Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Publik Spirit Pro-Rakyat

Spirit Pro-Rakyat

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Presiden SBY serta Menteri Hatta Radjasa mendengar penjelasan Soemino Eko Saputro, Dirjen Perkeretaapian pada saat peresmian jalur ganda Tanah Abang-Serpong (2007)Percepatan pembangunan perkeretaapian memiliki spirit pro rakyat. Pemerintah telah membuka kesempatan kepada pemerintah daerah dan swasta untuk masuk dalam bisnis layanan kereta api. Tidak lagi monopoli PT Kereta Api Indonesia.

Sebagai contoh, adanya Instruksi Presiden No 9//2005 tentang Dirjen Perkeretaapian dan Inpres No 10/2005 tentang Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Salah satu dari sejumlah kebijakan yang bersifat strategis dan langsung meyentuh kebutuhan rakyat banyak adalah perhatian pemerintah yang serius dalam membangun perkeretaapian.

Kebijakan itu diawali ketika, Hatta Radjasa (2004-2007) sebagai Menteri Perhubungan (sekarang Menteri Sekretaris Negara) dan Soemino Eko Saputro (2005-2008) menjabat sebagai Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan. Sampai sekarang geliat pembangunan Perkeretapian semakin berkembang maju.

Di era pemerintahan SBY, dengan adanya UU 23/2007 membuka kesempatan pihak swasta dan pemerintah daerah masuk dalam bisnis perkeretaapian di Tanah Air. Hal itu akan memungkinkan percepatan perkembangan pembangunan Perkeretaapian di berbagai daerah. Seperti Aceh, Kalimantan, Sulawesi dan Bengkulu serta berbagai daerah lain.

Pembangunan kereta api sebagai perwujudan dari komitmen pemerintah terhadap masyarakat, khususnya pengguna jasa kereta api. Tapi yang lebih urgent, penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan dari dinamika pembangunan itu, semakin menonjol. Tentunya percepatan azas pemerataan pembangunan melalui transportasi Perkeretaapian telah menjadi perhatian pemerintah.

Presiden SBY dan Bu Ani diikuti Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan undangan menunjukan “jari jempol” yang artinya bagus, saat dalam perjalanan menggunakan kereta api (2007)Tujuannya, mengurangi tingkat kemacetan jalan raya dan sebagai solusi pengguna jasa dengan tarif terjangkau, cepat dan mengangkut secara massal. Hal lain, sejauh mana publik diutamakan dalam rangka pelayanan transportasi nasional, yang pada intinya semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Spirit untuk maju bersama, semakin jelas dari kebijakan SBY, dan beradaptasi dalam era kompetisi global. Indonesia sebagai negara kepulauan, sangat membutuhkan dukungan secara optimal terhadap lalu lintas perekonomian, antardaerah dan perkotaan, serta antarprovinsi dan satu sama lain saling bersinergi.

Jalur Ganda
Aneh tapi nyata, tahun 2006 untuk kali pertama terjadi di dunia, atap kereta jebol akibat berdesakan penumpang naik di atap gerbong kereta di stasiun Kebayoran lama-Jakarta. Pemerintah dengan tanggap langsung membangun jalur ganda Tanah Abang-Serpong dan dikerjakan oleh putra-putra terbaik bangsa di bidang Perkeretaapian.

Pembangunan yang menelan biaya melalui dana APBN sebesar Rp 350 miliar dengan waktu sekitar 1 tahun selesai. Sementara bila menggunakan bantuan luar negeri diperlukan dana Rp, 1.1 triliun dan 3 tahun baru bisa dinikmati oleh pengguna jasa kereta api.

Itu sebagai cikal bakal pembangunan double track di Indonesia. Dimana selama puluhan tahun tidak ada aktivitas pembangunan perkeretaapian di Indonesia. Bahkan, sebelumnya, cibiran dan skeptis terhadap nasib kereta api, bagaikan hidup enggan mati tak mau. Itu nasib kereta api sebelum pemerintahan SBY.

Baru, di era pemerintahan SBY, sebagaimana keberhasilan di bidang lain, pembangunan Perkeretaapian semakin meningkat pesat. Sebagai bukti, menghidupkan jalur yang sudah lama tidak beroperasi, seperti Bogor-Sukabumi atau pembangunan doble track Cirebon-Kroya, sementara jalur Kutoarjo-Jogjakarta-Solo sudah operasional. Tidak ketinggalan pembangunan perkeretaapian di Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Aceh makin meningkat pesat.

Presiden SBY serta Menteri Hatta Radjasa mendengar penjelasan Soemino Eko Saputro, Dirjen Perkeretaapian pada saat peresmian jalur ganda Tanah Abang-Serpong (2007)Denyut nadi pembangunan infrastruktur kereta yang tersebar, baik di perkotaan, pedesaan atau yang melintas di kaki gunung (Slamet), juga tidak kalah cepatnya, adalah pembangunan di bidang sarana, seperti, produk INKA yang semakin digalakkan. Termasuk penggunaan signaling otomatisasi produk LEN maupun berbagai produk lain.

Ini sebagai gambaran, sebuah kebijakan yang mengutamakan penggunaan produk dalam negeri yang semakin dipacu dan berbagai produk lokal semakin kompetitif, produknya tidak kalah dibanding luar negeri.

Dan, kebijakan SBY bukan hanya memberi dorongan dan menciptakan peningkatan peluang berusaha dengan kemampuan profesional, juga pengembangan kompetensi.

Esensi kekuatan dari setiap kebijakan putra Pacitan (SBY) itu, adalah dalam menentukan arah dan kebijakan, seperti dalam membangun Perkeretaapian, dengan arah yang jelas dan pasti, sehingga hasilnya bagi pengguna jasa kereta api semakin dirasakan, dari sisi keamanan, kenyamanan maupun ketepatan sampai di tujuan.RI (Berita Indonesia 71)

 

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_14_75.jpg
Dipecat (dikorbankan) walau merasa bukan dia yang salah, dalam kasus kriminalisasi pimpinan KPK dan Bank Century, Komjen Pol. Drs. Susno
utama_1_58.jpg
Lupakah Barack Obama, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, yang semasa kecil pernah dibesarkan dan dididik sebagai anak

Visi Berita

visi_48.jpg
Lebaran (Idul Fitri) selalu identik dengan mudik, pulang ke kampung halaman. Momen ini sudah menjadi hal rutin setiap
visi_56.jpg
Citra jaksa dan DPR di republik ini benar-benar terpuruk. Tertangkapnya Ketua Tim Penyelidikan Kasus BLBI-BDNI, Urip

Lentera

lentera_10_74.jpg
Reportase Kunjungan HKBP Tebet ke Al-Zaytun (1)Pendeta Resort HKBP Tebet, Paresman Hutahaean, dan rombongan, sungguh
lentera_4_06.jpg
Negara Federasi Rusia tertarik dengan sistem pendidikan satu pipa di Ma’had Al-Zaytun. Negara pecahan Uni Soviet itu
Share/Save/Bookmark