Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Mancanegara Menepis Bayang-Bayang Masa Lalu

Menepis Bayang-Bayang Masa Lalu

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Nikolas SarkozyLangkah Nikolas Sarkozy masih terantuk batu. Bayang-bayang kerusuhan 2005 mulai mengintai.

Dua tahun terakhir ini Perancis diterpa berbagai persoalan. Maraknya kerusuhan sosial, memburuknya ekonomi dan politik, dan pudarnya pengaruh Perancis di panggung internasional membuat Perancis membutuhkan pemimpin baru dengan pikiran baru. Setuju atau tidak setuju, harapan Perancis itu kini jatuh di pundak Nikolas Sarkozy setelah dalam pemilu pemilihan presiden putaran kedua, ia berhasil memupuskan harapan saingannya Segolene Royal (53) dari Sosialis untuk menjadi presiden perempuan pertama di Perancis.

Sarkozy memperoleh 53 persen suara, sementara Royal 47 persen. Setelah lebih dari 10 tahun di bawah kepemimpinan Presiden Jacques Chirac (74), masyarakat Perancis memiliki dua kandidat yang sama-sama berasal dari generasi politisi yang lebih muda.

Sarkozy, putra seorang imigran asal Hungaria ini berhasil mengungguli Royal karena dianggap memiliki sikap, rencana, dan konsep yang jelas tentang arah tujuan Perancis selanjutnya. Sarkozy berikrar bahwa ia akan “mewujudkan impian” dan menegakkan kembali pandangan nilai “moral”, “kerja” dan “otoritas’. Ia menyatakan pula akan berupaya mendorong pembangunan Eropa dan meningkatkan hubungan dengan AS.

Hubungan Amerika Perancis menjadi dingin tahun 2003 karena Paris menolak mendukung perang di Irak. Kemenangan Sarkozy ini menyisakan sejumlah ganjalan sebab kubu kiri dan masyarakat keturunan imigran sudah keburu mencapnya sebagai “sosok pemecah belah”. Ucapannya yang menyebut remaja yang nakal sebagai “kaum gembel” membuat sakit hati warga minoritas keturunan Arab dan Afrika. Padahal salah satu tantangan terbesar pemerintah adalah menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya termasuk untuk kalangan minoritas tersebut. Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja Perancis hingga akhir November 2006, tingkat pengangguran mencapai 2,11 juta orang. Minimnya akses pada lapangan pekerjaan menyebabkan sedikitnya 600.000 orang dari enam juta Muslim di Perancis hidup miskin. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai buruh bangunan, buruh pabrik, dan penjaga toko.

Sebelum pemilu putaran kedua digelar, Segolene Royal telah memperingatkan aksi kekerasan akan pecah jika Sarkozy terpilih. Ini tak lepas dari perangai dan kebijakannya yang keras dalam memperlakukan imigran. Kekhawatiran Royal terjadi juga. Aksi kekerasan memprotes terpilihnya Sarkozy melanda Perancis semenjak diumumkannya hasil pemilu. Aksi kekerasan pecah di Paris, Lyon, Lille, Marseille, Nantes, Rennes, Toulouse, dan Trappes. Setidaknya 592 orang ditahan dan 730 kendaraan dibakar massa. Mereka juga merusak pertokoan dan fasilitas umum. Situasi ini membangkitkan ingatan pada kerusuhan 2005.

Terpilihnya Sarkozy juga tidak mendapat sambutan dari beberapa negara. Rusia menjadi satu-satunya negara adikuasa yang belum memberikan ucapan selamat. Pengamat menilai diamnya Kremlin merupakan pesan tersendiri bagi Sarkozy yang pro-Amerika. Media cetak Rusia juga menunjukkan reaksi yang sama dengan pemerintah. Begitu juga dengan media massa Jepang. Sarkozy pada 2004 menggusarkan pemerintah dan rakyat Jepang dengan komentarnya yang tidak mengenakkan telinga mengenai sumo. Sarkozy memang kontroversial. Pernyataannya yang pedas dan kebijakannya keras membuat beberapa pihak tidak suka kepadanya. Tantangan terbesar Sarkozy saat ini adalah meredam aksi kekerasan dan membuktikan dia adalah orang yang tepat memimpin Perancis. MLP (Berita Indonesia 38)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_1_21.jpg
Di pertengahan jalan pemerintahan SBY-JK, Golkar mengembangkan wacana untuk menilai kembali dukungannya. Banyak alasan kenapa Golkar
utama_1_43.jpg
Tiga rentetan peristiwa politik terbaru yang terjadi di Ambon, Papua, dan Aceh, sangat mustahil untuk tidak dimaknai sebagai upaya

Visi Berita

visi_1_66.jpg
Di tengah suasana relatif damai saat penyelenggaraan Pemilu Legislatif 9 April 2009 lalu,rupanya terjadi kemunduran
visi_29.jpg
Menunggu arus balik investasi asing, ibarat pameo petani yang mengharapkan jatuhnya hujan di musim panas.

Lentera

lentera_11_62.jpg
Keberhasilan tim ASSA tidak hanya milik para pesepeda namun juga milik tim-tim pendukung yang perannya sangat
lentera_5_17.jpg
Bangsa yang arif akan memilih jalan perbaikan pendidikan secara mutlak bagi bangsanya. Sebab bangsa yang terdidik pasti
Share/Save/Bookmark