Majalah Berita Indonesia

Saturday, Apr 29th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Olahraga Selamat,Persipura Juara
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Selamat,Persipura Juara

E-mail Print PDF

Persipura Jayapura, juara Liga Djarum Indonesia 2005Persipura Jayapura membuktikan diri sebagai tim terbaik pada kompetisi Liga Djarum Indonesia 2005. Di grand final Minggu (25/9), tim “Mutiara Hitam” dari ujung timur Indonesia ini berhasil menaklukkan klub besar bertabur bintang Persija Jakarta. Saat wasit Purwanto meniupkan peluit panjang tanda akhir babak pertama perpanjangan waktu 2x15 menit, pemandangan kontras segera terlihat. Setelah bermain imbang 2-2 selama 2x45 menit Persipura Jayapura memenangkan duel melawan Persija 3-2 berkat silver goal Ian Kabes pada menit ke 101.

Persipura bergembira ria berkeliling mengitari Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, untuk menerima applaus sambil berdiri (standing ovation) dari 6.000 suporter, termasuk diantaranya Gubernur Papua JP Salossa dan Walikota Jayapura yang juga Ketua Umum Persipura MR Kambuh, yang histeria mengelu-elukan anak asuh Rahmad Darmawan ini.

Di sisi lain setelah berjuang maksimal memberikan yang terbaik bagi 60.000 pendukung The Jackmania, Persija Jakarta harus mengakui masih ada yang lebih baik dari tim binaan Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta, ini. Pemain, ofisial, dan pembina Persija berjalan ke tepi lapangan tanpa sedikitpun memberikan komentar.

Dua tahun berturut-turut Persija harus menerima kenyataan sebagai tim nomor dua, setelah tahun lalu juga takluk atas Persebaya Surabaya. Sutiyoso bersama istri Setyorini yang menyaksikan langsung pertandingan, juga tak lagi  mampu menunjukkan wajah gembiranya sebagaimana kebiasaan “Sang Gubernur Bermental Platinum” ini. Harapan besarnya memboyong Piala Presiden ke Balai Kota DKI Jakarta, harus tertunda.

Akhiri Paceklik
Berita dan foto-foto tentang Persipura esok harinya menghiasi halaman muka hampir seluruh media cetak. Bahkan ANTeve, yang memperoleh hak siar Liga Djarum Indonesia 2005 berkenan menyiarkan kembali siaran ulangnya Senin (26/9) malam.

Kemenangan  Eduard Ivakdalam dan kawan-kawan memang sangat dramatis, seru dan menarik ditonton sebab Persipura menyuguhkan permainan dengan teknik tinggi, walau mereka selalu ketinggalan gol dari Persija. Sukses Persipura semakin pantas disambut dengan pesta setelah pemain sayapnya, Christian Warobay, juga terpilih sebagai pemain terbaik pada malam itu.

Setelah 25 tahun paceklik tanpa gelar juara Persipura meraih mimpinya melalui perjuangan yang melelahkan. Berbeda dengan Persija yang sebelumnya dua kali memperoleh kemenangan tanpa tanding (WO) saat  melawan Persib Bandung di sehingga bisa menjuarai penyisihan wilayah barat, dan Persebaya Surabaya di babak delapan besar sehingga bisa melaju ke grand final.

Persipura menjadi yang terbaik dengan mengandalkan dominasi pemain lokal. Pelatih Rahmad yang mulai bergabung di awal musim 2005 membawa serta sebagian pemain dari tim lamanya, Persikota, yang dikombinasikan secara padu dengan pemain-pemain asli asal Bumi Cendrawasih Boaz Salossa dan kawan-kawan.

Persipura lebih banyak menguasai jalannya pertandingan. Setelah tertinggal 0-1 oleh gol Agus Indra di menit ke-10 anak-anak ‘Bumi Cenderawasih’ tetap menunjukkan mental pantang menyerah. Tujuh menit kemudian mereka menyamakan kedudukan setelah tendangan keras Boaz Salossa, usai menerima umpan Christian Warobay, berhasil merobek jala Persija yang dikawal Hendro Kartiko.

Pada menit ke-54 Persipura kembali ketinggalan 1-2 berkat gol Francis Wawengkang. Namun delapan menit sebelum usai pertandingan sundulan kepala Karinus Fingkrew berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Perpanjangan waktu 2x15 menit dengan sistem silver goal pun dimulai. Ketika Ian Kabes berhasil memanfaatkan sepak pojok pada menit ke-101 “Mutiara Hitam” akhirnya memastikan keunggulan, sebab di empat menit tersisa sang pelatih menginstruksikan anak asuhnya bertahan mengamankan kemenangan.

