Dominasi Valentino Rossi di kelas balap motor dunia berakhir. Kesalahannya memberi berkah kepada Nicky Hayden muncul sebagai juara.
Nicky Hayden menunjukkan jati dirinya sebagai pembalap sejati. Dalam posisi tertinggal di klasemen dan posisi start, pembalap Repsol Honda dari Amerika Serikat ini tak putus asa. Apalagi hampir semua orang lebih menjagokan saingannya, Valentino Rossi. Pembalap Italia itu diprediksi akan memenangkan lomba dan meraih gelar dunia untuk kali kedelapan (termasuk kelas 125 dan 250 cc) dalam MotoGP 2006 di Sirkuit Valencia, Spanyol, Minggu (29/10) lalu.
Memang tak banyak yang berani menjagokan Hayden. Karena pembalap kelahiran Owensboro, Kentucky, 30 Juli 1981 ini bukan tipe pembalap yang luar biasa dan sering menang. Seperti diberitakan Indo Pos (30/10), perjalanan karir Hayden memang tidak spektakuler. Pada 15 lomba pertama, dia merupakan satu-satunya pembalap yang meraih poin di setiap lomba. Namun dia hanya menang dua kali. Bahkan sepanjang karirnya yang dimulai tahun 2003 lalu, dia total baru menang tiga kali. Bahwa dia memimpin klasemen, itu karena Valentino Rossi beberapa kali mengalami nasib sial, seperti mengalami kerusakan motor.
Usai lomba ke-16 di Portugal pertengahan Oktober, banyak pihak yang meragukan Hyden. Dia kehilangan posisinya di puncak klasemen setelah ditabrak sesama penunggang Repsol Honda, Dani Pedrosa. Sehingga saat memasuki GP Valencia dia tertinggal 8 poin (236 -244) di belakang Rossi.
Namun bencana Portugal ini tak membuat Hayden patah semangat. Kendati mengaku kecewa, dia tetap bertekad meraih gelar ini dengan upaya sendiri, meraih kemenangan di lintasan.
Di babak kualifikasi Hayden menempati posisi start kelima. Sementara Rossi meraih pole position . Di posisi kedua dan ketiga ada pasangan Ducati Marlboro, Troy Bayliss dan Loris Capirossi yang melaju cepat luar biasa. Sehingga wajar jika orang menganggap gelar bakal jatuh lagi ke pelukan Rossi.
Namun kenyataan berkata lain. Saat lomba, dewi fortuna nyatanya berpihak kepada Hayden. Perebutan gelar secara efektif sudah berakhir pada laps kelima. Saat itu Valentino Rossi membuat kesalahan dan terjatuh. Praktis setelah itu Hayden hanya perlu menjaga posisi di urutan tiga besar. Tak perlu mengambil resiko terlalu besar dalam mengejar kemenangan dalam lomba yang berlangsung 30 laps itu.
Begitu mencapai finis, dia pun menjadi seorang juara sejati. Hayden kemudian melakukan victory laps sambil membawa bendera AS. Sementara Rossi yang mencoba kembali bangkit dan menaiki Camel Yamaha-nya tak kuasa mengejar pembalap lain di depannya. Dia hanya mampu finis di urutan ke-13.
“Dipanggil dengan sebuatan Champion rasanya menyenangkan sekali. Saya pikir gelar ini telah hilang di Portugal. Tapi kemudian ini (menjadi juara) terjadi,” ujarnya ceria seusai pertandingan.
Hayden masuk ke kancah MotoGP pada tahun 2003. Di tahun pertama itu ia dianugerahi sebagai pendatang baru terbaik dan menempati posisi kelima klasemen akhir. Kemenangan pertama Hayden di lomba MotoGP terjadi tahun lalu di Laguna Seca, AS. Pada musim ini Hayden mengantongi dua kemenangan, yakni di Laguna Seca dan di Catalunia.
Selain sukses mematahkan dominasi Rossi, Hayden menjadi pembalap AS pertama yang menjadi juara dunia setelah Kenny Robert Jr merajai kelas tertingi 500 cc pada tahun 2000. SP (Berita Indonesia 25)
Sepak Bola ke AG 2006 Tanpa Target
Cabang olahraga sepakbola akhirnya ikut diberangkatkan ke Asian Games (AG) 2006 di Daha, Qatar, Desember mendatang. Bersama 19 cabang olahraga lainnya. Sedangkan cabang atletik terpaksa dicoret karena dianggap tidak siap.
Walau tanpa target perolehan medali, ada pertimbangan khusus mengikutkan tim sepakbola yang sudah empat kali absen di even olahraga tingkat Asia itu. Terakhir sepakbola Indonesia tampil dan menjadi empat besar di Asian Games Seoul 1986.
Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi Tim Monitoring Menpora dan KONI Pusat di Jakarta, Kamis (2/11) lalu. Ke-19 cabang olahraga lainnya adalah bulu tangkis, karate, layar, bowling, voli pantai, balap sepeda, taekwondo, catur, angkat besi, kano, rowing, wushu, panahan, sepak takraw, tenis, judo, bina raga, biliar dan berkuda.
“Kita tetap berpegang pada prinsip, cabang-cabang yang dikirim ke AG minimal bisa masuk empat besar, kecuali sepak bola dengan pertimbangan khusus. Atletik kita anggap tidak mampu,” ujar Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar.
Ada dua alasan sepakbola diikutsertakan. Pertama, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Piala Asia 2007. Kedua, permintaan AFC (Federasi Sepak Bola Asia) karena Indonesia sudah empat kali tidak mengirimkan tim nasionalnya ke AG. Yang akan tampil di AG adalah Timnas di bawah usia 23 tahun (Timnas U-23). Tim ini sejak Juni berlatih di Belanda di bawah asuhan pelatih Foppe de Haan. Tim ini pula yang dipersiapkan ke Sea Games 2007.
Menpora Adhyaksa Dault mengakui beberapa cabang olahraga diberi toleransi. Namun ini merupakan yang terakhir kali diberikan. Tahun 2007 toleransi itu tidak ada lagi. Prioritas hanya diberikan untuk cabang yang berangkat untuk menang atau training to win. Dia berharap semua atlit berjuang habis-habisan. Bagi peraih medali emas dijanjikan mendapat hadiah sebuah rumah. SP (Berita Indonesia 25)
| < Prev | Next > |
|---|



