Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Home
Click on the slide!

Mimpi Ikut Piala Dunia

Edisi Cetak | Berita Utama

Banyak pencapaian spektakuler dimulai dengan mimpi. Jadi mimpi Indonesia mengikuti, bahkan jadi tuan rumah turnamen sepakbola Piala Dunia jangan dilecehkan. Boleh jadi mimpi tersebut sebagai penggerak untuk membenahi total persepakbolaan Indonesia.

Click on the slide!

Al-Zaytun dan Lima Nilai Dasar Negara

Edisi Cetak | Lentera

Inti sari bagian enam ini adalah bagaimana Al-Zaytun menginspirasi (mengilhami dan mencerahkan) setiap orang supaya secara konsisten menjiwai dan mengejawantahkan lima nilai dasar yang telah disepakati dalam Pembukaan UUD 1945, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Click on the slide!

Cuma Manis di Mulut

Edisi Cetak | Nasional

Pemerintahan saat ini berhasil memenangkan pemilu 2009 karena mencitrakan diri sebagai motor antikorupsi dan berjanji akan membilas korupsi hingga bersih. Namun setelah duduk kembali di kursi “emas”, janji dan komitmen itu pudar, bahkan diduga malah terseret korupsi.

Click on the slide!

Teknologi 3D Hidupkan Tontonan

Edisi Cetak | Iptek

Teknologi 3D akan merasuki rumah-rumah di seluruh dunia. Dimulai dengan sajian tontonan film layar lebar, lalu pentas Piala Dunia tahun ini.

Click on the slide!

Perpanjang Hidup dengan Cangkok Hati

Edisi Cetak | Kesehatan

Pada pasien sirosis hati, atresia bilier, atau penyakit metabolisme yang menyebabkan gagal hati menetap, operasi cangkok hati harus dilakukan. Namun sayang, banyak pasien yang akhirnya meninggal karena operasinya membutuhkan biaya hingga 1 miliar rupiah.

Click on the slide!

India yang Lain

Edisi Cetak | Hiburan

Atas nama luka dunia, beginilah cara lain India memaknai sebuah tragedi.

Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

Visi Berita Perlu Upaya Kuat Capaian besar biasanya berawal dari ‘mimpi’ besar. Tapi untuk meraihnya dipe


Berita Utama Mimpi Ikut Piala Dunia Banyak pencapaian spektakuler dimulai dengan mimpi. Jadi mimpi Indonesia mengiku


Khas Tragedi Dua Tanjung Tim Pencari Fakta (TPF) harus bisa mengungkap dalang kerusuhan Tanjung Priok, Sa


Terdepan Sensus Paling Ambisius Sensus penduduk 2010 merupakan sensus penduduk paling ambisius yang pernah dilak




Nasional Asal Bukan Demi yang Lain Peraturan memakai helm berstandar diharapkan memang ditujukan demi keselamatan p


Politik Mengapa Sri Pergi? Pasca pengunduran diri Sri Mulyani, proses politik dan hukum Indonesia, khususny


Hukum Tatkala Kepala Berlumuran Noda Kasus suap di Indonesia benar-benar sudah berada di titik nadir. Hakim yang dipe


Ekonomi Bankir Pelat Merah Tak Usah Takut Sektor perbankan mendominasi pemberitaan rubrik ekonomi di sejumlah media massa


Mancanegara Thai Terkepung Krisis Mantan PM Thaksin dicemaskan mengatur pemerintahan baru di Thailand. Karena itu


Iptek Teknologi 3D Hidupkan Tontonan Teknologi 3D akan merasuki rumah-rumah di seluruh dunia. Dimulai dengan sajian t


Kesehatan Perpanjang Hidup dengan Cangkok Hati Pada pasien sirosis hati, atresia bilier, atau penyakit metabolisme yang menyeba


Media Kekuatan Baru dari Dunia Maya Gencarnya dukungan media dan berbagai kalangan di dunia maya kepada KPK terbukti




Humaniora Jejak Kaum yang Hilang Orang Koja seringkali dianggap keturunan Arab. Namun nenek moyang mereka berasal


Buku Mengurai Kesehatan Lelaki Buku Why Men Die First yang ditulis oleh Marianne J. Legato, M. D., F.A.C.P., me


Hiburan India yang Lain Atas nama luka dunia, beginilah cara lain India memaknai sebuah tragedi.


Budaya Sastra Erotis Bukan Mengumbar Nafsu Tak lepas dari bayang-bayang sensor dan risiko. Sebuah tema yang kerap disalahpa




Lingkungan Pilih Hutan Kota Atau Beton? Berkaitan dengan isu pemanasan global (global warming), pembangunan gedung beton


Lintas Tajuk Investasi atau Utang Baru? Indonesia masih butuh uluran tangan negara-negara lain untuk mendanai pembanguna


Lintas Media Lampu Hijau Geliat Ekonomi Lokomotif ekonomi nasional diharapkan bergerak tahun 2007. Tetapi jangan sampai


Hankam Kerjasama Dua Angkatan Laut TNI AL dengan Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy/RAN), akan terus me


Olahraga Juara Dunia Empat Kali Di tengah krisis kredibilitas sepak bola di negaranya, Gli Azzurri berhasil memb


Daerah Gema Kartini Hangatkan Purwakarta Ibu merupakan pilar pokok bangsa yang bisa melahirkan anak-anak bangsa yang seha






Publik Angkasa Pura II: Peduli Ekonomi Mikro Persaingan di era perdagangan bebas semakin tajam dan terbuka. Perhatian BUMN, k


Metropolitan Mendobrak Jalan, Membangun Kendala Jangan salahkan badai yang datang, ucap pepatah. Jika hujan dan banjir, siapkan




Obituari Dendy Hendrias Selamat Pulang Sobat Redaktur Senior yang merangkap tugas sebagai ilustrator dan karikaturis Majalah


Opini Demokrasi ‘Penggembala Sapi’ Era demokrasi telah berjalan sejak delapan tahun silam. Namun perjalanan bangsa

Kekuatan Baru dari Dunia Maya

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

Dari dunia maya, facebooker kemudian melakukan aksi di dunia nyataGencarnya dukungan media dan berbagai kalangan di dunia maya kepada KPK terbukti membuat penguasa tidak bisa berbuat sesuka hatinya.

