Majalah Berita Indonesia

Saturday, Apr 29th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Olahraga Antara Dendam dan Harapan
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Antara Dendam dan Harapan

E-mail Print PDF

AC Milan memburu gelar ke tujuh Liga ChampionsFinal Piala Champions musim ini menjadi ajang paling ditunggu jutaan pecinta bola dunia. Akankah tim The Reds-Liverpool bisa menyamakan prestasinya dengan tim Rossoneri-AC Milan yang telah enam kali menjuarai Piala Liga Champions, atau malah AC Milan yang akan menambah pundi-pundi gelarnya.

Puncak final Piala Champions 2006/2007 akan diadakan di Stadion Olimpiade Athena, Yunani Rabu 23 Mei. Pertandingan final antara AC Milan dan Liverpool ini menjadi tambah menarik mengingat kedua tim merupakan wakil dari dua negara raksasa bola Eropa, Inggris dan Italia.

Bagi AC Milan sendiri, pertemuan kali ini bertambah penting sebagai ajang menebus kekalahannya dari Liverpool di final Piala Champions musim 2004/2005 di Istanbul, Turki. Kala itu AC Milan kalah melalui adu penalti dengan skor 2-3. Sebaliknya, bagi Liverpool, kesempatan ini justru dimanfaatkan untuk mengulang sukses tersebut. Dengan demikian, The Reds berharap, perolehan trofi mereka nanti sejajar dengan AC Milan, yakni enam kali menjuarai kompetisi antarklub paling bergengsi di dunia tersebut. Dorongan kepada AC Milan untuk menuntaskan dendam terhadap Liverpool diberikan bos AC Milan, Silvio Berlusconi, yang juga mantan Perdana Menteri Italia. “Liverpool tim bagus, kami berkesempatan bisa membalas kekalahan atas final dua tahun lalu. Kami akan main habis-habisan untuk raih kemenangan dan tidak akan ada kesempatan untuk adu penalti,” ujar Berlusconi seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.

Di luar motivasi tersebut, hadiah uang juga menjadi motivasi yang tak kalah penting untuk menjuarai Liga Champions. Keluar sebagai juara sudah pasti akan menambah pundi-pundi keuangan klub. Barcelona misalnya, sebagai juara Liga Champions 2005/2006 bisa memboyong uang ke markasnya sebesar 31,5 juta euro atau setara dengan Rp. 381,15 miliar. Juara tahun ini kemungkinan besar akan mendapatkan bonus yang lebih tinggi.

Dari segi prestasi, AC Milan dan Liverpool merupakan langganan juara Liga Champions setelah Real Madrid dan Juventus. Sejak pertama kali kejuaraan ini diadakan pada tahun 1955/1956, AC Milan telah enam kali keluar sebagai kampiun, yakni pada tahun 1963, 1969, 1989, 1990, 1994 dan 2003. Liverpool juga telah lima kali menjadi juara, yakni tahun 1977, 1978, 1981, 1984, dan 2005. Sementara rekor tertinggi masih dipegang Real Madrid, klub asal Spanyol dengan sembilan kali juara.

Final kali ini bertambah menarik lagi tatkala menelusuri kilas balik perjalanan kedua tim menuju babak akhir. Sebelumnya, AC Milan dan Liverpool bukanlah dua tim yang paling dijagokan bertemu di putaran final. Prediksi demikian tidak berlebihan terutama ketika di semifinal mereka harus bertemu dengan dua tim tangguh dari Inggris, Manchester United dan Chelsea. Namun sepanjang bola masih bundar, prediksi tetaplah hanya prediksi. Kenyataan harus ditunggu setelah 90 menit berlaga di lapangan hijau.

Hal tersebut dibuktikan oleh AC Milan dan Liverpool pada semifinal akhir April lalu. Liverpool di semifinal pertama, dikalahkan Chelsea 1-0. Namun pada semifinal kedua, satu gol yang dilesatkan Liverpool ke gawang Chelsea lewat Daniel Angger membuat kedudukan sampai menit ke 90 menjadi imbang, dengan agregat 1-1. Pertambahan waktu 2 kali 15 menit tetap tidak mengubah kedudukan. Pertandingan akhirnya harus diselesaikan dengan adu penalti. Dalam adu penalti, Steven Gerrard dan kawan-kawan berhasil mengungguli Chelsea 4-1. Dengan demikian, tim asuhan Rafael Benitez itu berhasil menundukkan Chelsea dengan nilai agregat 5-2.

Kepastian Liverpool maju ke babak final setelah mengalahkan Chelsea yang sebelumnya dijagokan, menjadi motivasi tersendiri bagi AC Milan melawan Manchester United di putaran semifinal kedua. AC Milan sebelumnya pada semifinal pertama mengalami kekalahan dari “setan merah” Manchester United 2-3. Tapi pada pertemuan semifinal kedua di San Siro Italia, dengan semangat pantang menyerah, anak-anak asuhan manajer Carlo Ancelotti ini berhasil mengalahkan Manchester United dengan memasukkan tiga gol tanpa balasan lewat Kaka, Clearence See­dorf dan Alberto Gilardino. Kedudukan 3-0 sampai akhir pertandingan mengantar AC Milan ke final dengan nilai agregat 5-3. Kehadiran AC Milan di final kali ini diibaratkan sebagian orang sebagai ‘kebangkitan seorang kesatria yang terluka’ mengingat kesulitan-kesulitan yang dihadapi tim ini sejak awal kualifikasi.

Dalam laga nanti, kedua tim dipastikan akan bermain habis-habisan sebab tinggal gelar Piala Championslah satu-satunya yang diharapkan kedua tim pada musim ini. Di liga domestik, baik AC Milan maupun Liverpool tidak memiliki harapan untuk bisa meraih juara. Di Serie A Italia, kesempatan sudah tertutup untuk AC Milan. Trofi scudetto telah direbut sang juara bertahan Inter Milan. Demikian juga di Liga Premier Inggris. Dengan sisa pertandingan yang ada, Liverpool sudah hampir dipastikan hanya bisa menduduki posisi ketiga atau keempat di bawah Manchester United yang sudah memastikan diri menjadi juara Liga Premier Inggris.

Secara kualitas dan pengalaman, kedua tim berimbang. Jika AC Milan bisa mempertahankan kondisi permainan gemilangnya ketika mengalahkan MU, dan sejauh Rafael Benitez, pelatih Liverpool, bisa menerapkan kepada anak-anak asuhnya untuk tetap konsisten bermain tanpa menyerah disertai serangan balik yang tajam, maka partai final ini akan menjadi tontonan sangat sayang untuk dilewatkan. MS, RIF (Berita Indonesia 38)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com