Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Politik Menjaring Bakal Calon Gubernur DKI
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Menjaring Bakal Calon Gubernur DKI

E-mail Print PDF

Sejumlah nama bakal calon gubernur DKI Jakarta mulai mengemuka. Parpol pun memasang strategi. Saling mengintip bakal calon yang akan diusungnya.

Kandidat calon gubernur dai kiri ke kanan, Faisal Basri, Bibit Waluyo, Hidayat Nurwahid, Sarwono KusumaatmajaPemilihan Gubernur DKI Jakarta baru akan dilakukan tahun depan. KPUD pun masih belum menunjukkan aktivitasnya. Namun sejumlah nama bakal calon sudah mengemuka. Mereka sudah mendekati partai-partai politik sebagai kendaraan politiknya menuju kursi orang nomor satu di DKI Jakarta. Sederetan nama bakal calon (balon) gubernur itu diantaranya Agum Gumelar, Sarwono Kusumaatmadja, Hidayat Nur Wahid, Fauzi Bowo, Bibit Waluyo, Adang Daradjatun, Faisal Basri dan Rano Karno. Beberapa kandidat bahkan mulai melakukan aktivitas yang mengarah pada pengenalan figur mereka kepada warga masyarakat Jakarta.

Kegiatan ini tak hanya dilakukan para bakal kandidat gubernur. Namun juga di kalangan partai politik itu sendiri. Selain menetapkan beberapa kriteria, sejak beberapa waktu lalu sejumlah parpol sibuk mengatur strategi menampung nama-nama balon yang akan diusungnya dalam pilkada nanti.

PDI-P dikabarkan sudah menampung empat balon yakni Agum Gumelar, Sarwono Kusumaatmadja, Bibit Waluyo dan Faisal Basri. Pengamat ekonomi Faisal Basri mengaku memilih PDI-P karena merupakan satu-satunya partai yang membuka ruang pada siapapun. (Indo Pos, 3/8)

Kandindat lain calon gubernur DKI Jakarta, Agum Gumelar, Fauwzi Bowo, Adang Darajatun, dan Rano KarnoSeperti halnya Faisal Basri, Bibit Waluyo juga menyatakan dirinya sudah bulat untuk mencalonkan diri sebagai kandidat gubernur melalui PDI-P. “Saya sudah bulat untuk mencalonkan diri sebagai kandidat gubernur,” tegasnya. Tentang ketatnya persaingan dengan balon lain seperti Agum Gumelar dan Sarwono, mantan Panglima Kostrad dan Pangdam Jaya ini menyerahkan sepenuhnya kepada PDI-P.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berlatarbelakang agamis ternyata lebih cenderung mencari balon yang berlatar belakang nasional ketimbang agamis atau yang paralel lurus dengan garis partai. Apa alasannya?

“Banyak alasan dan pertimbangannya,” ujar Selamat Nurdin, Ketua Departemen Kepeloporan pemuda Bidang Pembinaaan PKS yang sekaligus Ketua Tim Verifikasi Pemilihan Cagub dan Cawagub. Nurdin menyebut salah satu alasan adalah gubernur tepilih akan memimpin jutaan orang dari latar belakang budaya dan agama yang berbeda. “Di Jakarta orangnya beraneka ragam, sangat tidak mungkin kalau PKS ngotot untuk memilih cagub dengan patokan agama,” ujarnya.

Anggota DPRD Jakarta itu berharap Cagub yang diusung PKS nanti akan mampu menetralisir semua permasalahan tanpa harus melihat dari sisi agama saja. “Nasionalis yang kami maksud yaitu bisa memberi kebebasan pada masyarakat Jakarta untuk bisa berkembang tanpa harus melihat dikotomi agama yang dianut,” paparnya.

Selain berjiwa nasional, calon yang diusung partai ini juga harus berjiwa reformis. Jika terpilih menjadi Gubernur harus bisa membawa perubahan bagi kota Jakarta ke arah yang lebih baik. Jika kedua kriteria itu tidak dijalankan, ada kekhawatiran Cagub itu hanya bisa ongkang-ongkang kaki menikmati kemenangan. Padahal melihat kondisi DKI Jakarta, masih banyak yang harus diubah dan digali untuk kepentingan masyarakat. Lantas siapa calon yang akan diusung?

Berdasarkan verifikasi yang dilakukan, Adang Darajatun yang kini menjabat Wakil Kepala Polri menjadi pilihan. Tapi karena agenda pilkada masih jauh, PKS belum berani menentukan apakah nantinya Adang yang akan dipilih PKS untuk maju dalam Pilkada 2007 atau ada figur lain yang sejiwa dengan Adang. “Kita lihat saja tanggal mainnya,” tandasnya.

Ketua DPW PPP DKI Jakarta Ahmad Suaidy dalam suatu kesempatan menyatakan balon gubernur DKI dari PPP akan dibahas dalam Muswil awal Sep 2006. Kemungkinan hanya akan ada dua nama balon. Nama itu akan dimunculkan bertepatan dengan dibukanya pendaftaran calon oleh KPUD awal tahun depan.

