Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Olahraga Asian Games XV Doha 2006: Tim Merah Putih Gagal Capai Target

Asian Games XV Doha 2006: Tim Merah Putih Gagal Capai Target

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Dalam pesta olahraga terbesar di Asia, ASIAN GAMES yang ke-15 di Doha, Qatar, Indonesia hanya meraih dua emas, tiga perak, dan 15 perunggu. Ini menjadi prestasi terburuk sepanjang Indonesia mengikuti Asian Games sejak 1962 di Jakarta.

Taufik Hidayat menyumbangkan satu medali emas untuk Indonesia.Indonesia gagal mencapai target yang telah ditetapkan KONI pusat yakni empat emas, tujuh
perak, dan 12 perunggu. Walaupun ada delapan peluang untuk meraih medali emas. Target ini didasarkan, setelah melihat peta kekuatan Indonesia yang sedang tidak baik, bila dibandingkan dengan negara tetangga. Dari 132 atlit yang bertanding dalam 20 cabang yang diikuti kontingen Indonesia, tim Merah Putih menempati posisi pada urutan 22 dengan dua emas, tiga perak, dan 15 perunggu. Dua emas ini diraih oleh Taufik Hidayat dari cabang bulu tangkis tunggal putra dan Ryan Leonard Lalisang dari cabang boling.

Prestasi yang diraih Indonesia ini merupakan hasil terburuk selama Indonesia mengikuti Asian Games sejak 1962 di Jakarta. Saat itu, Indonesia berada di bawah Thailand di urutan kelima dengan 13 medali emas, 15 perak, dan 26 perunggu. Sementara Malaysia di urutan kesepuluh dengan 8 medali emas, 17 perak, dan 12 medali perunggu dan Vietnam di urutan ke-19 dengan tiga medali emas, 13 perak, dan 7medali perunggu.

Kegagalan kontingen Indonesia mencapai target KONI Pusat, menurut Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, disebabkan oleh lobi yang kurang kuat di tingkat Olympic Council of Asia (OCA) dan di tingkat yang lebih tinggi, International Olympic Committee (IOC), di samping kemampuan atlet yang harus terus diasah. Menurutnya, negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, Singapura banyak wakilnya yang duduk di OCA dan IOC, sehingga mereka kuat dalam hal melobi. Mennegpora mengharapkan lobi di tingkat Asia perlu ditingkatkan, menanggapi adanya keputusan-keputusan kontroversi yang merugikan atlet Indonesia seperti dalam cabang berkuda, taekwondo, dan bulutangkis. Ia mencontohkan dengan cabang berkuda, medali perunggu yang sudah dikalungkan dan Merah Putih sudah berkibar tiba-tiba bisa begitu saja dicabut.

Menanggapi tentang kegagalan Indonesia ini, pengamat olahraga yang juga Ketua Harian KONI DKI, Yudhi Suyoto (15/12) mengatakan agar pertanggungjawaban yang dilakukan adalah menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegagalan itu. Sekaligus evaluasi, apakah kegagalan kontingen Indonesia tersebut murni kesalahan atlit, kesalahan organisasi olahraga atau ada faktor lain. Sedangkan mantan atlit pencak silat Indonesia Yohansyah Lubis berpendapat lain. Kegagalan Indonesia di Asian Games Doha sudah lama diketahui oleh mereka. Menurutnya kegagalan tidak selalu berpangkal dari atlit dan pelatih saja. Tetapi banyak faktor yang menjadi penyebab diantaranya yang paling dominan adalah faktor komitmen. Misalnya komitmen pemerintah untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang masih hanya sebatas retorika. Menurut rencana, Mennegpora pada tanggal 27 Desember akan membuat laporan dan evaluasi atas hasil atlit Indonesia dia Asian Games XV Doha 2006 kepada Perwakilan Rakyat (DPR).

Bagi para peraih medali, kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga sudah menyiapkan hadiah. Peraih emas akan memperoleh uang Rp 150 juta ditambah dengan sebuah rumah. Untuk perak Rp 50 juta dan perunggu Rp 30 juta. Dan kalau ada dalam satu tim meraih dua medali emas masing-masing akan mendapat Rp 150 juta. HB, MLP (Berita Indonesia 28)


No.  Negara       Emas      Perak      Perunggu             Total
1.  RRC                165              88         63                        316
2.Korea Selatan585382193
3.Jepang                                                50      71    77 198
4.Kazakhstan                                           23         19 4385
5.Thailand                                              13     15     26  54
 
