Majalah Berita Indonesia

Saturday, Apr 29th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Olahraga Basket Makin Menarik
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Basket Makin Menarik

E-mail Print PDF

Launching format basket liga Indonesia yang baru di Ballroom Hotel Four Seasons, Jakarta 25 Mei 2010Selain mengganti nama Indonesian Basketball League (IBL) menjadi National Basketball League (NBL), sejumlah perubahan juga dilakukan untuk membuat dunia bola basket Indonesia makin menarik.

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, kini perbolabasketan Indonesia memasuki era baru. Kompetisi tertinggi bola basket nasional kini berada di bawah pengelolaan PT DBL Indonesia, penyelenggara kompetisi basket pelajar terbesar, Development Basketball League (DBL). Dalam sejarahnya, kompetisi bola basket pertama kali diselenggarakan pada tahun 1982 dengan nama Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama) setelah diamanatkan Kongres Perbasi (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia) VIII Tahun 1981. Ketika itu, kompetisi masih diikuti klub-klub terkemuka dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pada tahun 2003, kompetisi berganti nama dari Kobatama menjadi Indonesian Basketball League (IBL). Namun dalam kurun waktu 20 tahunan itu, prestasi basket nasional belum mengalami peningkatan. Bahkan di berbagai daerah dirasakan penurunan. Keadaan itu mendorong para pengurus basket di daerah pada Desember 2009 sengaja menemui DBL untuk meminta kesediaannya jadi pengelola kompetisi basket nasional. Namun, karena DBL ketika itu masih mengembangkan liga pelajar, permohonan itu tidak langsung diterima. Setelah berbincang dengan berbagai pihak di dalam negeri maupun luar negeri, baru DBL bersedia. “Banyak yang mendorong kami untuk menuruti, dengan alasan untuk membantu basket Indonesia,” kata Direktur PT DBL Indonesia, Azrul Ananda.

Dengan kesediaan DBL itu, pergantian nama kompetisi pun dilakukan dari IBL menjadi National Basketball League (NBL) Indonesia. Perubahan tersebut secara resmi diumumkan di Ballroom Hotel Four Seasons, Jakarta 25 Mei 2010 yang dihadiri beberapa tokoh olahraga nasional. Selain perubahan nama dan logo, PT DBL Indonesia yang berpusat di Surabaya itu juga melakukan sejumlah perubahan lainnya, seperti jadwal dan penambahan jumlah pertandingan.

Kehadiran DBL sebagai pengelola NBL itu, mendapat apresiasi yang tinggi dari para Pengurus Besar Perbasi (PB Perbasi) dan semua pihak yang mengharapkan perkembangan bola basket Indonesia. Ketua Umum PB Perbasi Noviantika Nasution misalnya, mengaku merasa lega dengan hadirnya DBL Indonesia sebagai pengelola. “Basket Indonesia membutuhkan orang-orang muda seperti di DBL Indonesia. Visioner tapi paham menghadapi keadaan. Visi mereka sejalan dengan apa yang kami inginkan,” katanya.

Setiap tim bertemu tiga kali di NBLKetua Dewan Komisaris liga, Bella Erwin Harahap juga menilai DBL layak menjadi pengelola basket nasional karena memiliki infrastruktur yang memadai, cukup SDM, kuat dalam hal media, cukup finansial, dan memiliki jaringan kuat di lingkungan basket. Karena itu, ia berharap dengan lahirnya liga baru dan identitas baru dengan slogan “For Indonesia” itu dapat memberi suntikan semangat kepada klub-klub peserta. Untuk memberikan dukungan penuh dengan misi dan visi sama untuk mengembalikan kejayaan basket profesional Indonesia.

Walau tidak hadir saat peresmian nama baru kompetisi bola basket nasional itu, Menpora Andi Mallarangeng juga menaruh kepercayaan kepada DBL akan bisa meraih sukses yang belum pernah dicapai Indonesia sebelumnya. Bahkan, dia berharap NBL menjadi inspirasi bagi cabang olahraga lainnya di Indonesia. “Semoga NBL Indonesia pada akhirnya bisa menghasilkan prestasi tertinggi baru untuk olahraga Indonesia, serta menginspirasi olahraga-olahraga lain untuk berkembang secara profesional,” kata Andi.

Di bawah pengelolaan DBL, NBL Indonesia akan menyesuaikan diri dengan liga profesional di negara-negara yang basketnya sudah maju, dimana kompetisi selalu diselenggarakan pada akhir tahun, lalu berakhir di awal tahun berikutnya. Jadi pada musim perdana NBL Indonesia 2010-2011, musim reguler akan diselenggarakan mulai Oktober 2010 hingga Februari 2011, sementara kompetisi resmi preseason (pramusim) pada bulan Juli 2010. Kemudian, kompetisi ditutup dengan Championship Series pada Maret 2011. Delapan klub terbaik akan berkumpul di satu tempat, lalu saling menggugurkan lewat sistem single game elimination. Tim yang bertahan sampai akhir akan dinobatkan sebagai champion NBL Indonesia 2010-2011.

Dengan mengusung format yang baru itu, liga ini dipastikan akan menjadi kompetisi yang mendebarkan. Karena, setiap tim hanya punya satu kesempatan untuk menang dan lolos, meniru pertandingan National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika dan Euro League. Sementara itu, jumlah pertandingan akan bertambah signifikan. Kalau di IBL setiap tim bertemu hanya dua kali sehingga hanya bermain 18 kali semusim. Di NBL, setiap tim bertemu tiga kali sehingga setiap klub bermain 27 kali. Secara keseluruhan, NBL Indonesia akan memainkan 166 pertandingan pada musim 2010-2011. Lebih banyak dari musim IBL yang hanya sampai 130 pertandingan. SAN,BI (Berita Indonesia 77)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com