Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Terdepan Benang Kusut Kematian Alda

Benang Kusut Kematian Alda

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

Himpitan kesulitan hidup bertahun-tahun yang dialami Alda Risa Elfariana berakhir ketika namanya melejit di blantika musik pop dalam usia sangat belia, 15 tahunHimpitan kesulitan hidup bertahun-tahun yang dialami Alda Risa Elfariana berakhir ketika namanya melejit di blantika musik pop dalam usia sangat belia, 15 tahun. Gadis cantik kelahiran Bogor ini tewas secara tragis di sebuah kamar hotel ketika usianya baru 24 tahun. Misteri kematian Alda, 12 Desember 2006, sedikit demi sedikit terkuak setelah teman dekatnya, Ferry Surya Perkasa menyerahkan diri. Namun selama Ferry dalam pelarian ke Singapura setelah Alda tewas yang  sempat diduga akibat overdosis di kamar 432 Hotel Grand Menteng, berkembang kisah yang simpang siur, baik keluarga Alda, pihak-pihak yang berupaya membela Ferry maupun dari pihak kepolisian.

Alda dan delapan adiknya ditinggalkan oleh ayah mereka, Amir Farid Riza, ketika masih kecil. Ibu Halimah membesarkan anak-anaknya, tentu dengan segala susah payah. Suatu hari tahun 1997, tanda-tanda keberuntungan mampir dalam kehidupan Halimah bersama anak-anaknya. Hari itu, Alda, putri sulung Halimah masuk dapur rekaman Blackboard Record, milik pengusaha kaya Iwan Sastra Wijaya.
Agaknya lagu, Aku Tak Biasa, yang dipilihkan Iwan untuk Alda membawa keberuntungan bagi keluarga Halimah. Kaset dan CD-nya meledak di pasar. Didukung wajah cantik dan penampilan sensual, gadis berdarah Sunda-Arab-China ini pun lahir sebagai bintang baru yang tiba-tiba melejit di panggung musik pop Indonesia.

Setahun kemudian (1998), Alda menyabet penghargaan Penyanyi Pop Terbaik versi Anugerah Musik Indonesia (AMI Award). Gemerlap bintang baru ini, membuat kejutan besar, menyisihkan diva senior, Krisdayanti, yang lebih awal malang melintang di blantika musik pop.

Kehidupan Alda dan keluarganya mendadak berubah ibarat kisah Seribu Satu Malam. Mereka mulai masuk ke dalam lingkaran kehidupan jet set. Alda ke mana-mana menyetir sendiri mobil-mobil mewah, Jaguar dan BMW, mungkin dipinjamkan oleh produsernya. Halimah pun ke mana-mana mengendarai sedan Mercy. Sehari-harinya, kehidupan mereka bergerak di antara hotel mewah, pusat belanja jet set dan salon kecantikan kelas satu. Hari-hari panjang yang tadinya muram telah berubah gemerlap dan bergairah.

Namun bintang Alda meredup secepat kemilaunya. Hanya dalam tempo setahun, dua album barunya tidak mampu menggebrak bahkan jatuh terjerembab di pasar. Album kedua Alda yang dirilis tahun 1999, Sampai Kapankah, tak laku di pasar. Awal tahun 2000, Alda banting setir.

Alda pun mencoba kembali peruntungannya di panggung sinetron dan model. Juga kurang bagus ketika muncul dalam sinetron, Andini dan Romantika. Lantas Alda berpaling ke layar lebar. Film di mana dia muncul pertama, Kesucian Prasasti, juga tidak berhasil menggebrak pasar. Bersama produsernya, Alda masih mencoba album ketiga, Kupilih Yang Mana. Nasib album ini sama seperti album kedua, tidak mendapat respon pasar.

Dihadang kegagalan demi kegagalan, Alda belia lari ke dugem (dunia gemerlap) dan karaokean sampai bertemu dan berkenalan dengan Ferry Surya Perkasa, tahun 1999. Kemudian, entah kapan Alda mulai berkenalan dengan Narkoba. Alda pernah mengalami overdosis di sebuah hotel dekat Gambir, Jakarta Pusat, Oktober 2005, dirawat di sebuah rumah sakit di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Juni 2005, dia mengalami kecelakaan berat karena menyetir mobil.

Tentang Alda kecanduan Narkoba, Iwan mengatakan tidak tahu menahu. “Kami memang pernah karaokean,” kata Iwan. Sebagaimana yang dikutip oleh Tempo, Iwan bahkan menuding Ferry yang mengajari Alda tentang Narkoba. Sedangkan Iwan sendiri pernah ketangkap polisi karena kedapatan membawa sejumlah pil ekstasi, Juli 2001. Nama Alda ikut disebut-sebut dalam penangkapan Iwan.

Petang hari Minggu, 10 Desember, petualangan Alda berakhir tragis. Awalnya, Ferry Surya (34) melakukan check in di kamar 432 Hotel Grand Menteng, Matraman, Jakarta Timur. Ferry seperti yang tertangkap kamera CCTV (close circuit television) hotel, masuk ke kamar 432 bersama seorang pria temannya. Ferry mengenakan topi pet. Dalam rekaman kamera tersebut, Alda tampak tiba di depan kamar 432 bersama seorang perempuan dan pria. Mereka berjalan memasuki kamar tersebut.

Halimah mengatakan putri sulungnya, hari itu (10/12), pamit ke Jakarta lewat adiknya, hanya membawa tas tangan, karena dia tidak punya rencana menginap. Alda berangkat naik mobil jemputan Ferry. Adik Alda mengatakan, belakangan Alda sering marah tanpa sebab yang jelas. Alda pernah curhat kepada mantan manajernya, Del, sebulan sebelum kematiannya bahwa dia ingin kembali rekaman di Blackboard.

Namun sebelum rencananya terlaksana, Alda keburu tewas mengenaskan. Sopir taxi Gading mengatakan Alda terbujur kaku di jok belakang, dan matanya terbuka, ketika dibawa dari hotel ke RS Mitra Keluarga Internasional di Jatinegara, Jakarta Timur. Sedangkan Ferry hanya mengantarnya sampai ke gerbang UGD-RS Mitra, kemudian kabur. Tetapi Ferry masih sempat menelpon Halimah bahwa Alda sedang masuk rumah sakit karena flu. SH (Berita Indonesia 29) (dari berbagai sumber)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_5_20.jpg
Dalam pandangan publik, DPR masih stempel karet pemerintah. Mereka jinak, menurut dan tidak banyak mennyalurkan aspirasi rakyat.
utama_13_71.jpg
Setelah gempa Padang 30 September 2009, Indonesia harus bersiap menghadapi bencana-bencana lain yang sedang mengintip ingin

Visi Berita

visi_42.jpg
Terorisme bukan jihad! Teroris bukan pahlawan! Dua kalimat pendek ini perlu dikedepankan untuk meluruskan makna jihad
visi_76.jpg
Capaian besar biasanya berawal dari ‘mimpi’ besar. Tapi untuk meraihnya diperlukan upaya yang kuat dan tidak mudah

Lentera

lentera_2_66.jpg
Al-Zaytun Sumber Inspirasi (4)Syaykh al-Zaytun: Indonesia harus masuk dalam zone of peace and democracy kalau ingin
lentera_1_53.jpg
Kampus Al-Zaytun selalu menempatkan dirinya sebagai bagian dari komunitas global. Hal ini juga terlihat dari semangat
Share/Save/Bookmark