Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Terdepan Gempar Flu Babi
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Gempar Flu Babi

E-mail Print PDF

WASPADA: Para penumpang pesawat internasional diperiksa suhu tubuhnya dengan thermal scanner saat tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, 28 April 2009Setelah menjangkiti ribuan dan menewaskan ratusan orang di Meksiko, virus yang disebut cocktail virus (gabungan antara flu babi Asia, flu babi Eropa, dan influenza pada manusia, yang bermutasi) mulai meluas hingga Amerika Serikat, Eropa (termasuk Inggris, Swedia, dan Italia), Afrika (Kenya), Selandia Baru, Israel dan Asia Timur.

Flu babi menjadi ancaman paling ditakuti di seluruh dunia saat ini. Setelah membunuh lebih dari 100 rakyat Meksiko, jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah. Berbagai negara mulai Selandia Baru hingga Spanyol memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Amerika Utara. Pemerintah negara-negara lain sudah siap siaga melakukan karantina, memperketat aturan impor daging babi, dan memeriksa suhu tubuh penumpang pesawat.

Melihat perkembangan virus flu babi yang kian mengkhawatirkan dunia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah Supari (27/4). Presiden meminta semua departemen terkait tidak mengganggap ringan penyakit flu babi meskipun sampai saat ini belum terjadi penyebaran di kawasan Asia.

Menkes Siti Fadillah Supari usai bertemu dengan presiden mengimbau masyarakat untuk tidak panik terhadap kemungkinan munculnya penyakit flu babi di Indonesia. Menurutnya, tingkat kematian karena flu babi jauh lebih rendah daripada flu burung. Tingkat kematian karena flu burung mencapai lebih dari 80%.

Adapun tingkat kematian karena flu babi berkisar 6,4%. Jadi, virus H5N1 masih lebih ganas dibandingkan virus H1N1 atau lebih dikenal sebagai virus flu babi. Menkes juga menambahkan, virus flu babi hanya berkembang di negara empat musim (subtropis) sehingga agak sulit untuk berpotensi menyebar di wilayah tropis seperti Indonesia. Berdasarkan konfirmasi WHO, flu babi yang menjangkiti sejumlah negara adalah cocktail virus yang merupakan gabungan antara flu babi Asia, flu babi Eropa, dan influenza pada manusia, yang bermutasi.

WHO menginformasikan, flu babi adalah penyakit sistem pernapasan akut yang terjadi pada babi. Sebagian besar virus flu babi merupakan turunan virus H1N1, namun ada beberapa turunan virus ditemukan pada babi seperti H1N2, H3N1, H3N2. Babi juga dapat terinfeksi virus flu burung dan flu manusia. Virus-virus itu dapat menyerang secara bersamaan dan menciptakan mutasi rantai baru.

Pada beberapa kasus flu babi yang muncul di Meksiko terdapat strain baru virus H1N1 yang belum pernah ditemukan. Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan, virus ini menular dari orang ke orang. Penularannya melalui bersin, batuk atau ketika seseorang terkena virus ini dari tangan mereka yang tidak dicuci bersih.

Tanda awal terkena flu babi mirip flu biasa yakni demam lebih dari 37,77 derajat Celcius, lelah, nafsu makan hilang dan batuk. Dalam beberapa kasus, penderita mengalami hidung berlendir, tenggorokan sakit, muntah-muntah dan diare. Virus dapat menyebar melalui udara, kontak langsung atau tidak langsung melalui babi pembawa virus yang tidak menunjukkan gejala flu. Jika virus ini menular antarmanusia, pandemi influenza bisa terjadi.

Apakah virus flu babi bisa menular lewat konsumsi daging babi? CDC mementahkan kemungkinan itu. Sebab, babi yang masuk ke tempat pemotongan hewan harus dipastikan bebas dari flu. Selain itu, proses pemasakan daging akan membunuh virus.

Untuk mewaspadai munculnya penyakit tersebut di Indonesia, pemerintah telah memasang alat thermal scanner di 10 bandara internasional di Indonesia. Thermal scanner adalah alat yang dapat mendeteksi suhu tubuh manusia yang bertemperatur tinggi. Jika tubuh manusia yang diperiksa lebih dari 38 derajat Celcius, alat akan berbunyi. Pemerintah juga mengeluarkan travel advisor bagi warga negara Indonesia yang akan bepergian ke kawasan Amerika Utara. Seluruh penumpang tanpa kecuali akan ditanyakan apakah pernah ke Meksiko, Amerika Serikat, Kanada, dan sebagainya.

Departemen Kesehatan (Depkes) telah meminta pihak terkait untuk menghentikan impor daging babi. Selain itu, Depkes melakukan pengawasan pada sejumlah peternakan babi di Indonesia yang jumlahnya kini 9 juta ekor. Pemerintah sudah menyiagakan 30.000 orang tenaga kesehatan dan relawan terlatih, 100 rumah sakit rujukan, dan stok tamiflu yang banyak. Virus H1N1 yang menjadi penyebab flu babi sejauh ini dilaporkan punya sifat mirip H5N1 penyebab flu burung. LP (Berita Indonesia 66)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com