Majalah Berita Indonesia

Saturday, Apr 29th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Nasional Misteri Senjata Sang Jenderal
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Misteri Senjata Sang Jenderal

E-mail Print PDF

Jenderal Djoko SantosoRatusan pucuk senjata laras panjang dan pendek serta puluhan ribu amunisi ditemukan di kediaman almarhum Wakil Asisten Logistik  KSAD Brigjen Koesmayadi. Timbunan senjata dalam jumlah di luar batas kewajaran ini menimbulkan tanda tanya besar.

Tentara memiliki senjata, itu hal biasa. Demikian juga kalau tentara punya lebih dari satu senjata masih wajar. Tapi kalau seorang tentara menyim-pan lebih dari seratus senjata dan puluhan ribu amunisi, nah itu baru luar biasa atau di luar kewajaran.

Kasus yang mencengangkan ini terjadi di salah satu rumah almarhum Brigadir Jenderal TNI Koesmayadi di Jalan Pangandaran V No.15 Ancol, Jakarta Utara. Koesmayadi yang semasa hidupnya menjabat sebagai Wakil Asisten Logistik (Waaslog) KSAD, meninggal dunia tanggal 25 Juni lalu karena serangan jantung di kediamannya yang lain di Komplek Raf-lesia, Cibubur, Jakarta Timur.

Yang menakjubkan, senjata dalam jumlah besar itu ditemukan hanya be-berapa jam setelah jenazah mendiang Koesmayadi dimakamkan di Pemakaman Taman Bahagia, Ciledug. Tangerang.  Penemuan itu terjadi saat petugas Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad)  men-jalankan prosedur biasa. Yakni melakukan inventarisasi dan menarik kembali barang-barang inventaris milik satuan. Prosedur tersebut biasa dilakukan bagi prajurit TNI yang pensiun maupun meninggal dunia.

Secara rinci senjata yang ditemukan itu meliputi 96 pucuk senjata laras panjang dan 7 pucuk senjata sejenis tak beralur, jenis M-16, MP-5, SS-1 (buatan Pindad) dan jenis AK. Selain itu ditemukan pula 42 pucuk senjata laras pendek, 28.985 butir peluru, 9 buah granat dan 28 teropong.

Terungkapnya penemuan senjata dalam jumlah besar itu membuat KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso terperangah. Secara mendadak orang nomor satu di lingkup TNI-AD ini pun menggelar jumpa pers terkait dengan penemuan senjata yang bisa dibilang spektakuler tersebut. “Kami menilai temuan itu berada di luar batas kewajaran. Untuk itu, TNI–AD akan menin-daklanjuti dengan menggelar pemeriksaan dan penyelidikan, yang nantinya juga akan ditindaklanjuti secara hukum. Akan tetapi sebaiknya kita tidak berspekulasi tentang temuan senjata dan amunisi tersebut. Nanti jika ada perkembangan, kami akan sampai-kan kepada pers,” ujar Djoko malam itu.(Kompas, 30/6).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun segera memanggil Panglima TNI Djoko Suyanto, KSAD Jenderal Djoko Santoso dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar ke Istana. Seperti diberitakan Media Indonesia (4/7) Presiden SBY langsung menginstruk-sikan segera dibentuk tim untuk mengusut kasus tersebut termasuk penanganan aspek hukumnya.

Berbagai tanggapan dan spekulasi pun muncul. Termasuk dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid. Dalam jumpa pers di gedung PB NU, Gus Dur meminta pemerintah segera memeriksa sekaligus mengungkap tuntas temuan senjata dan amunisi tersebut. Di sisi lain, Gus Dur pun meminta semua pihak tidak terlalu dini mengambil kesimpulan dan tetap me-nunggu hasil penyelidikan tim yang sudah ditunjuk. “Kita harus hati-hatilah, dan tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan. Apalagi sampai ada pendapat senjata  dan amunisi itu untuk kudeta. Apa cukup cuma ratusan pucuk senjata dan puluhan ribu butir peluru untuk kudeta”, paparnya.

Sementara Ketua DPR Agung Laksono mengapresiasi pembentukan Panitia Kerja (Panja) DPR terkait dengan temuan senjata. Pembentukan Panja itu untuk mendorong dan mengawal penuntasan kasus. Di sisi lain, kalangan militer yang paling memahami persoalan diberi waktu memadai untuk menyelidiki kasus ter-sebut dan secara terbuka menjelaskan hasil temuannya kepada masyarakat. Ini penting agar tidak timbul beragam isu menyesatkan. “Kita berharap kasus ini tidak menguap. Harus ada penjelasan yang clear”, kata Agung.

Mengenai asal muasal senjata itu belum terungkap tuntas. Dirut PT Perindustrian TNI-AD (Pindad) Budi Santoso seperti ditulis Koran Tempo (4/7/2006) menyatakan, tidak pernah memberikan senjata ataupun contoh senjata kepada Brigjen Koes-mayadi. “Kami hanya memberikan contoh senjata kepada Direktur Panitia Peralatan TNI-AD”. Menurutnya, senjata jenis SS-1 tidak mungkin diproduksi perusahaan selain Pindad dan mustahil dipalsukan. Budi mengaku memang mengenal Koes-mayadi sebagai kolektor senjata. Tapi Pindad tidak pernah memberikan senjata kepadanya.

Komisi I DPR yang membidangi per-tahanan dan keamanan pun menggelar rapat dengan Kepala BIN Syamsir Siregar yang tertutup bagi wartawan. Syamsir Siregar yang ditanya wartawan di sela-sela rapat mengatakan temuan senjata ber-tambah dari 145 menjadi 180 pucuk. Mengenai asal senjata masih dalam pe-nyelidikan BIN. Diungkapkannya, senjata itu dibeli Angkatan Darat dari rekanan. “Dananya masih dalam pengecekan, apakah dana budgeter atau dana non-budgeter, dan ini masih didalami” ujarnya.

Panglima TNI  Marsekal Djoko Suyanto sebelum mengikuti Rakor Polhukam di Kantor Menko Polhukam membenarkan adanya penambahan senjata yang di-temukan itu. Senjata itu diserahkan Kolonel Teddy, mantan perwira di Ko-passus yang sekarang menjabat Asintel Kodam III/Siliwangi. “Sebelumnya senjata dititipkan dan dia (Kol Teddy) simpan di Markas Kopassus. Sekitar dua tiga hari lalu dikembalikan ke Puspom TNI”, jelasnya.

Djoko Suyanto mengungkapkan sudah 31 orang yang dimintai keterangan, mulai dari pangkat prajurit dua sampai kolonel. Jika diperlukan, mereka yang berpangkat jenderal, termasuk yang sudah pensiun juga akan dimintai keterangan. Sedangkan KSAD Jenderal Djoko Santoso ditempat yang sama menyatakan bahwa Puspomad telah memeriksa menantu Koesmayadi, Kapten (CPM) Ahmad Irianto. “Sekarang dia dijaga di Paspampres supaya tidak dipengaruhi atau diintervensi pihak lain”, ujar KSAD.

Penyelidikan memang belum tuntas. Dan sampai  berita ini diturunkan asal muasal senjata itu masih merupakan misteri.SP (Berita Indonesia 17)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com