Kalah 1 – 2 Atas Myanmar
Tim Indonesia gagal menjuarai Merdeka Games 2006 setelah dalam pertandingan final di Stadion Shah Alam, Slangor, Malaysia, Selasa (29/8), kalah 1 - 2 atas tim Myanmar. Kegagalan anak-anak asuhan pelatih Peter Withe ini terasa menyakitkan karena turnamen yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Malaysia itu hanya diikuti empat kesebelasan. Yakni Indonesia, Thailand, Myanmar dan tuan rumah Malaysia.
Indonesia berhasil masuk final setelah dua kali bertanding seri melawan Malaysia (1-1), Myanmar (0-0) dan menang atas Thailand (1-0).
Sedangkan Myanmar sebelumnya menang atas Malaysia (2-1), bermain imbang melawan Thailand (2-2) dan Indonesia (0- 0).
Pertandingan antara Indonesia – Myanmar yang disiarkan langsung ANTV di babak pertama berlangsung imbang. Serangan datang silih berganti. Indonesia memiliki banyak peluang namun gagal menyarangkan bola ke gawang Myanmar yang dijaga Aung Oo. Sebaliknya, pemain depan Myanmar yang bergerak cepat kerap terjebak offside.
Di babak kedua, Myanmar berhasil memanfaatkan serangan balik. Dua gol Myanmar dicetak KyawThu Ra dan kapten Soe Myat Min pada menit ke-62 dan 85. Sedangkan satu-satunya gol balasan Indonesia dibuat Zaenal Arief di menit ke-87.
Indonesia yang lebih banyak melakukan serangan di menit-menit terakhir tak mampu menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan skor 1 – 2. Kegembiraan pun meledak di kubu Myanmar. Sementara Bambang Pamungkas dan kawan-kawan tertunduk lesu.
Mengomentari kekalahan tim asuhannya, pelatih Peter Withe mengaku masih banyak kekurangkompakan di antara pemain. “Masih banyak kelemahan di tim saya. Bagaimana pun ini tim baru, jadi masih perlu adaptasi,” ujarnya kepada Koran Tempo (30/8). Sementara tim manajer Andi Darussalam Tabusalla menyatakan, para pemain tak sepenuhnya menjalankan instruksi pelatih untuk memainkan bola dari kaki ke kaki.
Atas kemenangan ini, Myanmar memboyong Piala Kemerdekaan dan uang tunai sebesar 10.000 dolar AS atau sekitar Rp 93 juta. Sementara tim Indonesia memperoleh separuhnya.SP (Berita Indonesia 21)
Inter Jungkirkan Roma
Inter Milan menunjukkan kesiapan mempertahankan gelar Liga Italia Seri A yang akan mulai bergulir 13 September mendatang. Tim asuhan Roberto Mancini ini berhasil mempertahankan Piala Super Italia dengan mengalahkan AS Roma 4 - 3 di Stadion San Siro, Milan, 27 Agustus lalu.
Kemenangan ‘Nerazzurri’ (sebutan Inter) kali ini terasa istimewa. Mereka mampu bangkit setelah sempat ketinggalan 0 – 3 dan memaksakan babak perpanjangan waktu dengan kedudukan 3 - 3. Luis Figo menjadi penentu kemenangan melalui tendangan bebasnya di menit kelima babak pertama tambahan.
Kemenangan ini sekaligus menunjukkan kesiapan mereka untuk merebut mahkota sejati Seri A musim ini setelah memperoleh ‘durian runtuh” gelar musim lalu dari Juventus. Tim Juventus yang meraih dan mempertahankan gelar itu dalam dua musim terakhir harus dicopot karena terlinat sekandal pengaturan skor musim 2004 – 2005 lalu.
Inter juga mendapat berkah dari hengkangnya dua pemain Juventus karena tak ingin bermain di Seri B. Yakni Patrick Vieria dan Zlatan Ibrahimovic. Vieria bahkan langsung memberikan bukti dengan menjaringkan dua gol ke gawang Roma, setelah ketinggalan 0 – 3 hingga separuh babak pertama.
Gol Roma pertama tercipta di menit ke-13 lewat sundulan Amantino Mancini yang memanfaatkan umpan silang Christian Panucci. Kemudian disusul gol kedua dan ketiga masing-masing oleh gelandang Alberto Aquilani di menit ke-25 dan Fransesco Totti di menit ke-28. Namun secara perlahan Inter berusaha memperbaiki penampilan dan Vieria mencetak satu gol meneruskan tendangan bebas Figo sebelum babak pertama usai.
Di babak kedua, pelatih Inter, Roberto Mancini kemudian memasukkan striker Hernan Crespo menggantikan Adriano. Mantan pemain Chelsea ini membayar kepercayaaan dengan memperkecil kekalahan di menit ke - 65. Inter kemudian menyamakan kedudukan 3 – 3 setelah tendangan melenceng Ibrahimovic jatuh ke kaki Vieria yang meneruskannya ke gawang Roma.
Keadaan berbalik untuk kemenangan Inter setelah pada menit ke lima babak tambahan Figo melalui tendangan bebas membobol gawang Roma. Inter behasil mempertahankan keunggulan atas Roma yang kehilangan Christian Chivu akibat kartu merah di menit ke-100. “Saya sangat bahagia. Ini benar-benar pertandingan ketat, tapi kami berjuang selama 120 menit dan berhasil meraih trofi,” ujar Vieira. SP/Berita Indonesia 21 (dari berbagai sumber)
| < Prev | Next > |
|---|



