Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Olahraga Bambang Pamungkas & Elie Aiboy: Berjaya di Negeri Seberang
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Bambang Pamungkas & Elie Aiboy: Berjaya di Negeri Seberang

E-mail Print PDF

Bambang Pamungkas Keberhasilan Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy menghangatkan kembali ingatan bersama akan sejumlah mantan pemain besar Indonesia, yang pernah berjaya di sepakbola Asia seperti Iswadi Idris, Hartono, Abdul Kadir, Waskito, dan Sucipto Suntoro. Pada dekade 1960/1970 mereka merumput sebagai pemain profesional di sejumlah klub Hongkong. Indonesia saat itu sedang disegani pula sebagai kampiun sepakbola tingkat Asia. Di tahun 1980-an dan 1990-an sejumlah pemain Indonesia masih berkesempatan mengecap liga asing. Seperti Robby Darwis (klub Kelantan, Malaysia), Ricky Yakobi (Matsushita, Jepang), Kurnia Sandi (Sampdoria, Italia/tahun 1995), Bima Sakti (Helsingborg, Swedia/1995-1997), Kurniawan Dwi Julianto (Lucern, Swiss/1995-1997), dan Rochy Putirai (Instan Dick/Kitchee, Hongkong/2000-2004). Namun prestasi mereka belum membanggakan.

Menjadi Pemain Terbaik
Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy dengan sengaja telah memilih menepi dari carut-marutnya kompetisi sepakbola liga Indonesia. Keduanya lantas menjadi bintang lapangan hijau di negeri Jiran, dengan mendongkrak prestasi klub berjuluk The Red Giants itu hingga meraih Treble Winner. Bambang bahkan terpilih sebagai pemain terbaik Piala Malaysia ke-13 tahun 2005. Di final yang berlangsung 1 Oktober di Stadion Bukit Jalil, pria kelahiran 10 Juni 1980 ini berhasil menceploskan tiga gol untuk membuat hat-trick ke gawang juara bertahan Perlis. Selangor menang 3-0 atas Perlis tanpa balas.
“Ini adalah kemenangan tim. Tiga gol yang saya cetak adalah berkat kerjasama seluruh tim,” ujar Bambang, seperti dilansir situs Selangor.Com.

Indo.Pos (6/10) menuliskan, di Malaysia Bambang telah menemukan kembali nalurinya mencetak gol setelah paceklik musim lalu di liga Indonesia. Prestasi Bambang sebagai top skor dengan koleksi 39 gol di Piala Liga Perdana Malaysia, membuktikan pula kalau ia masih layak memperkuat Tim Nasional asuhan Peter Withe.

Kesuksesan sama diraih pula oleh Elie Aiboy, yang dua kali memberikan umpan matang kepada Bambang yang berakhir dengan gol. Elie menunjukkan diri sebagai pemain asing yang berkualitas dari Indonesia  dengan meraih predikat sebagai pemain terbaik di Final Piala FA, berlangsung di Stadium Shah Alam, seminggu sebelum Piala Malaysia. Selangor FC ketika itu mengalahkan Tim Perak 4-2, dua gol dicetak Bambang, satu oleh Elie, satu lagi oleh Brian Fuentes.

Elie Aiboy Bukan Pemain Sembarangan
Di halaman Dialog tabloid Bola (11/10), mantan pemain Persib Bandung Robby Darwis memastikan kalau Bambang dan Elie bukanlah pemain sembarangan. Keduanya memiliki bakat, tehnik, dan disiplin yang cukup bagus, serta beruntung berlaga di liga yang memiliki kesadaran bersama untuk maju. Kinerja wasit bisa dipertanggung jawabkan dan suporternya bertindak sangat santun.

Kata Robby, di Negeri Jiran yang sudah mulai bisa menerima pemain Indonesia itu Bambang dan Elie bisa mengembangkan diri, meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri, serta motivasi yang tinggi dan ditambah dengan uang yang melimpah pula.

