Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Nasional Garuda Tak Lebih Baik dari LCC

Garuda Tak Lebih Baik dari LCC

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Pesawat Garuda jenis Boeing 737-400 hancur setelah gagal mendarat dengan baik di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Kelaikan operasional maskapai penerbangan yang membawa bendera nasional merah putih, Garuda Indonesia kini menjadi pertanyaan.

Penjual tiket pada harga tertinggi, pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-200 jurusan Jakarta-Yogyakarta, Rabu (7/3) pagi pukul 06.55 WIB terbakar hingga meledak dan hancur setelah gagal mendarat dengan baik di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.

 

Harian Kompas (8/3) melaporkan, pesawat jenis Boeing 737-400 itu mengalami dua kali guncangan hebat saat mendarat, disusul percikan api dari roda depan, “akrobat” turun dan naik tanggul sedalam tiga meter, hingga akhirnya terbakar pada posisi 300 meter di sisi timur landasan pacu bandara. Seluruh badan pesawat hancur nyaris tak menyisakan bentuk aslinya.

Seorang penumpang yang selamat setelah nekat menerobos kobaran api, Handoko Sindhunata, menceritakan, penumpang sangat panik setelah kontak pertama roda belakang pesawat dengan landasan. “Pesawat mendarat dengan keras dengan roda kiri belakang lebih dulu, disusul roda kanan. Pesawat naik lagi, dan dengan roda kiri dan kemudian kanan, baru kemudian roda depan menyentuh landasan dengan keras,” ucapnya.

Dari 140 penumpang terdiri 133 penumpang, lima awak kabin, ditambah pilot Captain Marwoto Komar dan kopilot Gagam Saman Rohmana, 22 orang diantaranya meninggal dunia. Sebagian besar penumpang berhasil meloloskan diri dari kobaran api melewati pintu darurat. Captain Marwoto adalah lulusan sekolah penerbang PLP Curug tahun 1985, yang langsung direkrut Garuda dan sudah mengantongi jam terbang sekitar 12.000 jam terbang. Bersama kopilot Gagam, Marwoto sudah teruji kecakapan terbangnya.

Apabila dilihat tingkat kerusakan gigi seri penumpang yang terbakar, diperkirakan suhu kebakaran melebihi 600 derajat Celcius. Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin yang duduk di kursi 7-D selamat. Tetapi teman satu deret dengannya Koesnadi Hardjasoemantri, yang mantan Rektor UGM Yogyakarta tak kuasa menyelamatkan diri hingga tewas.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi itu sedianya akan terbang ke Padang, Sumatera Barat menyaksikan peristiwa bencana gempa bumi yang terjadi malam sebelumnya Selasa (6/2) di Kabupaten Tanah Datar. Ia lantas mengurungkan niat bepergian, tetapi akhirnya tak juga pergi kemana-mana.
Susilo hanya menginstruksikan Menko Polhukam Widodo AS untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap hal-hal non teknis penyebab kecelakaan. Bunyi dan penerima instruksi yang tidak biasa ini menimbulkan penafsiran lain. Semisal, dugaan telah terjadi sabotase atau tindakan terorisme. Dugaan ini kuat karena terdapat sembilan warga negara Australia dalam pesawat, yang akan mengikuti agenda Menlu Australia Alexander Downer bertemu dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan petinggi PP Muhammadiyah, di Yogyakarta siang hari itu. Tetapi dugaan ini ditepis oleh banyak pihak.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terjun melakukan investigasi penyebab kecelakaan. Ketua tim investigasi Mardjono S, didampingi Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan kotak hitam (black box) pesawat yang terdiri dari rekaman pembicaraan kokpit (cocpit voice recorder), tidak terbaca dan dikirim ke pabrik Boeing di AS. Sedangkan rekaman data penerbangan (flight data recorder) mengungkapkan kecepatan angin hanya 5 km/jam.

“Kami tidak memiliki reader (alat baca) sehingga harus dibawa ke Australia. Untuk membaca black box tidak diperlukan waktu lama. Yang lama adalah interpretasinya,” kata Mardjono.

Direktur Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara (DSKU), Departemen Perhubungan Yurlis Hasibuan mengatakan tak akan mengandangkan pesawat tipe Boeing 737-400, sebagaimana pernah dilakukan terhadap tujuh pesawat tipe Boeing 737-300 milik AdamAir pasca musibah di Bandara Juanda Surabaya 21 Februari 2007.

“Pesawat AdamAir kami grounded (kandangkan) karena sebelum kejadian itu pesawat AdamAir yang lain jatuh di laut. Karena itu, setiap ada kejadian berulang, pesawat kita grounded,” ujar Yurlis.
Boeing 737-400 yang terbakar mulai dioperasikan Garuda 7 Oktober 2002. Sebelumnya pesawat itu dioperasikan oleh Aloha Airlines mulai 13 September 1992, kemudian oleh Star Europe mulai 23 April 1996, dan Jet Airways mulai 28 Oktober 1997. HT (Berita Indonesia 34)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_14_75.jpg
Dipecat (dikorbankan) walau merasa bukan dia yang salah, dalam kasus kriminalisasi pimpinan KPK dan Bank Century, Komjen Pol. Drs. Susno
utama_1_58.jpg
Lupakah Barack Obama, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, yang semasa kecil pernah dibesarkan dan dididik sebagai anak

Visi Berita

visi_48.jpg
Lebaran (Idul Fitri) selalu identik dengan mudik, pulang ke kampung halaman. Momen ini sudah menjadi hal rutin setiap
visi_56.jpg
Citra jaksa dan DPR di republik ini benar-benar terpuruk. Tertangkapnya Ketua Tim Penyelidikan Kasus BLBI-BDNI, Urip

Lentera

lentera_10_74.jpg
Reportase Kunjungan HKBP Tebet ke Al-Zaytun (1)Pendeta Resort HKBP Tebet, Paresman Hutahaean, dan rombongan, sungguh
lentera_4_06.jpg
Negara Federasi Rusia tertarik dengan sistem pendidikan satu pipa di Ma’had Al-Zaytun. Negara pecahan Uni Soviet itu
Share/Save/Bookmark