Figur HM Ali Umri, SH, MKn kini menjadi perbincangan hangat berbagai elemen masyarakat. Dia dinilai paling tepat memimpin Sumatera Utara lima tahun ke depan. Usianya masih muda, enerjik, berpendidikan dan sarat pengalaman.
Bursa bakal calon (balon) gubernur di Sumatera Utara menjelang Pilkada Gubsu, meski fase waktunya masih lebih setahun lagi (Juni 2008), mulai memanas. Sejumlah nama kini mulai mencuat ke permukaan, menjadi perbincangan hangat masyarakat. Sementara berbagai perhelatan mengarah pendekatan mencari dukungan rakyat calon pemilih semakin gencar dilakukan.
Dari sejumlah figur balon Gubsu periode 2008/2013, yang kini menjadi perbincangan hangat termasuk di kalangan politisi, akademisi dan ekonom, adalah HM Ali Umri, SH, MKn, Walikota Binjai dua periode (periode pertama dipilih DPRD dan periode kedua dipilih langsung rakyat), Ketua DPD Golkar Sumut, dan pemimpin sejumlah organisasi kemasyarakatan serta beberapa organisasi profesi dan akademik itu, dinilai sangat kapabel dan pas memimpin pemerintahan Provinsi Sumut lima tahun ke depan.
Penilaian terhadap Ali Umri itu didasarkan pada berbagai kriteria, seperti usia masih muda (lahir 9 April 1966), enerjik, bergelar master (S-2), berpengalaman di pemerintahan sebagai walikota dua periode, memahami politik dibuktikan dengan amanah kepercayaan memimpin Golkar Sumut, partai terbesar di negeri ini. Juga berpengalaman di lembaga legislatif, bahkan pernah menjadi ketua fraksi DPRD Binjai sebelum terpilih menjadi walikota. Selain itu, sarat pengalaman memimpin organisasi kemasyarakatan, profesi, akademik dan lainnya serta berhasil meraih puluhan penghargaan.
Dari berbagai kriteria yang menjadi harapan masyarakat untuk membangun Sumatera Utara lima tahun ke depan, Umri dinilai pas dan memiliki kredit poin plus dibanding dengan figur-figur balon lainnya. Apalagi dikaitkan dengan masalah hukum dan pertanahan yang selama ini di Sumut dinilai sangat kompleks, rakyat membutuhkan seorang figur pemimpin yang memahaminya. Artinya, tidak hanya sebatas pemahaman, tapi harus dibarengi dengan kualitas dan kemampuan aplikasi. Dibuktikan dengan pendidikan yang benar dan sah, bukan hanya sekadar pernyataan atau pendidikan ekstension.
Kriteria sebagaimana harapan masyarakat itu, Umri agaknya menjadi pilihan unggulan dibandingkan dengan balon-balon lainnya yang kini namanya muncul ke permukaan. Selain berpredikat sarjana hukum, dia juga bergelar master di bidang kenotariatan lulusan Universitas Su-matera Utara, universitas paling bergengsi di Sumut.
Dukungan Membludak
Tak mengherankan, jika berbagai kalangan masyarakat dengan latar belakang kehidupan sosial, pendidikan, suku, agama, dari kota sampai ke pelosok desa, selalu membludak menyambut kedatangan Umri ke berbagai daerah dan berikrar mendaulatnya untuk dipilih menjadi Gubernur Sumut.
“Apa lagi yang harus dipikirkan, calon Gubsu sudah ada orang yang pas, muda, berpendidikan, pengalamannya di pemerintahan juga di DPRD sudah banyak. Begitu juga berorganisasi di masyarakat dan lainnya. Apalagi Bapak Ali Umri kini memimpin Partai Golkar Sumut. Tidak perlu lagi kita susah memikirkan siapa calon, sudah sangat pas itu Bapak Ali Umri. Saya pikir, pendapat saya ini sama dengan kawan-kawan yang lain, Bapak Ali Umri sudah sangat pas dan tepat untuk kita pilih,” ucap seorang tokoh masyarakat di Padangsidempuan, Tapanuli Selatan (Tapsel) yang dikenal sebagai Raja Marga Harahap.
Ungkapan Raja Marga Harahap dari Padangsidemuan itu dibuktikan dengan membludaknya dukungan masyarakat tidak hanya dari warga Golkar tapi juga tokoh masyarakat, pemuda, alim ulama yang mendaulatnya sebagai calon Gubsu lewat ikrar kesepakatan seperti di Padang Bolak, Gunung Tua, Tapanuli Selatan. Di tanah leluhur Deputi Menkopolhukam, H Chairuman Harahap, SH, MH ini, Umri mendapat dukungan “luar biasa” dari tokoh masyarakat, alim ulama, pemuda dan para hato-bangon (pengetua) seperti H Syamsi Harahap mantan Ketua DPRD Medan. Begitu juga di Labuhan Batu, selain dukungan masyarakat, tidak kurang dari tujuh kiai karismatik di kabu-paten ini berikrar mendukung dan mendoakannya agar terpilih dalam Pilgubsu mendatang. Sementara di kalangan petinggi Golkar di daerah-daerah, kabupaten/kota juga solid dan selalu berikrar tanpa reserve untuk mendukung pencalonan Umri dan berjanji akan memenangkannya pada Pilkada gubsu nanti.