Ricky Yakobi malah menyebut kalau soal uang tak usah dibandingkan. Dengan mengikuti kompetisi di luar negeri Bambang dan Elie dapat merasakan atmosfir kompetisi yang jauh berbeda dengan Indonesia, yang lalu mempengaruhi daya pikir mereka sebagai pemain profesional.

Tidak Mudah
Mengurai pengalamannya enam tahun berlaga di Hongkong, Rochy Putirai Nyong Ambon berusia 35 tahun yang menjadi top skor dengan 29 gol ketika bergabung dengan Instant Dick, menyebutkan, apa yang diraihnya di luar negeri bukanlah tanpa perjuangan.

Persaingan di liga Hongkong sangat ketat baik antar klub dan antar pemain, terutama dengan legiun asing seperti dirinya. Setiap klub selektif memilih pemain asing. Jika kualitasnya tidak lebih dari pemain lokal jangan harap bisa dikontrak. Perhatian klub sangat besar terhadap pemain lokal. Pemain asing hanya penunjang saja bagi pemain lokal.

Rochy yang saat ini membela PSPS Pekanbaru dan tampil pula sebagai striker lokal tersubur dengan koleksi 12 gol, menyebutkan, kebijakan PSSI justru memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pemain asing. Potensi pemain lokal seolah menjadi mati secara perlahan sebab semua klub ditopang oleh pemain asing, yang kualitasnya sesungguhnya tak terlalu istimewa. SB (Berita Indonesia 05)


Nama Pemain Klub Luar Negeri                         Keterangan
Bambang Pamungkas                           Selangor FC Malaysia Berlangsung
Elie Aiboy                                           Selangor FC Malaysia Berlangsung
Rochy Putiray                                     Instan Disck Hongkong 2000-2004
Kurniawan                                         DJ Luzern Swiss 1995-1997
Bima Sakti                                         Helsingborg Swedia 1995-1997
Kurnia Sandi                                      Sampdoria Italia 1995
Ricky Yakobi                                      Matshushita Jepang Selesai
Robby Darwis                                    Kelantan Malaysia Selesai
Iswadi Idris                                        Hongkong 1960-1970-an
Hartono (Alm)                                   Hongkong 1960-1970-an
Abdul Kadir (Alm)                               Hongkong 1960-1970-an
Waskito (Alm)                                   Hongkong 1960-1970-an
Sucipto Suntoro (Alm)                       Hongkong 1960-1970-an
Fernando Alonso Renault Juara Baru F-1
Renault untuk pertamakali tampil sebagai juara konstruktor terbaik lomba balap mobil Formula Satu  (F-1) musim balap 2005, bersamaan dengan keberhasilan pembalap mudanya asal Spanyol Fernando Alonso sebagai juara dunia F-1.

Pada seri terakhir Grand Prix China yang berlangsung Minggu (16/10), dan dimenangi Fernando Alonso itu, Renault memastikan diri merebut gelar juara dengan nilai akhir 191, di atas McLaren Mercedes 182 (sebelumnya sudah delapan kali meraih juara konstruktor), dan Ferari 100. Renault mulai berlaga di ajang F-1 tahun 1977 di Inggris, meraih kemenangan pertama di Perancis tahun 1979, lalu meninggalkan F-1 tahun 1985 dan kembali lagi berlaga tahun 2002.

Di Sirkuit Internasional Shanghai itulah Renault bersama Alonso mengakhiri tahap-tahap yang menegangkan. Dengan pesaing terdekat, usai Grand Prix Suzuka, Jepang, McLarenMercedes, Renault hanya terpaut dua poin. Perbedaan mobil kedua tim juga begitu tajam, Renault R25 dianggap lebih lamban dari McLaren MP4-20.

Namun hasil akhir pertandingan membuktikan Fernando Alfonso tak tertahankan untuk tampil sebagai juara dunia sejati tahun ini, mengalahkan Kimi Raikonen (McLaren Mercedes), Ralf Schumacher (Toyota), Giancarlo Fisichella (Renault), Christian Klien (Red Bull Sosworth), Fellipe Massa (Sauber Petronas), Mark Webber (Williams BMW), dan Jenson Button (Honda).