6. Iran                                                            11    15   22 48
7.Uzbekistan                                            11    14    14 39
8.India                                                        10    18     2654
9.Taiwan                       9 10 2746
10.Malaysia        17 17 42
11. Qatar     8  12  11   31
12.Singapura    8  7  12   27
13.Arab Saudi     8 6 14
14.  Bahrain 710421
15.Hong Kong   6121028
16.Korea Utara  691631
17. Kuwait  65213
18.Philipina   46919
19.Vietnam   313723
20.Uni Emirate Arab 
 
34310
21.Mongolia 
 
25815
22.Indonesia       231520
23.Suriah  2136
24.  Tajikistan   2-24
25.Jordania   1348
26Lebanon   1-23
27.Myanmar  -4711
28.Kirgistan   -268
29.Makau -167
30.Pakistan -134
31.Sri Lanka   -123
32.Irak    -112
33.Turkmenistan  -1-1
34. Laos    -1-1
35 Nepal --33
36. Afganistan  --11
36.Bangladesh --11
37.Yaman  --11

Peristiwa
Atlit Tertua dan Termuda
Usia bukan halangan untuk berkompetisi. Di arena Asian Games Doha 2006, perbedaan atlit tertua dan termuda mencapai 55 tahun. Uniknya, ”si cucu dan sang kakek” itu baru sama-sama berlaga di tingkat Asian Games. Mereka adalah Amer Ali, atlet renang Iran yang baru berulang tahun ke-10 pada 31 Agustus lalu. Satunya lagi adalah atlet biliar dari Singapura, Alan Puan Teik Chong, yang pada 17 Mei tahun ini tepat berusia 65 tahun.

Cabang Kuda
Menelan Korban
Atlet berkuda asal Korea Selatan, Kim Hyung-chil, 47 tahun, terjatuh dari kudanya saat berlaga di nomor cross country. Dia tak pernah sadar dan akhirnya meninggal di rumah sakit (7/12). Sementara delegasi teknis Federasi Berkuda Internasional (Federation Equestrian International/FEI) Andy Griffiths mengatakan bahwa penyebab kematian tersebut adalah murni kecelakaan, bukan karena hujan dan kondisi lintasan yang buruk.

Jepang Dominasi Cabang Renang
Jepang mendominasi cabang olahraga renang setelah berhasil meraih 16 emas dari 38 emas yang diperebutkan. Keberhasilan Jepang ini mematahkan ambisi China untuk mendominasi cabang olahraga ini.

Triatlon yang Pertama di Asian Games Doha 2006
Cabang olahraga triatlon adalah cabang olahraga baru yang resmi diperlombakan dalam ajang Asian Games Doha 2006. Cabang olahraga ini terdiri dari tiga cabang yakni renang, lari dan sepeda. Dalam perlombaan ini, atlit Dmitri Gaag dari Kazkhstan dan Wang Hongni dari China tercatat sebagai peraih emas pertama putra dan putri.

Kisah Sedih Tim Berkuda Indonesia
Kejadian sedih dialami tim berkuda Indonesia di Asian Games Doha 2006 (8/12). Medali perunggu yang telah diraih tim berkuda Endarjanto Bambang Soemarsono, Dikie Mardiyanto, Asep Lesmana, dan Andry Prasetyono ditarik kembali akibat protes tim berkuda India. Karena sepatu yang dipakai Andry tidak sesuai dengan ketentuan. Padahal hal, sebelumnya hal tersebut tidaklah masalah, karena sepatu itu sudah diperiksa oleh delegasi teknis panitia sebelum pertandingan. Merasa tidak terima Indonesia melakukan banding ke Komite Olimpiade Asia namun kalah.

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_5_20.jpg
Dalam pandangan publik, DPR masih stempel karet pemerintah. Mereka jinak, menurut dan tidak banyak mennyalurkan aspirasi rakyat.
utama_13_71.jpg
Setelah gempa Padang 30 September 2009, Indonesia harus bersiap menghadapi bencana-bencana lain yang sedang mengintip ingin

Visi Berita

visi_42.jpg
Terorisme bukan jihad! Teroris bukan pahlawan! Dua kalimat pendek ini perlu dikedepankan untuk meluruskan makna jihad
visi_76.jpg
Capaian besar biasanya berawal dari ‘mimpi’ besar. Tapi untuk meraihnya diperlukan upaya yang kuat dan tidak mudah

Lentera

lentera_2_66.jpg
Al-Zaytun Sumber Inspirasi (4)Syaykh al-Zaytun: Indonesia harus masuk dalam zone of peace and democracy kalau ingin
lentera_1_53.jpg
Kampus Al-Zaytun selalu menempatkan dirinya sebagai bagian dari komunitas global. Hal ini juga terlihat dari semangat
Share/Save/Bookmark