Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Nasional Efek Domino Kasus Lapindo

Efek Domino Kasus Lapindo

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Lumpur panas Lapindo menggenangi 8 desa di Kabupaten Sidoarjo.Semburan lumpur Sidoarjo terus meningkat. Delapan desa dinyatakan rawan bencana. Masyarakat pun makin menderita. Palu vonis nasib penduduk di delapan desa yang menjadi korban semburan lumpur panas Lapindo Brantas Inc di Sidoarjo sudah diketokkan. Desa itu adalah Desa Siring, Jatirejo, Renokenongo, Mindi (Kec.Porong), Kedungbendo Kec.Tanggulangin), Desa Pejarakan, Kedungcangkring dan Besuki (kec.Jabon).

Warga yang menderita karena harus mengungsi meninggalkan rumah di kampung halaman  hanya bisa pasrah. Karena volume semburan lumpur dari hari ke hari terus bertambah.

Jika di awal kejadian, 29 Mei 2006, semburan lumpur hanya 5.000 m3 per hari, sampai 27/9 lalu semburan melonjak mencapai 126.000 m3 per hari. Tak ayal, luapan genangan lumpur pun terus merambah, mencapai lebih dari 400 hektar.

Upaya menutup semburan lumpur memang masih dilakukan. Namun hingga saat ini, melalui skenario ketiga berupa relief well (pengeboran menyamping) belum juga membuahkan hasil. Pembuatan dan penguatan tanggul diteruskan. Panjangnya mencapai lebih dari 22 km dengan ketinggian antara 3 hingga 10 m. Bahkan di ring 1 yang berbatasan dengan perumahan penduduk di Desa Siring, ketinggiannya mencapai 8 – 12 m. Lebar tanggul di bagian atas 7 m dan bagian bawah 12 m.

Kendati begitu, tanggul yang dibuat dari tanah dan pasir yang dipadatkan, membentuk kolam raksasa seluas lebih dari 400 hektar, bukan tak bermasalah. Selama enam pekan terakhir, sudah 9 kali tanggul jebol di beberapa tempat. Karena tak kuat menahan tekanan lumpur yang terus menyembur (Kompas, 26/9).

Efek domino kasus Lapindo ini memang tak bisa dihindari. Luapan lumpur panas sudah menenggelamkan ribuan rumah penduduk, persawahan, gedung sekolah, puskesmas dan puluhan pabrik serta tempat ibadah. Selain itu menggenangi sebagian jalan tol dan pipa saluran gas. Pada 26 September lalu, lumpur kembali menggenangi jalan tol di KM 37,600 – 37,900 setinggi 1,5 meter. Demikian pula rel kereta api di KM 32 piket 9 antara stasiun Tanggulangin – Stasiun Porong bengkok menyerupai huruf S. Ruas rel yang bengkok itu tepat di tepi sawah yang terendam lumpur yang meluber setelah tanggul jebol. Masih untung bengkoknya rel ini cepat diketahui, sehingga terjadinya kecelakaan bisa dihindari.

Kasus Lapindo membuat gusar aktivis lingkungan yang tergabung dalam Greenpeace Asia Tenggara. Dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Menko Kesra, mereka mengelontorkan lumpur yang sengaja dibawa dari Sidoarjo. Selain mendesak pemerintah segera menyelamatkan penduduk, mereka pun menuntut Lapindo bertanggungjawab penuh atas musibah yang menyengsarakan rakyat.

Buntut dari semua upaya yang dilakukan selama ini akhirnya membuat pemerintah mengambil sebuah kebijakan final. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang kabinet, Rabu (27/9) lalu, memutuskan delapan desa yang tergenang lumpur itu sebagai daerah rawan bencana. Keputusan ini diambil setelah memperoleh masukan dari Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Sidoarjo yang merekomendasikan kondisi desa-desa itu sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Desa Jatirejo total tenggelam, Desa Siring sebagian besar wilayahnya tergenang lumpur. Sementara enam desa lainnya sudah tergenang walau belum seluruhnya tenggelam.

Warga desa yang berjumlah 2.983 KK diputuskan harus pindah ke pemukiman baru yang permanen. “Presiden minta agar tidak saja rumah baru yang diberikan, tapi juga penghidupan dan ganti rugi yang wajar,” kata Menteri PU Djoko Kirmanto usai sidang. Semua biaya yang dibutuhkan untuk itu akan menjadi beban Lapindo.

“Semua biaya ditanggung Lapindo. Diperkirakan dana yang dibutuhkan yang bisa dihitung kini sekitar Rp 1,5 trilyun,” ujar Basuki Hadimoeljono, Ketua Pelaksana Timnas yang mendampingi menteri.

Sidang juga memutuskan upaya penghentian lumpur tetap dilanjutkan. Juga penguatan tanggul dan pondasi serta membuang lumpur ke Kali Porong. Selain itu, jalan tol, rel kereta api dan jalur pipa distribusi gas segera dipindahkan. Diputuskan pula memanfaatkan lumpur untuk industri bahan bangunan yang akan dibangun di Desa Ngoro dan Krian, Sidoarjo.

Belum diketahui kapan semburan lumpur bisa dihentikan. Apalagi ada kabar buruk dari tiga peneliti gunung lumpur (mud volcanoes) yang meyakini semburan tak bisa dihentikan sebelum kantong lumpur yang masih tersisa sekitar 1 juta m3 habis terkuras. Ketiga peneliti tersebut Adriano Mazzini dan Anders Nermoen dari Departemen Geologi, Oslo University, Norwegia dan Gregory Ahmanov dari Moskwa University, Rusia. “Mustahil menghentikan semburan lumpur yang berasal dari kepundan gunung lumpur. Over pressure di struktur geologi mungkin akan kembali stabil. Tapi kami tidak bisa memperkirakan waktunya,” kata Adriano saat memaparkan hasil penelitiannya seperti ditulis Indo Pos (26/9). SP (Berita Indonesia 23)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_1_21.jpg
Di pertengahan jalan pemerintahan SBY-JK, Golkar mengembangkan wacana untuk menilai kembali dukungannya. Banyak alasan kenapa Golkar
utama_1_43.jpg
Tiga rentetan peristiwa politik terbaru yang terjadi di Ambon, Papua, dan Aceh, sangat mustahil untuk tidak dimaknai sebagai upaya

Visi Berita

visi_1_66.jpg
Di tengah suasana relatif damai saat penyelenggaraan Pemilu Legislatif 9 April 2009 lalu,rupanya terjadi kemunduran
visi_29.jpg
Menunggu arus balik investasi asing, ibarat pameo petani yang mengharapkan jatuhnya hujan di musim panas.

Lentera

lentera_11_62.jpg
Keberhasilan tim ASSA tidak hanya milik para pesepeda namun juga milik tim-tim pendukung yang perannya sangat
lentera_5_17.jpg
Bangsa yang arif akan memilih jalan perbaikan pendidikan secara mutlak bagi bangsanya. Sebab bangsa yang terdidik pasti
Share/Save/Bookmark