Arema membuktikan keunggulannya dalam partai final lawan Persipura di turnamen Copa Indonesia 2006. Arema mewakili Indonesia ke Liga Champions Asia 2007.
Rupanya Piala Copa Indonesia enggan meninggalkan kota Malang. Kesebelasan Arek-Arek Malang alias Arema tak sudi melepas piala tersebut dari genggamannya, menundukkan Persipura dengan angka telak 2-0 pada pertandingan final Copa Indonesia 2006, di stadion Delta Sidoardjo, Jawa Timur (16/9).
Arema yang mendapat julukan tim Singo Edan (singa gila), kedua kalinya memenangkan turnamen yang juga dijuarainya tahun lalu. Arema memang pantas menjadi juara lantaran kekompakan dan konsistensi di dalam menjaga tempo permainan. Hasilnya cukup meyakinkan, skor 2-0 sampai pertandingan usai. Arema asuhan Benny Dollo, membuat tim burung merak Persipura tak mampu mengembangkan pemainannya.
Atas kemenangan ini, Arema mendapat piala bergilir, piala tetap dan medali emas serta hadiah uang tunai Rp 1,5 miliar. Arema juga mendapat bonus tambahan Rp 500 juta untuk mempersiapkan tim ke perebutan piala Liga Champions Asia 2007. Sedangkan Persipura, Jayapura, sebagai runner-up memperoleh piala tetap, medali perak dan hadiah uang Rp750 juta. Di peringkat ketiga, Persija, Jakarta, mengalahkan PSMS Medan 2 – 0, mendapat piala tetap, medali perunggu dan uang Rp 350 juta.
Kehebatan Arema ketika melawan Persebaya, Surabaya (4/9), untuk memperebutkan urutan delapan besar Piala Copa, dihentikan oleh para pendukung fanatik Persebaya. Pertandingan tersebut dihentikan akibat tindakan anarkis para Bonek Surabaya, dua menit menjelang pertandingan berakhir, di saat skor draw 0-0. Pada pertandingan sebelumnya di kandang Arema, Persebaya kalah 0-1.
Kesebelasan arek-arek Suroboyo tersebut gagal masuk ke perdelapan final. Bonek yang frustrasi lantaran kesebelasannya takkan lolos, menyerbu ke lapangan, mengamuk, diusir keluar oleh polisi, kemudian merusak fasilitas stadion dan sejumlah mobil yang diparkir di halaman stadion 10 November, Tambaksari, Surabaya. Sebanyak 700 polisi tak mampu mengamankan amukan ribuan Bonek di stadion yang berkapasitas 23.000 penonton itu.
Keberhasilan Arema semakin lengkap atas terpilihnya Aris Budi Prasetyo sebagai pemain terbaik, dan Emalue Serge sebagai pencetak gol terbanyak ( 9 gol). Para pendukung Arema alias Aremania juga memperoleh penghargaan suporter terbaik atas perilaku mereka yang tertib selama pertandingan berlangsung. Karena itu Aremania memperoleh hadiah uang Rp 75 juta.
Satrija Budi Wibawa, manajer Arema, dikutip Indo Pos (17/9), memberi komentar singkat: “Kami patut bersyukur dengan apa yang kami raih. Tuhan memberkati kami dengan memberi kesempatan mendaatkan banyak gelar.”
Kemenangan ini juga disambut meriah oleh warga kota Malang. Kedatangan rombongan Arema di pintu masuk kota, Minggu pagi (17/9), dielu-elukan oleh para warga. Sambutan ini berlanjut dengan parade kemenangan. Anggota tim, pelatih dan manajer Arema diterima dan dijamu makan siang oleh Walikota Peni Suparto, di Balai Kota Malang. Kota Malang hari itu hampir macet total lantaran dipadati arak-arakan sepeda motor. SP,SH (Berita Indonesia 22)
Chris Juara Lagi
Kelas bulu WBA didominasi oleh petinju Indonesia. Kocek Chris Jhon terisi lagi 100.000 dolar AS atau Rp 900 juta lebih.
Petinju Chris the Dragon John menang angka atas Renan Bam Bam Acosta dari Panama. Dengan demikian Chris enam kali memegang gelar juara dunia kelas bulu versi WBA (Asosiasi Tinju Dunia) yang diraihnya sejak September 2003.
Dalam pertarungan 12 ronde di Gelanggang Olahraga Sumantri Brojonegoro, Jakarta (9/9), Chris unggul atas Acosta di semua ronde. Hakim Luis Rivera dari Amerika Serikat, memberi angka 118 – 108 untuk Chris. Sedangkan Ferdinand Estrada dari Filipina memberi angka 120 -109 dan Takeo Harada dari Jepang 120 – 107 untuk Chris.
Chris pertama kali menjuarai kejuaraan tinju kelas bulu versi WBA ketika mengalahkan Oscar Leon dari Kolombia, tahun 2003. Para penantang Chris yang ditundukkan berikutnya adalah Osamu Sato (Jepang), Jose Frojas (Venezuela), Derrick Gainer (AS), Tommy Browne (Australia) dan Juan Manuel Marquez (Puerto Riko). Dalam pertarungan yang lalu, Chris memperoleh bayaran 100.000 dolar AS setara Rp 900 juta, sedangkan Acosta dibayar 30.000 dolar AS (Rp 270 juta). SP,SH (Berita Indonesia 22)
| < Prev | Next > |
|---|



