Majalah Berita Indonesia

Saturday, Apr 29th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Terdepan Teroris Masuk Kampus
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Teroris Masuk Kampus

E-mail Print PDF

Perlunya memperluas wawasan mahasiswa agar tidak mudah terjebak pemahaman sempit yang cenderung menghakimi dan menghujat pandangan yang berbeda Satu per satu anggota teroris jaringan Noordin M Top tewas dan ditangkap. Beberapa mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah disebut-sebut sudah lama berhubungan dengan teroris Syaifudin Zuhri yang sudah tewas.

Upaya memberantas aksi terorisme di Indonesia kembali digiatkan. Berawal dari peledakan bom bunuh diri di Mega Kuningan, Jakarta yakni Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton pada bulan Juli lalu. Setelah merasa kecolongan dengan aksi terorisme tersebut, polisi langsung bergerak cepat. Mereka menggrebek sarang teroris di Jatih Asih, Bekasi dan menemukan bahan peledak yang dikabarkan akan digunakan untuk membunuh presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kemudian dilanjutkan dengan menggrebek teroris di Temanggung, Jawa Tengah. Pada saat itu, gembong teroris Noordin M Top diklaim telah tewas. Setelah hasil tes DNA keluar, yang tewas ternyata Ibrohim, otak pemboman JW Marriot-Ritz Carlton.

Perlahan namun pasti, polisi secara estafet terus mengungkap satu persatu anggota teroris. Polisi akhirnya berhasil mengungkap keberadaan Noordin M Top. Setelah sembilan tahun menjadi buron, Noordin berhasil dilumpuhkan oleh Densus 88 di Dukuh Kepuh Sari, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah (17/9). Gembong teroris asal Malaysia itu tewas bersama tiga teroris lainnya yakni Bagus Hadi Pranoto (Urwah), Hadi Susilo, dan Ario Sudarso (Aji).

Pasca tewasnya Noordin M Top, polisi tidak mau berpuas diri. Sebab anggota jaringannya diduga masih ada yang tersisa dan akan terus melakukan gerakannya. Apalagi ditemukan dokumen dalam laptop Noordin yang konon berisi dokumen-dokumen keterlibatan Noordin dalam jaringan Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Laptop tersebut juga memuat video persiapan bom Mega Kuningan dan rencana pengeboman terhadap Presiden SBY yang berhasil digagalkan polisi. Dalam dokumen juga ditemukan nama Syahrir dan Syaifudin Zuhri.

Keberadaan kedua rekan Noordin M Top inipun berhasil diungkap. Mereka tewas terkena timah panas Densus 88 Mabes Polri di sebuah tempat kos, Ciputat, Tangerang. Seperti diketahui Syaifuddin adalah teroris buron ke dua setelah Noordin M Top. Tinggal Baridin alias Bahrudin Latif, mertua Noordin yang menjadi buronan. Baridin dikabarkan pernah menjadi sukarelawan yang ikut berjuang di kamp pejuang Afganistan.

Penggerebekan Syahrir dan Syaifudin Zuhri berawal dari penangkapan Fazar Firdaus di Bekasi, seorang lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan. Fazar diduga sebagai kurir yang telah menyediakan kos bagi Syahrir dan Syaifuddin. Kos tersebut berada di Jalan Semanggi 2 Rt 02/03, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Sebuah kos-kosan khusus bagi mahasiswa UIN yang berlokasi sekitar 300 meter dari kampus. Fazar ditangkap pada pagi hari, siangnya Tim Densus 88 langsung menggrebek kos-kosan tersebut.

Pasca penggerebekan di tempat kos tersebut, muncul dua nama lagi, Sony Jayadi dan Afham Ramadhan, yang diduga terlibat terorisme. Keduanya merupakan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, menjelaskan tiga mahasiswa itu sudah lama berhubungan dengan Syaifudin Zuhri alias Ustad SJ. Bahkan mereka ikut dalam kelompok pengajian Ustad SJ.

Terungkapnya Sony Jayadi dan Afham Ramadhan sebagai mahasiswa UIN dan Fazar yang sudah lulus membuat citra UIN sebagai pusat liberalisasi pemikiran Islam sepertinya bergeser. Muncul pertanyaan, apakah ini menunjukkan indikasi bahwa jaringan teroris sedang mengincar kampus Islam untuk mengkader para mahasiswa dan memasukkan ideologi mereka. Ancaman ini sepertinya tidak mengada-ngada. Sebab menurut Irjen Nanan Soekarna, Syaifuddin mengadakan pengajian khusus yang melibatkan mahasiswa.

Bahkan simpatisan kelompok pengajian ini rata-rata dari kampus-kampus ternama dari berbagai kota. Jumlah mahasiswa yang bersentuhan dengan jihad ala Noordin sulit dihitung. Pengajian itu kadang diikuti 50 orang di satu tempat dengan sistem berkelompok. Mereka yang ikut adalah orang yang terpilih setelah diindentifikasi rekam jejaknya, keluarga, afiliasi politik, kebiasaan dan potensi-potensinya.

Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Prof DR Azymardi Azra tidak mengelak adanya kemungkinan teroris masuk kampus. Ia mengatakan, mungkin saja para teroris masuk ke kampus Islam. Namun dirinya membantah keras kalau jaringan teroris sudah masuk ke kampus UIN.

Untuk meyakinkan publik bahwa universitas tersebut tidak disusupi teroris, UIN akan menambah kurikulum antiteroris dalam mata kuliahnya. Yang diprioritaskan untuk fakultas hukum. “UIN akan meningkatkan studi tentang Islam, terutama pemahaman yang universal,” kata Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Komaruddin Hidayat. Kurikulum yang ditambahkan akan lebih menekankan kepada dimensi kemanusiaan dan peradaban manusia sehingga wawasan mahasiswa diperluas dan tidak mudah terjebak pemahaman sempit yang cenderung menghakimi dan menghujat pandangan yang berbeda.

Sementara itu, pengamat terorisme Mardigu Wowiek Prasantyo menilai bahwa jaringan Noordin M Top dipastikan sudah tamat. Sebab tidak ada lagi orang yang memiliki pemikiran yang sama seperti Noordin. “Tidak ada lagi penerusnya, saya garansi itu,” katanya seperti dilasir harian IndoPos. Ia menjelaskan bahwa orang-orang yang direkrut dan dikaderisasi adalah untuk menjadi pengantin dan kurir. Bukan menjadi Noordin, Saefuddin atau Syahrir. Untuk menjadi seperti mereka harus pernah berjuang di Afganistan, Mindanau dan Poso serta mengerti pedoman-pedoman teroris di dunia. HTS (Berita Indonesia 71)

 


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com