Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Olahraga Persik Samai Persebaya

Persik Samai Persebaya

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Persik Kediri tampil menjadi juara  Ligina 2006 yang sebelumnya juga menjadi juara ligina 2003 dan menyamai rekor saudara tuanya yang juga juara ligina sebanyak dua kali Persebaya SurabayaPerjalanan Panjang Liga Indonesia musim 2005-2006 telah usai. Tim ‘Macan Putih’ Persik Kediri akhirnya menasbihkan diri sebagai yang terbaik di musim kompetisi ini. Tim asal kota tahu itu berhak mewakili Indonesia mengejar juara Liga Champion Asia. Demam bola tampaknya merasuk ke mana-mana. Pasca kejuaraan Piala Dunia Jerman, ternyata di tanah air masih menyisakan kompetisi lokal yang tak kalah bergairah. Kompetisi yang dikenal dengan Liga Djarum Indonesia (Ligina XII) yang panjang dan melelahkan telah berakhir di Stadion Manahan Solo Minggu (30/7). Dalam laga final mempertemukan dua tim terbaik, Persik Kediri dan PSIS Semarang.

Pertarungan dramatis benar-benar dijalani kedua tim dengan semangat juang yang tinggi. Skor kacamata tak berubah sepanjang 2 x 45 menit. Sehingga untuk menentukan sang juara harus dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Dalam keadaan sama kuat, kedua tim tidak saja dituntut untuk menerapkan strategi jitu, tetapi juga stamina dan mental bertanding yang mumpuni.

Dan terbukti, tim ‘Macan Putih’ berhasil mencuri kemenangan atas PSIS Semarang dengan skor tipis 1-0 lewat tandukan kepala striker asing asal Uruguay, Christian Gonzales, pada menit ke 107, babak perpanjangan waktu.

Bagi Persik Kediri gelar tersebut merupakan gelar kedua sepanjang keikutsertaannya dalam Liga Indonesia. Gelar pertama diraihnya pada tahun 2003, yang pada saat itu diarsiteki oleh mantan bek kiri tim nasional Jaya Hartono. Sukses Persik kala itu boleh dikatakan sangat fenomenal. Sebab mereka menjadi yang terbaik di tanah air lewat kompetisi penuh. Dan yang perlu diingat adalah waktu itu ‘Macan Putih’ juga berstatus sebagai tim debutan dari Divisi I. Musim ini Persik Kediri lahir kembali menjadi juara setelah ditangani pelatih kawakan Daniel Rukito.

Samai Persebaya
Prestasi Persik Kediri yang berhasil meraih gelar juara kedua kalinya menyamai prestasi Persebaya Surabaya yang meraih gelar juara Ligina pada tahun (1997 dan 2004). Manajer Persik Kediri Iwan Budianto, mengaku, selain menyamai saudara tuanya Persebaya, bagi timnya ada sebuah makna lain yang bisa dipetik dari keberhasilannya kali ini. Hal itu terkait dengan sejarah dan perjalanan kedua tim.

“Publik bola di tanah air jelas sudah paham dan kenal dengan Persebaya sejak era perserikatan. Dan Green Force merupakan salah satu kekuatan tradisional sepakbola nasional. Kondisi itu jelas bertolak belakang dengan Persik. Tim asal kota Tahu ini baru dikenal publik bola setelah mereka membuat kejutan pada Ligina IX lalu dengan status debutan dan berhasil memuncaki klasemen di akhir kompetisi,” ujar Iwan.SB (dari berbagai sumber) (Berita Indonesia 19)


Yang Terbaik di Ligina XII 2006
Juara  : Persik Kediri
Runner Up  : PSIS Semarang
Tim Fair Play  : Persemin Minahasa
Top Scorrer  : Christian Gonzales (Persik Kediri)
Pemain Terbaik  : Maman Abdurrahman (PSIS Semarang)

Sejarah Juara Ligina
1.    1995 : Persib Bandung
2.    1996 : Bandung Raya
3.    1997 : Persebaya Surabaya
4.    1998 : Dihentikan
5.    1999 : PSIS Semarang
6.    2000 : PSM Makasar
7.    2001 : Persija Jakarta
8.    2002 : Petrokimia
9.    2003 : Persik Kediri
10.  2004 : Persebaya Surabaya
11.  2005 : Persipura Jayapura
12.  2006 : Persik Kediri


Fabio CannavaroMemburu dan Diburu
Menjelang bergulirnya kompetisi 2006-2007 sejumlah pemain dari klub-klub elit Eropa menjadi bidikan. Bursa transfer kian ramai. Dan saling mengklaim pun sering terjadi.

Perang urat syaraf, saling mengklaim dan saling membidik itulah yang terjadi pada klub-klub Eropa menjelang bergulirkan kompetisi tahun ini. Lihat saja bagaimana panasnya atmosfir perburuan pemain yang dilakukan oleh klub raksasa asal Spanyol, Real Madrid.  Di Liga Inggris The Blues Chelsea begitu bernafsu untuk memburu pemain. Bahkan Chelsea telah menggaet kapten tim nasional Michael Ballack dan pemain terbaik Eropa tahun 2005 Andriy Shevchenko asal Ukraina yang sebelumnya membela AC Milan Italia.