Aset Kebanggaan
Disadari atau tidak, seperti diungkapkan sejumlah tokoh partai Golkar, sesungguhnya Ali Umri kelahiran Rantauprapat 40 tahun lalu, anak pasangan H Syaiful Bahri kelahiran Rantaupanjang Tanjung Pura, Kabupaten Langkat dan almarhum Hj Siti Maliah Hasibuan kelahiran Binjai asal Saba Jior, Mandailing Natal ini adalah aset yang sangat potensial dan merupakan kebanggaan partai. Umri dinilai sangat pantas dan pas, dicalonkan menjadi Gubsu pada Pilkada mendatang.
Seperti diungkapkan, Riza Fachrumi Taher, salah seorang pengurus harian Partai Golkar Sumut: “Umri itu aset yang patut dibanggakan. Memiliki nilai plus tidak hanya bagi partai Golkar, tapi juga bagi masyarakat Sumatera Utara. Didasari, penilaian itulah agaknya, dalam Rapimda (Rapat Pimpinan) Partai Golkar beberapa waktu lalu di Medan, Umri didaulat secara aklamasi untuk dicalonkan menjadi Gubsu.”
“Kalau ada kader, apalagi pengurus partai “membelot” dan mengabaikan komitmen kesepakatan Rapimda itu, saya pikir sama artinya dengan “pengkhianatan”. Apa wajar sebagai kader, mendukung calon lain, sementara ketua partai sendiri dari segala aspek memenuhi kriteria persyaratan, bahkan memiliki nilai plus dari balon-balon lain,“ tegas Riza menanggapi kemungkin balon lain diusung partainya.
Riza yakin partainya konsisten dengan kesepakatan Rapimda itu, tidak akan ada konvensi lagi untuk penjaringan balon. Hanya tinggal menunggu waktu hari “H” penetapan. Dia juga yakin DPP Partai Golkar akan mendukung komitmen Rapimda itu. Dia yakin DPP tidak akan mengintervensi tatanan yang sudah disepakati daerah. Andaikan DPP melakukan pemaksaan di luar kesepakatan itu, eksesnya akan sangat berdampak fatal terhadap keberadaan partai itu dalam Pemilu 2009. Karena itu saya yakin, DPP tidak akan melakukan intervensi merubah kesepakatan itu,” tegasnya.
Pendapat yang sama juga dikemukakan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, H Syahrul Pasaribu, SH. “Calon Golkar sudah jelas, Ali Umri. Apalagi yang harus dibahas,” katanya dalam percakapan saat berlangsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Provinsi Sumatera Utara 2007 di Bina Graha Medan.
Terkait dukungan yang terus mem-bludak dari berbagai daerah dan elemen masyarakat, tak urung memang berbagai upaya dari pihak tertentu berusaha menjegalnya. Itulah sebabnya dalam berbagai kunjungannya ke daerah, dia terlihat tetap bersahaja. Umri lebih cenderung terus mengevaluasi, apakah dukungan itu benar-benar murni atau hanya sekadar lip service, sebelum menyatakan diri siap dicalonkan atau mencalonkan diri.
Bersikap Kenegarawanan
Sikap Umri itu agaknya menunjukkan dia seorang pemimpin besar dan berjiwa kenegarawanan, lebih mengutamakan keutuhan persatuan dan kesatuan masyarakat ketimbang mengutamakan kepentingan pribadi meski pun sesungguhnya hal itu pantas dan wajar diraihnya.
Boleh jadi, sikap itu menurun dari ayahandanya, H.Syaiful Bahri yang selalu mengajarkan kesadaran tanpa pemaksaan kehendak untuk mencapai tujuan. Selain itu, sifat orang-orang yang lahir di bawah zodiag Aries apalagi tepat tanggal “9” seperti Umri, memiliki kepribadian yang khas. Tegar, keras tapi berjiwa seni, enerjik, familiar, inovatif, percaya diri, tidak pendendam dan selalu siap berkorban untuk siapa saja. Sikap itu sejak kecil seperti dikemukan sejumlah kerabat yang mengenalnya, diakui sangat melekat dalam diri Umri sampai sekarang. AEP (Berita Indonesia 38)
Biodata
Nama : HM Ali Umri, SH,SpN, MKn
Lahir :Rantauprapat, 9 April 1966
Agama : Islam
Pendidikan terakhir: Magister Kenotariatan, USU-2004
Jabatan: - Walikota Binjai
- Ketua DPD Tk I Partai Gokar Sumut
Karir:
1. Ketua DPD AMPI Binjai (1993-1999)
2. Sekretaris MPI KNPI Binjai (1997-2001)
3. Sekretaris Ikatan Sarjana Melayu Indonesia Binjai (1999-2004)
4. Bendahara MABMI Binjai (1999-2004)
5. Ketua GAPENSI Langkat (1996-2000)
6. Wakil Ketua KADIN Langkat (1997-2002)
7. Ketua ARDIN Langkat (1995-1999)
8. Ketua HIPPI Binjai (1994-1999)
9. Wkl.Ketua DPD Golkar Binjai (19982003)
10. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Binjai (1999)
11. Walikota Binjai (2000-2005)
12. Ketua DPD Golkar Binjai (2004)
13. Walikota Binjai periode kedua (2005-2010)
14. Ketua DPD Partai Golkar Sumut (2004-2009)
15. Ketua IKA-MKN Sumut (2005)
16. Ketua GAMI Sumut (2005)
17. Ketua Forum Komunikasi Kenotariatan Indonesia (2007)
18. Ketua Dewan Penasehat Al Ittihadiyah Sumut
19. Dewan Penasehat Angkatan Muda Siliwangi Sumut
20. Ketua Dewan Penasehat Tarbiyah Islamiyah Sumut
21. Presiden GAMI
22. Ketua Forum Komunikasi Kenotariatan Indonesia
| < Prev | Next > |
|---|