Manajer Persija IGK Manila mengakui Persipura pantas menjadi juara. Ujarnya, “Malam ini mereka bermain lebih baik dari kami.” Manila mengaku timnya kedodoran di lini tengah, sektor sentral yang dikuasai oleh Persipura sepanjang pertandingan.”“Persipura memang lebih baik dari Persija. Wajar kalau mereka menang. Kami harus menerimanya,” tambah asisten pelatih Isman Jasulmei. Sub, HT (Berita Indonesia 04)


Juara-Juara Liga Indonesia
2005 : Persipura Jayapura
2004 : Persebaya Surabaya
2003 : Persik Kediri
2002 : Petrokimia Gresik
2001 : Persija Jakarta
2000 : PSM Makasar
1999 : PSIS Semarang
1998 : Kompetisi dihentikan
1997 : Persebaya Surabaya
1996 : Bandung Raya
1995 : Persib Bandung
Lindsay Davenport (kanan) petenis peringkat dua dunia asal ASWismilak International 2005 Davenport Berjanji Kembali
Lindsay Davenport petenis peringkat dua dunia asal AS, yang menjadi unggulan pertama turnamen tenis putri WTA Tour Wismilak International 2005, mengalahkan petenis asal Italia Francesca Schiavone peringkat 28 dunia  dengan skor 6-2, 6-4. Partai final yang berlangsung Minggu (18/9), di kompleks tenis Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali hanya berlangsung 73 menit.

Bagi Davenport kemenangan di turnamen berhadiah total 225 ribu dolar AS (Rp 2,25 miliar) ini, membuat namanya sejajar dengan mantan petenis kesohor dunia Monica Seles yang sama-sama mengantongi 27 gelar di lapangan keras, di bawah Steffi Graff (37 gelar) dan Chris Evert (32 gelar). Runner up grand slam Australia Terbuka 2005 dan Wimbledon 2005 ini merebut hadiah 35 ribu dolar AS (Rp 350 juta), sedangkan Schievone kebagian 19 ribu dolar AS (Rp 190 juta).

Wismilak International 2005  adalah gelar keempat bagi Lindsay pada tahun ini. Sebelum ini ia sudah menjuarai turnamen di Dubai, Amelia Island, dan New Haven. Wismilak melengkapi gelar ke-39 bagi Lindsay sejak memulai karir profesional tahun 1993.

Kunjungan pertama Lindsay ke Bali dianggapnya bertanding sekaligus semi liburan untuk menikmati second honeymoon dengan sang suami, John Leach seorang bankir yang menikahinya 25 April 2003 lalu di Hawaii. Wanita jangkung berpostur tinggi 189 cm, yang kalau di lapangan selalu mengenakan sepatu kets putih bertuliskan “Mrs Leach” di bagian tumitnya, sangat terkesan dengan Bali.

Lindsay menyebut masyarakat Bali sangat ramah dan bersahabat. Bahkan, kepada Bola (23/9) ia menyebut sudah mempunyai beberapa teman baru di Pulau Dewata itu. Ia berjanji akan kembali lagi ke Bali tahun depan seandainya masih aktif bermain tenis. Sub, HT (Berita Indonesia 04)
Djarum Super Indonesia Terbuka
Indonesia Mantapkan Posisi Jago Ganda Pasangan ganda putra muda bulutangkis Indonesia, Markis Kidho/Hendra Setiawan, sepertinya terpecut sekali untuk berprestasi sekaligus menjawab keraguan pengurus teras PBSI.

Pasangan ini Agustus lalu batal turut diberangkatkan bertanding ke Piala Dunia Bulutangkis 2005, yang berlangsung di Anaheim, AS. Nah, di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Minggu (25/9) lalu Markis Kidho/Hendra Setiawan menunjukkan keperkasaan dengan menjuarai Turnamen Djarum Super Indonesia Terbuka 2005. Malah, dua pekan sebelumnya pasangan ini telah tampil menjadi Juara Asia.

Markis/Hendra  mengalahkan pasangan senior Chandra Wijaya/Sigit Budiarto, yang masih merupakan pasangan terbaik nomor satu Indonesia  dengan skor 15-10, 12-15, 15-3. Sebagai juara Markis/Hendra berhak atas hadiah uang tunai sebesar 18 ribu dolar AS (Rp 180 juta).

Pasangan Markis/Hendra  menyatakan tekadnya siap menjadi juara dunia. Oktober ini pasangan tersebut akan melanglang buana mengikuti turnamen Belanda Terbuka (11-16/10), dan Denmark Terbuka (18-23/10). Mereka juga berobsesi daan siap untuk menjuarai turnamen All England.

Kidho, pria kelahiran Jakarta 11 Agustus 1984 dari pasangan Djumharbety Anwar dan Yulasteria Zakaroni, sampai-sampai berjanji akan tampil konsisten untuk mewujudkan impiannya dengan terus berlatih dan bermain pantang menyerah.

Pasangannya Hendra Setiawan bertekad sama pula. Pemuda kelahiran Pemalang 25 Agustus, bungsu dari tiga bersaudara anak pasangan Ferry Yoegianto dan Kartina Christianingrum, ini sangat berharap memperoleh dukungan penuh dari masyarakat Indonesia. Ia ingin bendera Merah Putih dapat tetap berkibar di dunia internasional. Untuk itu ia akan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negaranya.

Ganda campuran nomor satu dunia, Nova Widiyanto/Lilyana Natsir, berhasil pula menjadi juara setelah menumbangkan sesama pasangan Indonesia sekaligus juniornya di pelatnas, Anggun Nugroho/Tety Yunita dengan skor 15-13 dan 15-1. Gelar ini adalah kali kedua bagi Nova/Lilyana tahun ini setelah menjadi Juara Dunia 2005 di Anaheim, AS, Agustus 2005. Sub,HT (Berita Indonesia 04)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com