Real Madrid yang tidak berhasil meraih satu gelar juara pun pada musim lalu kini paling getol memburu pemain. Klub asal kota Madrid yang bermarkas di Barnabeu itu tak puas setelah mendapatkan tiga pemain baru Emerson dan Fabio Cannavaro (Juventus) serta Ruud van Nistelrooy (Manchester United). El Real kini tengah memburu Daniele De Rossi (AS Roma) dan Jose Antonio Reyes (Arsenal), setelah gagal membujuk gelandang Brazil yang kini memperkuat AC Milan, Kaka. Namun di tengah giatnya berburu pemain, El Real dikejutkan dengan hengkangnya bek kiri berkepala plontos asal Brasil Roberto Carlos yang akan merumput di Fenerbahce dalam liga Turki.

Justru raksasa Italia AC Milan, menghadapi musim ini dengan  memburu Kapten timnas Mali yang kini membela Lyon Mahamdou Diarra untuk bergabung dengan Rossoneri. Memang klub ini sedikit bisa bernapas lega setelah terlibat dalam skandal Calciopoli yang menghebohkan Italia dan masih bertahan di Seri A. Kabarnya untuk memboyong Diarra dan Rossoneri disiapkan dana sekitar Rp 240 miliar.

Sementara itu, juara Liga Inggris, Chelsea, meski sudah mendapatkan Michael Ballack dan Andriy Shevchenko masih ingin terus menambah kekuatannya terutama di lini belakang. Adalah Ashley Cole yang saat ini masih terikat kontrak dengan Arsenal menjadi sasaran bidikan The Blues. Ambisi Chelsea untuk terus menambah kekuatan adalah untuk mempertahankan gelar juara liga musim depan dan mengejar juara liga Champions Eropa. Demikian Radio Five Live Sport memberitakan. Sebab di musim lalu tim besutan Jose Mourinho itu gagal mencapai final di ajang kompetisi antar klub Eropa tersebut. Akankah ambisi Chelsea, Real Madrid dan AC Milan untuk menyandingkan piala Liga dan Champions tercapai. Namun catatan menunjukkan El Barca, julukan Barcelona (Spanyol) yang berhasil menyandingkan dua piala itu tak tinggal diam. Tim binaan pelatih muda asal Belanda Frank Rijkaart itu tak mau begitu saja menyerahkan mahkota juara yang kini tengah disandangnya. Tentunya persaingan bakal seru. SB (dari berbagai sumber)


Stadion Menteng Nasibmu Kini
Rencana pengalihan fungsi Stadion Menteng menjadi taman kota menimbulkan silang pendapat dan belum ada keputusan akhir.

Stadion kebanggaan yang dulu dijadikan markas ‘Macan Kemayoran’ Persija Pusat kini tinggal kenangan. Semua fasilitas dan peralatan yang ada di sekelilingnya telah dibongkar. Stadion seluas 35.488 m2 itu memang mengundang pro dan kontra terutama oleh kelompok-kelompok tertentu yang merasa paling dirugikan.

Perseteruan melibatkan pengurus Persija yang didukung Menpora dengan pihak Pemda DKI.

Bahkan pertemuan tim-9 dari Kantor Kementerian Olahraga dan Wali Kota Jakarta Pusat yang membahas sengketa stadion bekas Markas Persija pada (1/8) berakhir tanpa penyelesaian.

Beberapa pekan belakangan ini, Gubernur DKI Sutiyoso dan Menpora Adhyaksa Dault bersitegang soal stadion tersebut. Disayangkan, pada acara pemaparan di Kantor Menpora (1/8),  keduanya tidak bertemu. Kedua belah pihak tetap berpijak pada kewenangan masing-masing. Kewenangan Menpora merujuk pada UU No 3/2005 tentang olahraga, sementara kewenangan Pemprov DKI merujuk pada UU No 43/2004 tentang Pemerintahan Daerah. Namun dalam pertemuan tersebut masing-masing pihak tidak membahas kedua dasar pijakan masing-masing.

Pertemuan yang berlangsung selama 3 jam itu hanya berisi diskusi dan pemaparan Walikota Jakarta Pusat Muhayat terhadap rencana peruntukan bekas Stadion Menteng. “Tidak ada keputusan, tadi walikota memaparkan rencananya terhadap Stadion Menteng dan kami mendengarkan,” kata Sekretaris Menpora Toha Chalik sekaligus sebagai ketua tim sembilan yang dibentuk Menpora terkait masalah tersebut.

Sementara Walikota Jakarta Pusat Muhayat, tidak mau menberikan jawaban pasti tentang ada tidaknya pembongkaran lanjutan pada Stadion Menteng. “Yang pasti kami belum akan bangun apa pun,” tambahnya. SB (Berita Indonesia 19)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_5_20.jpg
Dalam pandangan publik, DPR masih stempel karet pemerintah. Mereka jinak, menurut dan tidak banyak mennyalurkan aspirasi rakyat.
utama_13_71.jpg
Setelah gempa Padang 30 September 2009, Indonesia harus bersiap menghadapi bencana-bencana lain yang sedang mengintip ingin

Visi Berita

visi_42.jpg
Terorisme bukan jihad! Teroris bukan pahlawan! Dua kalimat pendek ini perlu dikedepankan untuk meluruskan makna jihad
visi_76.jpg
Capaian besar biasanya berawal dari ‘mimpi’ besar. Tapi untuk meraihnya diperlukan upaya yang kuat dan tidak mudah

Lentera

lentera_2_66.jpg
Al-Zaytun Sumber Inspirasi (4)Syaykh al-Zaytun: Indonesia harus masuk dalam zone of peace and democracy kalau ingin
lentera_1_53.jpg
Kampus Al-Zaytun selalu menempatkan dirinya sebagai bagian dari komunitas global. Hal ini juga terlihat dari semangat
Share/Save/Bookmark