Pesatnya perkembangan teknologi internet dewasa ini, telah mempercepat dan mempermudah orang dalam mengakses informasi. Baik yang bersumber dari dalam negeri ataupun mancanegara sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Semua orang juga makin saling terhubung di dunia maya lewat Twitter, blog-blog, dan situs jejaring sosial dan pertemanan, Facebook yang saat ini sangat diminati oleh masyarakat.

Tanpa mengenal batas, tidak lagi disekat oleh status sosial, semua menyatu dan berbaur dalam situs tersebut. Seseorang yang telah memiliki akun, bebas menggunakannya untuk berinteraksi.

Kehadiran Facebook ini memang sempat mendapat penolakan bahkan dikabarkan akan dihapuskan. Namun, Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring membantah rumor yang melarang facebook digunakan. “Facebook itu kan tidak bertentangan, tidak akan dilarang,” katanya usai dilantik 22 Oktober di Istana Merdeka, Jakarta. Seperti diketahui mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga merupakan salah satu politisi yang dikenal aktif di dunia maya. Tifatul memiliki akun sendiri di Facebook, bahkan ia juga memiliki laman di situs yang mirip, Twitter dan menuliskan banyak pantun untuk menyapa para fansnya.

Di sisi lain, Facebook juga dijadikan sarana untuk menyuarakan pendapat dan dukungan terhadap seseorang atau kelompok. Peristiwa penahanan dua Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit dan Chandra, misalnya, mengundang simpatik dan keprihatinan para facebooker terhadap keduanya. Pasalnya, facebooker melihat ada upaya mengerdilkan lembaga pemberantas korupsi Tanah Air tersebut.

Ketika dua wakil pimpinan tersebut ditahan, gelombang simpati 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad terus mengalir. Apalagi setelah keluarnya pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang tidak akan mengintervensi proses hukum. Padahal publik sangat menginginkan Presiden bisa turun tangan meredam gejolak di masyarakat menyusul polemik antara KPK dan Polri yang kini terus bergulir. Ditambah lagi dengan keterangan Kapolri yang belum juga bisa meyakinkan publik, dukungan di facebook-pun semakin melonjak.

Bak gayung bersambut, riak-riak demonstrasi di dunia nyata semakin meluas di berbagai kota. Seperti diketahui pada tanggal 8 November diperkirakan 500-an facebookers turun ke jalan untuk menggelar aksi damai seperti long march menuju gedung KPK dengan kostum pakaian putih dan memakai pita hitam di lengan.

Fakta ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap Chandra dan Bibit dari berbagai kalangan yang sangat besar, yang mungkin di luar dugaan otoritas pemerintah yang menahan kedua wakil KPK tersebut. Kemudian dukungan yang datang telah melintas batas, tidak hanya di dunia riil tetapi juga datang dari dunia maya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telah berubah menjadi masyarakat multimedia yang tidak hanya mengandalkan media cetak, televisi, radio untuk mendapatkan informasi. Seperti komentar seseorang yang dituliskan dalam laman komentar sebuah situs ternama di Jakarta. “Melawan tidak mesti lewat parlemen jalanan, lewat langit ternyata lebih cepat pada masa maju ini. Tiba saatnya rakyat bangkit bergerak.” Walau terdengar sangat blak-blakan, terkesan semangat yang sangat heroik. Diucapkan dengan tulus, mengalir tanpa ada tekanan atau paksaan, menyikapi situasi yang sedang terjadi. Sejauh ini, pengguna facebook di Indonesia terus bertambah. Dari 240 juta penduduk Indonesia saat ini, facebooker sudah lebih dari 3 juta orang.

Pada dasarnya, suguhan informasi yang secara terus menerus telah membuat masyarakat harus bersikap. Perkembangan informasi yang kian terbuka, telah merubah perilaku masyarakat semakin kritis. Setelah pemutaran rekaman di Mahkamah Konstitusi, yang diduga sebagai barang bukti adanya rekayasa kriminalisasi KPK yang dibuka kepada umum semakin meyakinkan bahwa media yang disebut sebagai pilar keempat demokrasi, telah menjalankan fungsinya sebagai alat kontrol terhadap penguasa.

Melihat fenomena gelombang dukungan yang datang terhadap KPK baik dari dunia maya ataupun dari media lainnya, mengindikasikan bahwa media dapat mengarahkan bahkan merubah opini masyarakat. Seperti yang diungkapkan praktisi dan teoritis pers Prof Dr Tjipta Lesmana MA, tidak ada yang tahu persis apa yang menyebabkan 90 persen media berdiri di belakang KPK. Bahkan, para Jenderal di Markas Besar Polri sempat merasa jengkel dan marah dengan sepak terjang media.

Keberpihakan media kepada KPK telah membuat pemberitaan di media cetak ataupun radio dan televisi yang terkadang tidak fair, kurang obyektif. Ia mengatakan, banyak kampiun pers Amerika, bahwa media dalam menghadapi kasus-kasus besar erat hubungannya dengan kepentingan publik tidak bisa bersikap netral. Kebenaran dan keadilan haruslah menjadi pedoman berpijak media. BS (Berita Indonesia 72)

Add comment


Security code
Refresh

Share/Save/Bookmark