Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Terdepan Jakarta Terancam Tsunami Sampah

Jakarta Terancam Tsunami Sampah

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

Pencemaran sungai, darat dan udara membuat Jakarta semakin kusam, baik pada musim kemarau maupun musim hujan.Aroma anyir air hitam sungai dan tumpukan-tumpukan sampah yang menyebarkan bau busuk menjadi keseharian sebagian besar warga Jakarta. Pencemaran sungai, darat dan udara membuat Jakarta semakin kusam, baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Dari Menara Pena BNI tampak Sungai Ciliwung yang membelah jantung kota Jakarta, mengalirkan air hitam pekat lantaran dibebani polusi yang tak terkira. Kali ini mengalir dari pintu Air Manggarai menuju Muara Teluk Gong, Jakarta Barat, menampung semua benda buangan, cair maupun padat. Air yang beraroma anyir itulah yang menjadi bahan baku Perusahaan Air Minum (PAM) Pejompongan. Hampir semua sungai yang membelah Jakarta pekat dengan pencemaran.

Agaknya, Gubernur Sutiyoso yang akan menyelesaikan masa jabatan keduanya, Juli tahun depan, tak peduli lagi dengan Program Kali Bersih Kali Ciliwung tidak hanya jadi bahan baku pabrik air minum, tetapi juga telah dicanangkan oleh Sutiyoso sebagai prasarana angkutan air. Tetapi pembangunan tanggul-tanggul beton sungai terbengkalai di banyak bagian. Tidak sepesat pembangunan jalur busway yang tersebar di banyak bagian ibukota. Mungkin Sutiyoso ingin mencari alternatif dari angkutan jalan raya yang memadati setiap jengkal ruang terbuka dengan hembusan polusi asap yang dihasilkan oleh jutaan mobil dan motor yang mengarungi Jakarta sepanjang hari.

Kisah tentang gelombang pasang (tsunami) sampah mengubur warga yang menghasilkannya, boleh jadi tidak dibuat-buat. Hal ini benar-benar terjadi di Bantargebang, tempat pembuangan akhir sampah-sampah yang dihasilkan warga Jakarta. Belum lama ini gunung sampah runtuh, tiga nyawa melayang. Tidak hanya di Bantargebang. Gelombang pasang sampah juga menimbun Jakarta. Dari 1.200 meter kubik sampah yang dihasilkan warga Jakarta setiap hari, sebagian besar (70%) menumpuk di saluran-saluran air, kebanyakan mengalir menuju muara Kali Angke di Jakarta Utara.

Setiap hari, sebagian warga Jakarta yang berpenduduk 10 juta jiwa bergaul dengan Kali Angke yang mengalirkan air hitam pekat berbau busuk. Selama musim kemarau, sungai ini mengalirkan air hitam berbahaya yang bergerak bersama gumpalan tumpahan minyak. Di sejumlah bagian, tumpukan sampah begitu padat sehingga sungai itu sulit diseberangi dengan perahu. Tetapi orang-orang yang tahu persis keadaan di situ, dapat dengan mudah menyeberang, melompat dari sampah sofa ke onggokan sampah lainnya seperti mahluk melata.

Kali Angke berakhir di Teluk Jakarta, salah satu hamparan air laut paling kotor di muka bumi. Ketika sebuah sepatu tua terperangkap di dalam baling-baling perahu motor yang dicarter oleh TIME untuk mengamati teluk tersebut. Pengemudinya yang melompat dari perahu untuk mengeluarkan sepatu rongsokan tersebut, merasa berdiri di dalam air sebatas lutut. Ahmad Suwandi dari lembaga Fauna & Flora Internasional yang juga berada dalam perahu tersebut, mengatakan: “Di sini kedalaman teluk mestinya 30 meter.” Tetapi, air di sini dipenuhi sampah, dan Anda bisa berjalan di atasnya “sampai ke Bandara yang jauhnya 15 kilometer.”

Mau tidak mau warga harus menyesuaikan diri dengan Kali Angke. Tidak hanya masyarakat miskin yang terpaksa tinggal di gubuk-gubuk kumuh lantaran tidak punya pilihan lain. Jakarta Utara juga dipadati warga keturunan. Rumah-rumah yang dilengkapi mall dan pusat jajan menghadap ke kali kotor tersebut. Para nelayan mandi di sungai tersebut dan menggunakan air itu untuk memasak. Kerang rebus, santapan siang paling populer, dimasak dengan air Kali Angke, sebelum dijual ke anak-anak sekolah dan para buruh.

Para pengusaha dan pemilik properti tidak peduli, meskipun Kali Angke menyusur 1.300 hektar sabuk hijau dan penangkaran hewan liar yang dilindungi. Tidak ada protes. Di Jakarta, sama halnya dengan sejumlah kawasan lain di Asia, cara paling umum untuk mengatasi masalah sampah membiarkannya pada lingkungan. Jangan heran betapa cepatnya warga kota menyesuaikan diri dengan timbunan sampah dan sungai yang beraroma busuk karena dipadati sampah.

Gubernur Sutiyoso seakan membentur jalan buntu bilamana berurusan dengan masalah sampah Jakarta. Dia masih pusing tujuh keliling.. Setelah mengalami pukulan berat akibat penutupan pusat pembuangan sampah Bantargebang untuk armada truk sampah Jakarta, Sutiyoso harus menghadapi protes masyarakat Bojong Gede, Bogor, yang tak kunjung padam. Nasib tempat pembuangan dan pengolahan sampah Bojong Gede yang dibangunnya dengan dana ratusan miliar terkatung-katung. Sekarang, Sutiyoso harus merogoh kas daerah untuk menyewa kembali TPS Bantargebang.

Masyarakat Bojong mati-matian menolak kehadiran TPS tersebut hanya setelah armada pertama truk sampah Jakarta, melewati kampung mereka dan menebarkan bau busuk, tahun lalu. Sekarang TPS itu terlantar, dan mesin-mesin pengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos, sebentar lagi jadi besi tua.

Sutiyoso masih harus menemukan tempat pembuangan sampah yang tidak mengundang perlawanan warga. Sementara itu gelombang pasang sampah menimbun Jakarta sebanyak 1.600 meter kubik sehari atau 48.000 meter kubik sebulan dan 576.000 meter kubik setahun. Boleh jadi warga Jakarta akan benar-benar tertimbun sampah. SH (Berita Indonesia 24)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_5_20.jpg
Dalam pandangan publik, DPR masih stempel karet pemerintah. Mereka jinak, menurut dan tidak banyak mennyalurkan aspirasi rakyat.
utama_13_71.jpg
Setelah gempa Padang 30 September 2009, Indonesia harus bersiap menghadapi bencana-bencana lain yang sedang mengintip ingin

Visi Berita

visi_42.jpg
Terorisme bukan jihad! Teroris bukan pahlawan! Dua kalimat pendek ini perlu dikedepankan untuk meluruskan makna jihad
visi_76.jpg
Capaian besar biasanya berawal dari ‘mimpi’ besar. Tapi untuk meraihnya diperlukan upaya yang kuat dan tidak mudah

Lentera

lentera_2_66.jpg
Al-Zaytun Sumber Inspirasi (4)Syaykh al-Zaytun: Indonesia harus masuk dalam zone of peace and democracy kalau ingin
lentera_1_53.jpg
Kampus Al-Zaytun selalu menempatkan dirinya sebagai bagian dari komunitas global. Hal ini juga terlihat dari semangat
Share/Save/Bookmark