Proses pertandingan Rahman untuk mempertahankan gelar juara tinjunya tidak semulus Chrisjon. Siapa promotor pertandingan Rahman vs Condes, belum jelas. Guna menembus kebuntuan, lelang mungkin terpaksa ditempuh.
Muhammad Rahman masih harus bersabar menuju pertandingan mempertahankan gelar kelas terbang mini (47,6 kg) IBF. Rahman yang direncanakan melawan petinju Filipina, Florante Condes, jadi molor lantaran belum ada kepastian promotor pertandingan.Promotor nasional, Soeryo Guritno dan Albert R. Papilaya memiliki peluang yang sama untuk memanggungkan laga Rahman. Tapi Albert terkesan lebih ngotot karena berani mengajukan bayaran Rp 750 juta, sedangkan Soeryo biasa-biasa saja. Seusai mementaskan Rahman vs Benjie Sorolla, Desember 2006, dia pernah berkata sudah enggan mempromotori Rahman.
Seperti diberitakan tabloid Bola (23/3), masalah makin rumit dengan keinginan promotor Amerika, Bobby Bostic yang ingin membawa laga Rahman vs Condes ke Negeri Paman Sam, karena dia punya kontrak dengan petinju Filipina tersebut. Kalau perebutan ini tak kunjung usai, tak ada jalan lain kecuali dilakukan lelang.
Menurut rencana lelang pertandingan akan digelar pada bulan Mei di Miami AS berbarengan dengan konvensi badan tinju tersebut. Lelang harus dilakukan jika sampai 23 Maret tak juga ada keputusan soal promotor Rahman.
“Begitulah kesepakatannya, saya sudah menyiapkan semuanya untuk lelang, termasuk memanfaatkan penata tanding Sampson Lewcowicz, yang sering membantu kita. Saya tidak khawatir jika ada promotor Indonesia lain yang ikut lelang,” ujar Ndondo. Pertarungan Rahman vs Condes dijadwalkan 5 Mei. Tapi dengan kondisi seperti ini, kemungkinan besar laga masih akan molor. Entah sampai kapan. SBR (Berita Indonesia 35)
| < Prev | Next > |
|---|



