Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Terdepan Yusuf Buka “Aib” PKS?
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Yusuf Buka “Aib” PKS?

E-mail Print PDF

IlustrasiSebuah isu kurang sedap, yakni dugaan penggelapan menerpa Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tidak tanggung-tanggung, pihak yang diduga terlibat adalah para pengurus teras partai.

Adalah Yusuf Supendi, salah seorang pendiri Partai Keadilan (sekarang PKS) yang juga mantan anggota Fraksi PKS DPR 2004-2009 yang membuka “aib” ini. Dimana pada Kamis (17/3/2011), ia melaporkan sejumlah anggota Fraksi PKS DPR RI, yang juga elite PKS, yakni Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, dan Sekretaris Jenderal Anis Matta ke Badan Kehormatan DPR (BK DPR) dengan tuduhan telah melanggar kode etik anggota Dewan.

Luthfi pun dituduh telah melanggar syariah dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan mengirimkan pesan singkat bernada mengancam kepadanya.

“Saya dituduh mengganggu istri orang. Sebagai muslim, skandal itu harus ada empat saksi kan. Saya sebagai pribadi muslim tidak pernah menyalahgunakan daging kehormatan saya,” kata Yusuf. “Bahkan ada yang mengirimkan SMS mau menghirup darah Yusuf Supendi. Aktor intelektualnya adalah Luthfi,” tambah Yusuf.

Sedangkan Hilmi dan Anis, ia tuding telah menyalahgunakan anggaran. “Anis, menggelapkan dana Pilkada DKI Rp 10 miliar bersumber dari Adang Daradjatun. Hilmi, putra pentolan Darul Islam, Danu Muhammad Hasan, gesit mengumpulkan setoran untuk memperkaya diri,” ujarnya. Tidak puas hanya ke BK DPR, Yusuf juga kemudian (21/3/2011) melaporkan Anis Matta ke KPK.

Menanggapi tuduhan itu, Hilmi Aminuddin menampik dan mengatakan itu fitnah yang dekat dengan hukum. “Saya tegaskan itu fitnah,” katanya (17/3/2011). Hilmi juga menduga, Yusuf mengeluarkan tudingan tersebut lantaran sakit hati karena diberhentikan dari PKS setahun lalu. Sementara Luthfi Hasan mengatakan masih memelajari dan mengkaji isinya.

Sedangkan Anis Matta mengatakan, aksi Yusuf ini merupakan pelengkap “serangan” kepada PKS pasca-pengambilan keputusan usulan hak angket perpajakan. “Tentu ada (muatan politis). Kami sedang memelajari dulu detailnya seperti apa,” tutur Anis, (21/3/2011). Anis bahkan mengatakan, PKS sudah mengetahui pihak yang ada di belakang Yusuf. Namun, selama ini pihaknya tak bereaksi berlebihan karena tidak melihat adanya ancaman bagi PKS.

“Secara logika, memang ada kesan serangan balik kepada PKS. Tapi detailnya seperti apa, ini sedang kami pelajari. Cuma, peta itu kelihatan buat PKS. Saya menduga masih akan ada lagi beberapa serangan di beberapa hari ke depan,” tambah Anis.

Karena laporan ini dilakukan tidak lama setelah terjadi perbedaan pendapat antara Fraksi PKS dengan Fraksi koalisi pendukung pemerintah lainnya di DPR soal hak Angket Pajak, langkah Yusuf ini pun sangat menarik perhatian pengamat politik, terutama politisi PKS.

Menkominfo yang juga mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring misalnya, sangat menyayangkan laporan Yusuf tersebut. Mantan Presiden PKS lainnya, yang juga mantan Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid juga menyayangkan hal ini, namun ia menganggap masalah ini sebagai sebuah dinamika.

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi berpendapat, meski tidak menutup kemungkinan ada kepentingan di luar PKS yang bermain, namun adanya persoalan di internal PKS juga tidak bisa dipungkiri. “Saya melihat memang ada persoalan di internal PKS akibat adanya perbedaan pandangan. Salah satunya adalah ada pihak yang masih belum bisa menerima jika PKS menjadi partai terbuka, lebih nasionalis dan mempribumisasi. Dan ini menjadi persaingan dua orientasi yang berbeda di tubuh PKS. Selain itu, bisa jadi ada juga kekecewaan secara personal yang melebar menjadi persoalan lembaga,” ujarnya.

Sedangkan Syamsul Balda, salah seorang pendiri Partai Keadilan (PK) yang juga mantan Wapres Partai Keadilan (PK) sebagaimana dilansir harian Indo Pos (26/3/2011) menyebut, langkah Yusuf ini bisa saja merupakan bentuk kekecewaan, tapi ia percaya apa yang disampaikan Yusuf itu memiliki dasar.

Mengenai dugaan adanya pertentangan di internal PKS, Syamsul juga mengaku melihatnya. Namun, itu menurutnya bukan terkait posisi faksi keadilan melawan faksi sejahtera, tapi lebih pada pertarungan pragmatisme dan idealisme.

Yusuf sendiri, menanggapi pernyataan yang menganggap langkahnya melapor ke BK DPR dan KPK karena sakit hati telah dipecat, pria yang mengaku sudah pernah melaporkan hal yang sama pada tahun 2010 ini dengan tegas membantahnya. “Saya menerima informasi pemecatan saya pada tanggal 28 November 2010, jam 20:20. Sementara, saya mengadu ke Badan Kehormatan DPR mengenai kasus ini pada 2 Agustus 2010. Berarti kan lima bulan sebelumnya,” ujarnya, (21/3/2011).

Tudingan yang menyebut bahwa ia mendapat dukungan pihak lain, juga dibantah Yusuf. “Sejak awal saya tidak mempermasalahkan lembaga PKS, saya hanya ingin mengadukan individu-individu PKS yang telah melanggar kode etik,” katanya. MS (Berita Indonesia 83)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com