Alonso mengumpulkan poin akhir tertinggi 133, di atas Kimi Raikkonen (112) dan Michael Schumacher (62). Demikian pula dengan mobil Renalut R25,  terbukti lebih cepat dari mesin Mercedes dari McLaren yang sudah sangat dikenal dengan kecepatan mesin mobilnya di jalur balap. SB
Klasemen Akhir
KONSTRUKTOR 2005
 1. Renault 191 Poin
 2. McLaren Mercedes 182 Poin
 3. Ferrari 100 Poin
 4. Toyota 88 Poin
 5. Williams-BMW 66 Poin
 6. BAR-Honda 38 Poin
 7. Red Bull-Cosworth 34 Poin
 8. Sauber-Petronas 20 Poin
 9. Jordan-Toyota 12 Poin
10. Minardi-Cosworth 7 Poin
Pemain Dunia Hindari Eksekusi Penalti
Kesebelasan “Singa Gurun Afrika” Kamerun yang nyaris menjadi pelanggan tetap ajang Piala Dunia Sepakbola, terpaksa harus menjadi penonton saja di Jerman tahun 2006 mendatang.

Di pertandingan penyisihan terakhir melawan Mesir pertengahan Oktober lalu mereka hanya bermain imbang  1-1. Kamerun lalu disalib Pantai Gading, yang bersamaan waktunya mengalahkan Sudan 3-1 sehingga mengantar tim yang dimotori Didier Drogba ini untuk pertamakali mengecap piala dunia.

Akan tetapi yang menjadi persoalan utama adalah kegagalan bek kiri Pierre Wome mengeksekusi penalti ke gawang Mesir, membuatnya terbayang-bayang bakal mengalami nasib nyaris sama dengan Andre Escobar, bek Timnas Kolombia.

Di Piala Dunia Italia tahun 1994 Kolombia kalah 1-2 dari AS,  dan langsung tersingkir di babak pertama padahal posisinya lebih diunggulkan, setelah Escobar melakukan gol bunuh diri. Tak lama kemudian Escobar ditembak mati oleh fansnya sendiri di Bogota.

Perihal Wome, usai pertandingan sejumlah fans Kamerun langsung saja mengamuk dengan meremukkan sebuah mobil di jalanan yang diyakini milik pemain pilar Inter Milan tersebut. Rumah Wome di Kamerun dijarah, demikian pula properti milik istri dan saudara menjadi korban. Bahkan Indo.Pos (13/10)mencatat, keluarga dan orang-orang terdekat Wome saat ini sudah berada dalam perlindungan kepolisian.

Eksekusi penalti sudah menjadi hal yang menakutkan. Bahkan, kapten Timnas Inggris,  David Beckham, pun menolak menjadi algojo dan menyerahkannya kepada Frank Lampard ketika melawan Austria di penyisihan akhir Piala Dunia Jerman 2006. Hal yang sama ditunjukkan oleh pemain Portugal Luis Figo, yang memutuskan tak lagi mau mengeksekusi penalti sebelum memiliki kepercayaan diri yang tinggi. SB
Indonesia Kejar 348 Medali
Indonesia mengirimkan 637 atlet, berasal dari 36 cabang untuk meraih target 348 medali pada ajang Sea Games 2005 Filipina. Di ajang dua tahunan yang mulai bergulir 27 November hingga 5 Desember, itu ditargetkan sebanyak 60 medali diantaranya berupa emas, sisanya perak dan perunggu.

Kepala Satuan Kerja (Kasater) Sea Games, Djoko Pramono, menyebutkan, deviasi target diperkirakan maksimal 15 persen saja. Setiap atlet yang dikirim sudah diasumsikan berpotensi merebut medali.

Indonesia diharapkan akan dapat membawa pulang lebih banyak medali dibandingkan dua tahun lalu di Vietnam. Ketika itu Indonesia meraih total 222 medali (55 emas, 68 perak, 98 perunggu), menempati peringkat ketiga di bawah Vietnam dan Thailand. Kali ini di Filipina dipertandingkan lebih banyak cabang dan nomor-nomor olahraga (41 cabang), demikian pula medalinya. SB


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com