Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Nasional Bondet Bikin Ulah
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Bondet Bikin Ulah

E-mail Print PDF

Petugas memeriksa ledakan bom di PasuranLedakan bom di komplek perumahan Anggrek, Pasuruan, meresahkan warga. Polisi menemukan puluhan kilogram TNT, ribuan casing detonator, dan ribuan bom ikan setengah jadi. Siapa pemasok TNT? Warga di Perumahan Anggrek, Wironini, Kecamatan Purworejo, Pasuruan siang hari itu (11/8) dikejutkan suara ledakan dari sebuah rumah di Gang Anggrek No. 1. Getaran ledakan itu mencapai radius ratusan meter, sedangkan suara dentuman bom lebih dari tiga kilometer. Kobaran api sempat terjadi selama beberapa detik yang kemudian berubah menjadi kepulan asap hitam.

Ledakan dahsyat itu menghancurkan rumah di tempat kejadian dan memporak-porandakan belasan rumah di sekitarnya. Genting dan kaca jendela pecah berserakan. Tiga orang penghuni rumah tewas dengan kondisi mengenaskan. Serpihan tubuhnya tersebar hingga radius 30 meter dari tempat kejadian. Mereka adalah Marsiti (60), Yusuf (47), dan Mansyur (23).

Pemilik rumah, Haji Ilham (62) selamat karena saat kejadian sedang berada di luar rumah. Beberapa korban lainnya yang menderita luka-luka adalah Solihin (27), Salim (13), dan Saliyah (60), dukun pijat yang rumahnya tak jauh dari lokasi ledakan bom. Mereka dirawat di RSUD Dr Sudarsono, Pasuruan.

Selain merusak sejumlah rumah warga, ledakan itu juga merusak bangunan Madrasah Aliyah Negeri Pasuruan yang terletak tak jauh dari pusat ledakan. Akibatnya, 576 siswa terpaksa diliburkan karena bangunan sekolahnya rusak parah. Warga sekitar pun resah dan was-was akibat ledakan bom itu.

Kendati sempat menimbulkan spekulasi sebagai bom teroris, namun pihak kepolisian menilai sejauh ini masih sebagai bom ikan atau bondet. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim yang melakukan penyisiran di lokasi kejadian menemukan puluhan kilogram TNT (Trinitrotoluene) dan casing detonator. Temuan TNT itu berupa gumpalan padat yang berserakan.

“Kami belum mengindikasikan ke arah terorisme sebab selain TNT tidak ditemukan barang bukti seperti paku, besi maupun bahan lain yang biasanya ditemukan sebagai bahan baku bom,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Sisno Adiwinoto (12/8).

Hal senada juga dikemukakan Kapolda Jatim Irjen.Pol Herman Suryadi Sumawireja. Menurutnya ledakan bom di rumah Ilham itu terkait dengan bisnis pembuatan bahan peledak ikan. Kepala Labfor Polda Jatim Kombes Pol Bambang Wahyu Suprapto menjelaskan, TNT yang ditemukan itu didesain untuk membuat bom ikan. TNT dipakai untuk campuran agar daya ledaknya lebih besar.

Dalam pengembangan kasus ini, Polisi kembali menemukan 3.000 bom setengah jadi di sebelah rumah Rohmah, nenek Nadzir. Sehingga jumlah bom yang ditemukan mencapai 13.892 buah. “Total yang disita Polda Jatim sekarang 47,2 kg TNT, 13.892 bom hampir jadi, dan 8.140 casing detonator,” kata Sisno Adiwinoto di Jakarta (15/8).

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan lima tersangka, yakni H. Ilham dan keponakannya Ahmad Nadzir (30) yang sudah ditangkap, serta ketiga korban yang tewas. Ilham mengaku sejak sebulan lalu Nadzir meminta izin untuk merakit bondet di rumahnya.

Dalam pengembangan kasus ini Polisi berhasil meringkus ED dan SA, di Balikpapan. ED merupakan kurir yang mengantar barang dagangan SA berupa TNT. Polda Kaltim masih terus mengembangkan kasus ini, termasuk mengungkap siapa tokoh di balik SA. Sebelumnya Polisi juga menangkap Malik, distributor bom ikan di Makassar, Sulsel.

Sanksi Sangat Ringan
Banyaknya kasus bom di negeri ini mengindikasikan betapa mudahnya warga mendapatkan bahan peledak. Di sisi lain juga menunjukkan betapa keterampilan merakit bom telah menyebar luas.

Kasus Pasuruan ini hendaknya tidak dianggap enteng. Karena bisa memberi inspirasi kepada para teroris untuk mengalihkan sasaran ledakan bom dari ruang publik seperti yang sering terjadi selama ini ke wilayah rumah pribadi. Selain itu, warga menjadi dihantui oleh ketakutan dan kekhawatiran.

Mabes Polri bahkan meminta para hakim menjatuhkan sanksi hukuman yang berat kepada para pembuat bom ikan agar mereka menjadi jera dan kasus ledakan bom seperti di Pasuruan tidak terulang lagi.

Permintaan ini didasarkan atas beberapa kasus terkait pembuat bom ikan dan pejual bahan peledak di Jatim yang hanya divonis beberapa bulan. Padahal berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat No.12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Bahan Peledak dan Amunisi, tersangka bisa dijerat dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

“Masak ancaman hukumannya seumur hidup, tapi hanya divonis beberapa bulan saja,” kata Sisno. SP (Berita Indonesia 45)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com