Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Mancanegara Kalau Jutawan Jadi Presiden
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Kalau Jutawan Jadi Presiden

E-mail Print PDF

PEMILIK JARINGAN BISNIS: Presiden Panama Ricardo Martinelli melambai ke arah keramaian bersama isterinya Marta Linare di kantor kepresidenan di Kota Panama, 5 Mei 2009Ricardo Martinelli, Lee Myung-bak, dan Silvio Berlusconi merupakan potret orang kaya raya yang duduk sebagai pemimpin negara.

Kawasan permukiman kumuh Calidonia di Panama City, Minggu (3/5) lalu, tampak riuh. Maklum, pemilihan presiden tengah berlangsung. Seorang perempuan paruh baya yang baru saja menentukan pilihannya tersenyum lebar. Ia yakin sosok pilihannya dapat mengantarkan rakyat Panama keluar dari jurang kemiskinan.

“Saban 15 hari saya pergi ke pasar dan harga semakin melambung tinggi. Saya tidak bisa membeli daging lagi,” keluh Oreida Sanchez, saat ditanya mengapa memilih Ricardo Martinelli, kandidat dari Partai Perubahan Demokratik.

Jawaban berbeda dilontarkan Ana Martinez, nenek berusia 70 tahun di daerah permukiman kelas menengah Panama City di Bella Vista. “Terlalu banyak kejahatan. Saya takut keluar rumah,” tukas mantan akuntan itu.
Keluhan-keluhan warga Panama itu merupakan gambaran kondisi perekonomian di Panama yang sedang menurun. Selain itu, disparitas ekonomi di Panama kian melebar. Alhasil, di negara yang 28% dari keseluruhan populasinya tergolong miskin itu rakyat hidup penuh kegetiran.

Di ibu kota, wilayah kumuh seperti Calidonia berjarak sepelemparan batu dari istana kepresidenan, hotel bintang lima, dan toko es krim yang ramai dikunjungi kaum berduit. Mereka tak bisa hidup layak lantaran kekayaan negara dikuasai segelintir keluarga keturunan Eropa.

Kenyataan ini dimanfaatkan Ricardo Martinelli untuk memikat pemilih dalam pemilu presiden di Panama. Putra imigran Italia itu menunjukkan empatinya kepada kaum papa dan akan menghidupkan ekonomi demi mengusir kemiskinan. Pendekatannya itu tidak sia-sia sebab ia memenangkan pemilu kepresidenan yang digelar Minggu (3/5). “Saya akan bekerja dalam pemerintahan bersatu sebab itulah yang dibutuhkan negara ini. Kita tidak bisa terus melihat 40 persen warga Panama dalam kemiskinan,” katanya dalam pidato kemenangannya. “Esok, kita seluruhnya akan benar-benar menjadi warga Panama dan kita akan mengubah negara ini sehingga memiliki sistem kesehatan, pendidikan, transportasi, dan keamanan yang baik.” Dengan kemenangan ini, Martinelli akan secara resmi menjabat sebagai presiden Panama pada 1 Juli mendatang, dan akan berkuasa selama lima tahun. Sebelumnya, ia sempat mencalonkan diri sebagai presiden pada 2004 namun kalah.

Saat berkampanye, pengusaha kaya pemilik jaringan supermarket Super 99, sejumlah bank, realestat, perusahaan pembangkit listrik, dan gula ini, berencana memperluas kanal Panama dalam proyek senilai US$5,25 miliar. Ia juga hendak membangun beberapa pelabuhan, jalan tol, dan jalur kereta bawah tanah Panama City. Selain itu, ia berikrar akan menerapkan pajak tetap 10%-20% guna menarik penanam modal asing.

Dengan bermodal beragam plot tersebut, pria didikan Amerika Serikat itu berhasil meraih lebih dari 60% suara, meninggalkan saingannya, Balbina Herrera dari Partai Demokratik Revolusioner (PRD) yang hanya mendulang 37% suara.

Terpilihnya figur pengusaha berhaluan kanan seperti Ricardo Martinelli tak pelak mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Amerika Tengah dan Amerika Selatan praktis dikuasai pemimpin berideologi kiri.

URUTAN KE-70 TERKAYA DI DUNIA: Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi dan isterinya Veronica Lario (kiri) sedang di ambang perceraianNamun, menurut Susan Kaufman Purcell selaku Direktur Pusat Kebijakan Kawasan Universitas Miami, AS, kemenangan Martinelli bukan anomali belaka. “Jika mereka (para kandidat) menunjukkan komponen sosial, khususnya perhatian terhadap kaum miskin, pengusaha bertanggung jawab dan kompeten seperti Martinelli adalah alternatif kuat.” Kekuatan perhatian terhadap kaum miskin boleh jadi merupakan salah satu kunci kekuatan pengusaha yang menjadi presiden atau perdana menteri.

