Satuan Tugas (Satgas) Pelatnas mulai mengkalkulasi cabang mana saja yang atletnya harus dikurangi. Perhitungan itu didasari perkembangan yang terjadi di Pelatnas lewat berbagai uji coba.
Dengan kondisi seperti sekarang ini, kami harus tegas. Atlet yang dikirim harus benar-benar cakap, to win the game. Jadi yang ada di Pelatnas harus atlet elite dengan tugas meraih medali emas atau perak,” sebut Achmad Sutjipto, Ketua Satgas Pelatnas, Rabu (18/5).
Rencana Satgas untuk bertindak tegas memang ditunggu sejak awal. Selama ini memang muncul pertanyaan tentang fokus strategi Satgas menghadapi SEAG 2007 yang dianggap masih gamang. Dari berbagai keputusan, tampak satgas tidak fokus kepada olahragawan yang berpeluang meraih emas. Tapi juga mengakomodasi atlet yang sama sekali tidak berpeluang. “Hal ini tidak perlu terjadi,” ujar Fritz Simanjuntak, pengamat olah raga.
Belum lagi inefisiensi biaya yang terjadi di awal pelatnas saat satgas melakukan perencanaan dengan permintaan dana Rp 300 miliar. Bukan dana yang sudah dialokasikan lewat APBN sebesar Rp 70 miliar. Walhasil, di awal Pelatnas, Satgas sempat merekrut 800 atlet sementara atlet yang berpeluang meraih medali emas hanya 100 orang.
Karena perhitungan di awal seperti itu, ditengarai terjadinya inefisiensi biaya tes kesehatan, honor untuk 700 orang olahragawan. “Ditambah bengkaknya personel Satgas, diperkirakan inefisiensi biaya mencapai sekitar Rp5 miliar,” ujar Fritz.
Fisik Masih Lemah
Karena itu, di momen pertama validasi, Satgas mulai memainkan tongkat tegasnya. Apalagi berita turunnya dana tambahan dari pemerintah, Rp 70 miliar lagi, menuntut Satgas harus lebih selektif dan efektif demi mencapai target.
Cabang panahan yang baru saja meraih perunggu di nomor compound individu putri di seri Piala Dunia di Ulsan, Korsel, menurut Sutjipto malah tidak akan memberangkatkan nomor compun. Ini setelah melihat kenyataan bahwa prestasi mereka jauh di bawah Malaysia dan Filipina. Tak hanya itu, atlet nomor recurve skornya masih di bawah 1.300. “Jadi kalaupun harus berangkat, paling hanya empat atlet,” tambah Sutjipto.
Begitu pula dengan tinju. Hanya peraih perunggu di turnamen Piala Raja Thailand dua mingggu lalu yang akan dipertimbangkan. Cabang gulat pun tampaknya hanya akan mengirim lima atlet putra, tanpa pegulat putri. SBR (Berita Indonesia 37)
| < Prev | Next > |
|---|