Sementara ini perhatian PPP terfokus pada Fauzi Bowo dan Agum Gumelar. Sedangkan nama Bibit Waluyo dicoret karena yang bersangkutan sudah melamar ke PDI-P.

Sementara Partai Golkar, sebagaimana dituturkan Wakil Ketua Umumnya, Agung Laksono, lebih mengarah kepada figur Fauzi Bowo yang kini menduduki jabatan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. “Wacana yang berkembang di DPP Partai Golkar mengarah pada Fauzi Bowo,” kata Agung (Republika 15/8).

Namun sesuai ketentuan di Partai Golkar, proses penetapan calon akan dilakukan melalui proses konvensi. Dalam proses konvensi ini, DPP memiliki 40% suara, DPD I 20% dan DPD II 40%. Selain itu juga akan melihat hasil survei lembaga independen. “Kalau hasilnya sama akan ditindaklanjuti,” tambahnya.

Alasan melirik Fauzi, karena dinilai sukses mendampingi Sutiyoso dalam menjalankan tugasnya. Fauzi juga dianggap sukses mengembangkan secara sistemik pengembangan SDM di DKI Jakarta. “Karena itu diharapkan Fauzi bisa menduduki calon gubernur DKI dari PG,” tambahnya.

Di kalangan DPD Partai Golkar, nama Ade Supriyatna juga sempat mengemuka sebagai balon Gubernur. Bahkan di DPD II nama Ade lebih populer ketimbang Fauzi Bowo. “Saya tidak mengatakan siapa yang akan maju karena partai sendiri belum menentukan. Semua harus melalui mekanisme yang telah ditentukan partai. Tapi Golkar akan tetap memprioritaskan kader terbaiknya dulu untuk maju,” kata Watty Amis SH dalam acara kunjungan reses anggota F-PG DPR di DPD II PG Jaksel (5/8). Kemungkinan Partai Golkar bisa menentukan balon yang diusungnya setelah Rapimda pada akhir September mendatang.

Mencuatnya nama Ade yang kini menduduki kursi Ketua DPRD DKI Jakarta ke bursa Pilkada DKI Jakarta sempat membuat sewot Ketua DPD PDI-P Jakarta, Agung Iman Sumanto. Pasalnya, partai berlambang pohon beringin itu dinilai mengingkari janji mendukung PDI-P mengusung cagub dan cawagub di Pilkada 2007.

Sebelumnya, melalui koalisi kebangsaan yang dilakukan PDI-P dan Partai Golkar berhasil mendudukkan Ade sebagai Ketua DPRD DKI hasil Pemilu 2004. “Kalau mau jujur, dengan tujuh suara yang didapat Golkar, mustahil bisa menduduki pimpinan Dewan. Kalah jauh dari Ahmad Heryana (F-PKS) yang menjadi pemenang Pemilu 2004 yang lalu. Saya hanya minta Golkar bisa bersikap elegan,” kata Agung berharap. SP (Berita Indonesia 21)


Tak Ada Calon Yang Dominan
Dari sekian banyak bakal calon Gubernur DKI Jakarta, ternyata tidak ada yang lebih dominan. Ini gambaran yang diperoleh berdasarkan hasil jajak pendapat yang digelar Soegeng Suryadi Syndicate.

Jajak pendapat untuk merekam “mimpi” warga Jakarta terhadap gubernurnya mendatang dilakukan 12 -16 Juli lalu, mencakup 1.250 orang warga Jakarta yang menjadi respondennya. Mereka dipilih secara acak di 134 kelurahan dari 43 kecamatan yang ada di Jakarta.

Direktur Eksekutif lembaga ini, Sukardi Rinakit kepada pers (15/8) mengungkapkan, ada lima besar balon gubernur yang menonjol. Namun di antara mereka tak ada yang dominan. Yakni Agum Gumelar di tempat pertama (17,56%), disusul Hidayat Nur Wahid (17,39%), Sarwono Kusumaatmadja (16.98%), Rano Karno (15,75%) dan Fauzi Bowo (15%). Sedangkan untuk calon wakil gubernur, Faisal Basri menepati urutan pertama dengan skor 24,40%. Disusul Rano Karno (21,76%), Fauzi Bowo (20,45%) dan Siti Nurbaya (8,66%).

Kalangan responden tidak lagi mempersoalkan apakah calon gubernur dan calon wagub itu dari kalangan militer atau sipil. Mereka lebih menitikberatkan kepada kepribadian (33,14%), kepemimpinan (28,77%), kepedulian ( 13,85%) dan kepandaian (10,39%).

Berdasarkan jajak pendapat itu, masyarakat Jakarta “memimpikan” lingkungan kota yang bersih, aman dan memiliki fasilitas umum yang nyaman. Mereka menginginkan gubernur mendatang lebih memprioritaskan peningkatan keamanan dan ketertiban umum, pembenahan lalu lintas, serta penataan lingkungan kota .SP (Berita Indonesia 21)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com