Namanya Johny Swandi Sjam mulai digadang-gadang sebagai pemegang tampuk tertinggi di perusahaan telekomunikasi terbesar kedua Indonesia, PT Indonesia Satellite Tbk (Indosat) sejak RUPSLB September 2004, untuk menggantikan Widya Purnama.
Nama Swandi masih kalah pamor dengan Hasnul. Tetapi sebagai hikmahnya ia berkesempatan menduduki sejumlah kursi strategis, antara lain menjabat Senior Vice President Cellular Marketing (2003), Senior Vice President Corporate Strategy (2003-2004), Senior Vice President of Business Strategy (2005), Consumer Market Director (2005).
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Indosat 5 Juni 2007 nama Swandi seolah sudah tak terelakkan untuk naik. Padahal, pesaingnya kali ini justru lebih banyak dan hebat-hebat, salah satunya Arwin Rasyid yang mantan Dirut PT Telkom.
Swandi, pemegang gelar Master of Science in Business Administration and Policy dari Universitas Indonesia, memiliki prinsip untuk selalu berpikir positif dengan cara berusaha memahami kelebihan sekaligus kekurangan orang lain. Ayah dua orang anak ini menganggap, ketika kita mengetahui kelemahan orang lain, otomatis tanpa disadari membuat barrier bagi kita sendiri. Jadi dalam hal ini, yang membuat tembok pembatas adalah diri kita sendiri.
Swandi memegang teguh nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, dan toleransi. Nilai inilah yang juga menjadi pegangannya dalam menata karir, ditambah sejumlah kiat-kiat sebagai seorang profesional yang sukses. Misalnya, kiat untuk membangun komunikasi yang efektif dengan semua lini terutama bawahan.
Sebagai profesional yang visioner Swandi mengatakan prospek bisnis seluler niscaya adalah bisnis yang sangat menjanjikan. Bisnis seluler tergolong technology driven. Pihak yang terjun dalam bisnis ini harus memasuki akses teknologi, dana, dan regulasi.
Komposisi lengkap direksi Indosat terdiri Johnny Swandi Sjam sebagai Direktur Utama, Kaizad B. Heerjee (Wakil Dirut), Wong Heang Tuck (Direktur Keuangan), Syakieb Sungkar (Direktur Pemasaran Regional, menggantikan Wityasmoro Sih Handayanto), Fadzri Sentosa (Direktur Pemasaran Jabotabek dan Korporasi, menggantikan Johny Swandi Sjam), Guntur Siboro (Direktur Pemasaran, menggantikan Wahyu Wijayadi), Wahyu Wijayadi (Direktur Pelayanan Korporasi, menggantikan S. Wimbo S. Hardjito), Raymond Tan Kim Meng (Direktur Jaringan), dan Roy Kanan (Direktur Teknologi Informasi, mengggantikan Joseph Chan Lam). HT (Berita Indonesia 41)
| < Prev | Next > |
|---|



