Majalah Berita Indonesia

Saturday, Apr 29th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Tokoh Yang Mereka Jagokan
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Yang Mereka Jagokan

E-mail Print PDF

Susno DuadjiPiala Dunia 2010 di Afrika Selatan menyihir jutaan penduduk dunia. Mereka seakan berlomba-lomba menjagokan tim kesayangannya. Tak terkecuali berbagai tokoh publik memberikan komentar mengenai pertandingan Piala Dunia 2010. Bagaimana dengan orang nomor satu di kepolisian? “Belanda,” ucap Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di Gedung PTIK (10/6), ketika ditanya tim nasional negara mana yang dia jagokan.

Sedangkan mantan Kabareskrim, Komjen Susno Duadji yang kini mendekam di balik jeruji besi di rumah tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok menjagokan tim nasional Inggris dan Brasil pada Piala Dunia di Afrika Selatan. Salah satu pilihan Susno ini sama dengan pilihan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa yang menjagokan Inggris.

Sementara pilihan yang berbeda datang dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo.Menurutnya kans paling kuat untuk menjuarai Piala Dunia 2010 kali ini adalah Afrika Selatan. Agus mengatakan, Afrika Selatan mempunyai peluang besar karena seperti Argentina pada waktu menjadi tuan rumah ternyata bisa memegang trophi tersebut. Sedangkan Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan menjagokan Brazil dan Jerman dalam piala dunia kali ini. Anies mengaku pecandu sepakbola, dia berharap final Piala Dunia 2010 kali ini mempertemukan kedua tim kesayangannya itu. “Untuk final impian Brazil lawan Jeman? Amiennn...,” pungkasnya.


Alwi ShihabAlwi Shihab Alumnus Terbaik Universitas Temple
Mantan menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ini menerima Distinguished Alumnus Award 2010 di Universitas Temple, Philadelphia, Amerika Serikat akhir Mei lalu. Alwi dianggap berhasil merepresentasikan Department of Religion Universitas Temple dengan gemilang ke dunia luar.

Prestasinya tak hanya dalam karier akademis, tapi juga kiprah Alwi dalam politik di Indonesia dan di dunia internasional. Penghargaan ini membuatnya sejajar dengan akademisi dunia, seperti Jhon Esposito yang juga alumnus terbaik universitas itu.

Pria kelahiran Rappang, Sulawesi Selatan, 19 Agustus 1946, ini mengatakan bahwa penghargaan itu akan berdampak positif bagi pencitraan Indonesia di mata dunia. “Penghargaan dari luar negeri, apa pun bentuknya bagi warga negara adalah penghargaan bagi bangsa Indonesia.”

Mantan ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Temple pada 1995. Selain dari Universitas Temple ia juga meraih gelar doktor dari Universitas Aynu Syam Mesir. Studi Post-Doctorate-nya diraih di Harvard University sebelum menjadi staf pengajar di Hartford Seminary, Connecticut, AS, 1996-1997, dan di Harvard Divinity School pada 1998.


Khofifah Indar Parawansa Melawan Lewat Buku
Khofifah Indar Parawansa, meluncurkan buku Khofifah Melawan Pembajakan Demokrasi (30/5). Buku ini berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan Gubernur Jawa Timur pada 2008. Ia mengaku menjadi korban kecurangan dalam pemilihan itu. Ia tak hendak menyesali kekalahannya itu. Tapi, ia menegaskan perlunya perlawanan terhadap segala bentuk pencederaan demokrasi.


Christine HakimChristine Hakim Merasa Malu
Video porno yang diduga diperankan Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari membuat malu aktris senior Christine Hakim. “Video porno yang diketahui publik telah membuat Indonesia malu. Saya sebagai duta kebudayaan Indonesia jika ke luar negeri, belakangan sering ditanya, Indonesia berpenduduk mayoritas muslim, kok, punya artis video porno?” kata Christine. Untuk itu, dirinya sangat berharap kasus Ariel, Luna, dan Cut Tari diambil hikmahnya. Dia meminta para selebriti harus bersikap rendah hati dan jangan sampai lupa diri jika sudah merasa terkenal. Pasalnya, karena sudah merasa terkenal, penggemar banyak, lalu lupa diri. Tidak saja menjadi sombong, angkuh, tetapi juga lupa kepada Sang Pencipta. “Lupa kepada Tuhan. Jika sudah begitu, maka dia akan menghalalkan segala cara,” ujarnya di Jakarta.


Jero WacikJero Wacik Mengaku Bangga
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengaku bangga kepada sineas perfilman yang bisa menyuguhkan film berkelas yang disenangi penonton namun bisa membangkitkan kecintaan terhadap tanah air.

Seperti film Red Co. Bex yang mengangkat keragaman budaya yang bisa menyatu untuk menegakkan kebenaran. Untuk memancing mutu film nasional semakin baik, pria berkacamata itu mengajak warga Indonesia untuk beramai-ramai membeli tiket di bioskop yang menyuguhkan film-film nasional yang bermutu. (Berita Indonesia 77)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com