Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Publik Perkeretaapian di Palembang

Perkeretaapian di Palembang

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

M. Zar, Satker Perkeretaapian PalembangKeretaapi merupakan primadona transportasi barang di Palembang. Karena itu, pembangunan prasarana Perkertaapian di Palembang dan Sumatera Selatan umumnya, perlu semakin ditingkatkan. Adanya jalur ganda dan jalur lingkar juga sedang dipertimbangkan.

Pembangunan Perkeretaapian di Palembang dan Sumatera Selatan umumnya, tidak berbeda jauh dengan pembangunan Perkeretaapian di Jawa. Sebagaimana diketahui, angkutan barang dengan kereta Babaranjang merupakan primadona di Sumatera Selatan. Dengan dua loko, kereta ini mampu menarik 30-40 gerbong setiap rute. Kelebihan ini tidak dimiliki angkutan kereta di Jawa. Sementara di kota yang terkenal dengan pempek Palembang-nya itu, jalur ganda dan jalur lingkar kereta merupakan sebuah obsesi.

Saat Berita Indonesia berkunjung ke Palembang dan berlanjut ke Stasiun Prabumulih, tampak kereta Babaranjang sedang berhenti, dengan 2 lokomotif menarik 33 gerbong yang berisi batubara. Sementara itu, ketika melihat ke stasiun Prabumulih Baru, sistem persinyalan elektrik yang modern dan pertama di Sumatera sedang memantau pergerakan kereta.

Menariknya, di area kerja (Satuan Kerja Pengembangan Perkeretaapian Sumatera Selatan), antara stasiun Waytuba–Martapura dan Kertapati–Tanjungenim-Lubuk Linggau sepanjang 649 km terdapat emplasemen super panjang yang mencapai 1200 m yang dimiliki 19 stasiun dan antara 700 m sampai 1200 m di 7 stasiun. Ini jarang dimiliki di Jawa.

M. Zar, kepala satuan kerja (Satker) Perkeretaapian Palembang mengatakan, melalui anggaran APBN regular diharapkan pembangunan prasarana Perkeretaapian di Palembang dan Sumatera Selatan semakin meningkat dan dirasakan oleh pengguna jasa kereta api. Seperti di Lahat-Lubuk Linggau, sebelumnya tingkat kecepatan kereta 20-30 km/jam. Setelah prasarana semakin baik, kecepatan kereta menjadi 40-60 km/jam.

Sementara itu, dalam anggaran 2009, antara lain digunakan untuk pembangunan 7 emplasemen antara Lahat-Lubuk Linggau, seperti penggantian R25 ke R42, dimana emplasemen dimungkinkan untuk dilalui loko CC.

“Peningkatan prasarana dari bantalan kayu ke beton dan R42 ke R54 juga penambahan ballas serta tuguban yang kurus digemukkan dan penanganan longsoran di 4 lokasi melalui tuguban serta penggantian gorong-gorong baru di Prabumulih-Kertapati,” kata M. Zar.

Lebih jauh M.Zar mengatakan, angkutan batubara merupakan primadona pendapatan PTKA Divisi Sumatera Selatan. Untuk mendukung angkutan batubara tahun 2009 ke Tarahan sebesar 8,1 ton/tahun dan angkutan ke Kertapati sebanyak 2 juta ton/tahun diperlukan emplasemen baru, seperti emplasemen Air Limau, Blimbing Baru dan Perjito.

Dimana sasaran yang hendak dicapai program angkutan batubara dari Tanjungenim ke Tarahan adalah sebesar 12 juta ton per tahun. Melalui pembangunan dan perbaikan prasarana secara optimal akan turut mendukung program itu,” ungkapnya.

Untuk lebih meningkatkan keamanan, dibangun tower baru sebagai alat komunikasi antara masinis ke pusat stasiun (OC) di Plaju Palembang, guna mengetahui posisi kereta satu dengan yang lain, maupun stasiun terdekat dengan lalu lintas kereta.

Kereta BabaranjangKetika menyinggung double track dan jalur lingkar, M. Zar mengungkapkan, seperti lintas Muara Enim-Kertapati, Unsri-Kertapati dan sebaliknya, bila rute ini dikembangkan dari satu jalur ke double track dan ke arah Kayu Asin-Tulang Bawang-Lampung, akan berputar seperti jalur lingkar di Jawa.

Adanya kereta lingkar di Tanjung Api-api dan menembus ke Lubuk Linggau, daya tempuh akan lebih dekat dibanding saat ini. Di Sumatera Selatan belum ada jalur ganda. Maka adanya jalur lingkar dan double track, angkutan penumpang akan semakin meningkat di kemudian hari.

M. Zar juga menjelaskan soal persinyalan elektrik. Sistem persinyalan elektrik yang dibangun oleh PT LEN di stasiun Prabumulih Baru berbasis “Sistem Interlocking LEN (SIL), sejenis dengan yang dioperasikan di stasiun Slawi dan stasiun Gundhi. Sementara itu, akan dibangun pula di stasiun Nambo, stasiun Bangil, stasiun TB Tinggi dan stasiun Tanjung Priok.

Menurut M. Zar, sistem persinyalan elektrik di stasiun Prabumulih Baru adalah yang pertama di Sumatera dan main line (jalan utama), khususnya untuk angkutan batu bara dengan nilai ekonomis yang tinggi. Dengan adanya sistem otomatisasi persinyalan hasil produk PT LEN, aspek keandalan sistem dan performance yang tinggi dari sistem ini, diharapkan dapat meningkatkan keamanan perjalanan kereta api. RI (Berita Indonesia 67)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_5_20.jpg
Dalam pandangan publik, DPR masih stempel karet pemerintah. Mereka jinak, menurut dan tidak banyak mennyalurkan aspirasi rakyat.
utama_13_71.jpg
Setelah gempa Padang 30 September 2009, Indonesia harus bersiap menghadapi bencana-bencana lain yang sedang mengintip ingin

Visi Berita

visi_42.jpg
Terorisme bukan jihad! Teroris bukan pahlawan! Dua kalimat pendek ini perlu dikedepankan untuk meluruskan makna jihad
visi_76.jpg
Capaian besar biasanya berawal dari ‘mimpi’ besar. Tapi untuk meraihnya diperlukan upaya yang kuat dan tidak mudah

Lentera

lentera_2_66.jpg
Al-Zaytun Sumber Inspirasi (4)Syaykh al-Zaytun: Indonesia harus masuk dalam zone of peace and democracy kalau ingin
lentera_1_53.jpg
Kampus Al-Zaytun selalu menempatkan dirinya sebagai bagian dari komunitas global. Hal ini juga terlihat dari semangat
Share/Save/Bookmark