Selain mendapat tempat di hati pemilih miskin, Martinelli juga dinilai ramah bagi kalangan bisnis. Proyek perluasan Terusan Panama senilai 5,25 miliar dolarAS diyakini akan diminati penanam modal asing. Proyek ini memang menjadi tak menentu setelah krisis keuangan global mendera meski telah ada pembiayaan internasional bernilai 2,3 miliar dolar AS. Proyek yang disetujui melalui referendum pada 2006 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya tampung kapal-kapal besar di Kanal Panama. Melalui proyek ini diharapkan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Apalagi selama ini Kanal Panama menjadi salah satu motor ekonomi Panama.

Kisah Martinelli ini termasuk kisah terbaru tentang orang kaya yang menjadi presiden. Kisah-kisah sebelumnya juga tidak kalah dramatis. Sosok Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, misalnya. Mantan CEO Hyundai itu menerabas semua penghalang seperti ‘buldoser’ demi membangkitkan ekonomi ‘Negeri Ginseng’.

Selain menghapuskan beragam aturan yang menyulitkan operasional perusahaan-perusahaan dan memangkas pajak korporat, Lee mendesak para keluarga konglomerat Korsel alias chaebol berinvestasi. Ia juga menderegulasi pasar modal dan memudahkan birokrasi bagi penanaman modal asing. Terbukti, anak didik pendiri Hyundai Chung Ju-yung itu sanggup bergerak cepat di saat Korsel dilanda imbas krisis ekonomi global.

Di bawah kepemimpinan Lee, pemerintah Korsel memompa likuiditas tambahan sebesar 14 triliun won (US$10,8 miliar) ke dalam anggaran negara tahun depan dan menganggarkan 1,3 triliun won untuk lembaga keuangan pemerintah. Meski demikian, tak ada gading yang tak retak. Sebagaimana dilansir The Economist, Lee terlalu fokus kepada pembangunan ekonomi sehingga melupakan beberapa hal yang seharusnya dilakoni kepala pemerintahan, semisal berunding dengan politikus lokal, menunjukkan kewibawaan di parlemen, dan berdialog secara kontinu dengan publik.

Lain lagi dengan kisah Berlusconi, Perdana Menteri Italia. Kekayaan pria berusia 72 tahun itu ditaksir mencapai sedikitnya US$6,5 miliar. Aset Berlusconi sebagian berada di Fininvest, perusahaan induk yang dimiliki keluarganya. Sekitar 63% saham Fininvest berada di tangannya, sedangkan sisanya dimiliki oleh anak-anaknya. Dua aset terbesar Fininvest adalah saham di dua perusahaan besar yakni grup media Mediaset dan perusahaan perbankan dan jasa keuangan Mediolanum Group.

Tampaknya, Berlusconi paham betul ungkapan yang menyebutkan bahwa tidak bijak meletakkan semua telur hanya dalam satu keranjang. Karena itu, Fininvest juga menanamkan uangnya di perusahaan penerbitan Mondadori dan klub sepak bola Italia, AC Milan.

BULDOSER NEGERI GINSENG: Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak (kiri) dan isterinya Kim Yoon-ok tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, 6 Maret 2009Selain bergelimang kekayaan, Berlusconi dikaruniai lima anak. Marina Berlusconi, 42, dan Pier Silvio, 40, adalah anak-anaknya dari pernikahan pertama dengan Carla Elvira dall’Oglio. Adapun dari pernikahan keduanya dengan Veronica Lario, 52, Berlusconi mempunyai tiga anak yakni Barbara, 24, Eleonora, 22, dan Luigi, 20.

Dua anak tertuanya, Marina dan Pier Silvio, menjabat sebagai eksekutif senior dan pemegang saham di perusahaan-perusahaan Berlusconi. Pier Silvio adalah wakil pimpinan Mediaset dan Marina duduk di kursi pimpinan Mondadori sekaligus wakil pimpinan Fininvest. Keduanya memegang masing-masing sekitar 7% saham di grup perusahaan tersebut. Adapun Barbara, Eleo nora, dan Luigi mendapatkan jatah masing-masing 21,42% saham di Fininvest.

Perkembangan terbaru soal Berlusconi adalah kasus perkawinannya yang di ambang perceraian. Pasangan yang berselisih umur 20 tahun itu telah menunjuk tim pengacara untuk mewakili mereka dalam sidang proses perceraian.

Spekulasi mengenai apakah Lario akan menuntut harta gono-gini dari suaminya mulai menghiasi halaman-halaman surat kabar Italia. Ketika menikah pada 1990 lalu, keduanya telah sepakat untuk memisahkan harta masing-masing. Oleh sebab itu, Lario tidak berhak atas kekayaan Berlusconi tanpa melayangkan tuntutan.

Kantor pengacara Maria Cristina Morelli di Milan mengatakan kepada AFP telah ditunjuk Lario untuk mewakili nya. Langkah yang diambil Lario ini mengindikasikan bahwa ia telah siap menghadapi Berlusconi dalam sidang perceraian yang disebut-sebut media setempat bernilai sembilan digit tersebut. PAN (Berita Indonesia 67)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com