Perempuan berpengaruh versi Globe Asia dan Metro TV ini mencurahkan hidupnya di dunia yang dipandang sebelah mata.
Memang berbagai stigma buruk itu tak membuat pemilik nama lengkap Baby Jim Aditya menyerah begitu saja. Perempuan bernama asli Baby Siti Salamah kelahiran Jakarta, 5 Desember 1962 ini sudah terbiasa dengan sesuatu yang membuat dirinya dicemooh. Baginya itu adalah risiko dari pilihan yang diambilnya.
Pemerintah maupun lembaga-lembaga swasta menurut Baby belum begitu tertarik dengan masalah yang menurut Baby sudah menjadi bencana nasional buat Indonesia, dengan perkiraan, sebanyak 80 hingga 100 ribu warga Indonesia telah terjangkit virus HIV.
Acapkali ketika melakukan pendampingan bagi para korban HIV/AIDS, Baby mengaku sedih. Apalagi bila dia menengok mereka (pengidap AIDS) yang terbaring dalam keadaan tak berdaya. Baby bukan hanya mendampingi pasien, tapi juga orang tua pasien, anak-anak pasien kalau mereka telah mempunyai anak, atau pasangan hidupnya. Baby mendatangi mereka untuk memberinya kekuatan, pengertian, support supaya tabah menerima kenyataan. Dia mengaku sedih bila korban sampai meninggal.
Selama ini aktivitas penyuluhan yang dilakukan Baby berada di lokalisasi-lokalisasi, rel-rel kereta, dan terminal. Di Yogya, dia mengaku sering melakukan penyuluhan di Stasiun Tugu dan Lempuyangan. Baby juga melakukan penyuluhan pada sopir-sopir truk di Pantura, daerah Rawa Bebek, Prumpung, Taman Lawang (Jakarta Pusat) dan juga di Prumpung (Jakarta Utara). Baby juga kerap melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah, pada ibu rumah tangga, perusahaan-perusahaan. Bahkan sekarang Baby melakukan penyuluhan hingga ke lembaga pemasyarakatan.
Dalam melakukan aktivitasnya, Baby sering memakai biaya sendiri. Dia juga melakukan pendampingan untuk kalangan pecandu narkotik.
Pergulatannya yang keras sebagai tulang punggung keluarga dan pertemuannya dengan masyarakat bawah membuat Baby gampang tersentuh dengan penderitaan orang lain. Ayahnya meninggal saat Baby masih duduk di bangku SMA kelas dua, sehingga memaksanya harus bekerja keras menghidupi ibu dan enam orang adik-adiknya.
Ketika kabar penyakit AIDS mulai terdengar sekitar tahun 1985-1986, jiwa Baby terpanggil untuk mengetahui lebih jauh tentang penyakit mematikan itu. Sekitar awal tahun 90-an, Baby akhirnya terjun dalam dunia yang dianggap sebelah mata itu.
Pada tahun 1995, Baby mulai terlibat dalam kegiatan peningkatan kesadaran masyarakat akan masalah HIV/AIDS melalui berbagai acara. Mulai dari penyuluhan langsung ke pangkalan-pangkalan truk di pantai utara, para pekerja seks Kramat Tunggak, sampai membuat pementasan drama bertema AIDS. Karena ia kebetulan aktif di teater Koma.
Bukan sebatas itu saja, Baby aktif mengikuti berbagai pelatihan dan kongres/konferensi seputar masalah HIV/AIDS baik di dalam maupun di luar negeri seperti Kongres International AIDS untuk kawasan Asia Pasifik tahun 1997 di Manila, Filipina. Kongres International AIDS se-Dunia tahun 1998 di Jenewa, Swiss. Progam Studi Banding Sistem Kesehatan Reproduksi & AIDS di Amsterdam, Belanda tahun 1999. Kongres International AIDS untuk Kawasan Asia Pasifik tahun 1999 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kongres International Kesehatan Reproduksi untuk Asia Pasifik tahun 2001 di Manila, Filipina. Kongres International AIDS untuk Kawasan Asia Pasifik tahun 2001 di Melbourne, Australia.
Babby sangat bersyukur suami dan dua anaknya, Gior Getarcipta, (16 tahun), dan Zaro Megagenta, (12 tahun) mendukungnya. Atas aktivitasnya itu, Baby seringkali mendapat penghargaan. Dia termasuk 9 dari wanita penerima Inspiring Women Award 2007 Metro TV. Sementara delapan perempuan lainnya adalah Nia Dinata (produser dan sutradara), Saur Marlina Manurung (praktisi pendidikan orang rimba), Martha Tilaar (pebisnis kosmetika), Herawati Diah (tokoh pers nasional), Miranda S Goeltom (ekonom dan penggiat seni budaya), Kompol Sri Suari Wahyudi (staf khusus Kapolri yang giat menangani masalah TKI), dan Susi Pudjiastuti (pengusaha perikanan khusus lobster). Baby terpilih karena dianggap sebagai tokoh perempuan yang telah memberikan inspirasi kepada perempuan lain. Baby juga dinobatkan sebagai perempuan paling berpengaruh versi majalah Globe Asia 2007. zah (BI 53)
| < Prev | Next > |
|---|



