Bakauheni, Ujung-Kamal Madura, dan Ketapang-Gilimanuk. Masalah klasik di sini adalah waktu tunggu sejak membeli tiket hingga naik ke kapal ferry. Di Merak-Bakauheni waktu tunggu rata-rata masih 5 jam, Ujung-Kamal Madura 4 jam, dan Ketapang-Gilimanuk 2,5 jam. Selain soal waktu tunggu, sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan belum mampu menampung volume angkutan yang tinggi yang datang secara bersamaan, ditambah masih kurang disiplinnya pengguna jasa penyeberangan.

Hatta sangat memaklumi tingginya penggunaan sepeda motor pada mudik lebaran tahun 2006 ini. Jumlahnya 1.786.073 sepeda motor, meningkat tajam dibanding tahun lalu 1.252.812 juta sepeda motor. Demi menjamin keselamatan dan kelancaran berlalu lintas sepeda motor, Hatta berpendapat perlu dicari formula baru mengakomodasi pemudik yang menggunakan sepeda motor.

“Kita menyadari, meski penyelenggara angkutan lebaran tahun ini berjalan dengan baik, saya berharap penyelenggarannya pada tahun-tahun mendatang bisa lebih baik dan lebih lancar lagi. Kecelakaan lalu lintas baik kuantitas maupun kualitasnya dapat ditekan seminimal mungkin,” simpul Hatta Radjasa.

Hasil evaluasi angkutan lebaran tahun ini menunjukkan, secara umum pelayanan kepada masyarakat jauh lebih baik. Hal itu tak lepas dari semakin baiknya tingkat kordinasi dan aplikasi lapangan yang terintegrasi secara baik.

“Sebelumnya, berbagai kemungkinan sudah kita antisipasi bagaimana supaya pemudik bisa sampai ke tempat tujuann. Pelaksanaan angkutan lebaran 1427 H berjalan tuntas dan paripurna,” tukas anggota Penasehat DPP PAN ini.

Fokus Membangun Kereta Api
Hatta Radjasa merupakan Menteri Perhubungan yang sangat obsesif membangun industri jasa perkereta-apian Indonesia yang baik. Pembahasan revisi UU No. 13/1992 tentang Perkeretaapian, diperkirakan selesai awal tahun 2007, adalah momentum yang pas untuk mewujudkan obsesi supaya memacu pertumbuhan kereta api di masa mendatang.

Kondisi perkeretaapian Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sudah jauh lebih baik. Namun Hatta tetap mengakui pembangunan kereta api sangat terlambat. Bila tak segera dibangun secara berkelanjutan sejak sekarang, Hatta memastikan perkembangan industri jasa perkeretaapian Indonesia akan semakin tak kondusif.

Selain menyiapkan perangkat hukum berupa revisi UU Perkeretaapian Indonesia, Hatta sudah pula mengalokasikan anggaran yang besar bahkan yang terbesar di lingkungan Departemen Perhubungan. Jumlahnya untuk tahun 2006 ini Rp 2,8 triliun.

Dalam visinya, Hatta ingin membangun sarana dan prasarana perkeretaapian secara all out di semua bidang. Volume penumpang angkutan didesain sesuai supply dan demand untuk memacu terselenggaranya angkutan kereta api yang ideal, handal, dan memenuhi faktor keamanan dan kenyaman perjalanan.

“Komitmen kita adalah membangun transportasi publik yang handal. Secara bersama, pemerintah, masyarakat dan seluruh stakeholder akan membangun industri jasa kereta api yang dapat dibanggakan,” jelas Hatta.

Karena komitmennya yang tinggi Hatta tak pernah bosan mengirim pesan singkat SMS ke Dirjen Perkeretaapian, atau kepada Dirut PT Kereta Api Indonesia supaya mewaspadai sejumlah pencurian prasarasana kereta api, seperti KA-Klip (penambat rel). Pencuri tidak menyadari harga benda itu tak seberapa, tetapi bila tercuri dampaknya fatal buat kereta api.

Hatta juga berpesan agar selalu diantisipasi kemungkinan terjadi sabotase. Terkadang sebuah persoalan yang sangat kecil, tetapi dalam hitungan waktu per jam, per menit, bahkan per detik bila salah melakukan perhitungan bisa berakibat fatal. Hatta sangat apresiatif, fokus, perhatian serta melakukan antisipasi dini terhadap segala hal yang mungkin terjadi. RI/HT (Berita Indonesia 25)

Biodata:
Nama : Ir. M. Hatta Radjasa
Lahir : Palembang, 18 Desember 1953
Agama : Islam
Isteri : Drg. Oktiniwati Ulfa Dariah Radjasa
Anak : Reza, Aliya, Azimah dan Rasyid

Pendidikan:
Insinyur Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB)
Pekerjaan:
Menteri Perhubungan RI (2004-2009)

Alamat Rumah:
Perumahan Executive Golf Mansion Kav.26
JI. RS Fatmawati Jakarta 12430
Alamat Kantor:
Departemen Perhubungan RI
Jalan Medan Merdeka Barat No.8, Jakarta Pusat

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_14_75.jpg
Dipecat (dikorbankan) walau merasa bukan dia yang salah, dalam kasus kriminalisasi pimpinan KPK dan Bank Century, Komjen Pol. Drs. Susno
utama_5_20.jpg
Dalam pandangan publik, DPR masih stempel karet pemerintah. Mereka jinak, menurut dan tidak banyak mennyalurkan aspirasi rakyat.

Visi Berita

visi_43.jpg
Separatisme, keinginan untuk memisahkan diri (bercerai) dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih menjadi
visi_62.jpg
Dunia sangat terkesima dengan kemenangan Barack Obama yang terpilih menjadi presiden ke-44 AS dan akan dilantik 20

Lentera

lentera_6_73.jpg
Syaykh Al-Zaytun mengatakan, bahwa untuk memahami ajaran agama, akal budi harus diasah. Dan untuk memahami makna firman
lentera_8_61.jpg
Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang menegaskan bahwa nilai-nilai dasar negara Indonesia (Pancasila), sepenuhnya
Share/Save/Bookmark