Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Mancanegara Menuju Afganistan yang Mandiri
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Menuju Afganistan yang Mandiri

E-mail Print PDF

Konferensi Kabul: Sekitar 70-an delegasi dari berbagai negara membicarakan masa depan keamanan AfganistanDi tengah masih besarnya ancaman kelompok Taliban, perang saudara, dan minimnya dana, Pemerintah Afganistan bertekad mengambil alih keamanan dalam negerinya mulai 2014.

Afganistan sedang melangkah satu tahap dalam kehidupan bernegara. Dalam Konferensi Kabul yang diikuti oleh 70-an delegasi, di antaranya 40 menteri luar negeri dan menteri senior di Kabul Afganistan, 20 juli 2010 lalu, dibicarakan tentang masa depan tanggung jawab keamanan negara itu.

Seperti diketahui, akibat perang antar suku dan serangan Taliban kurang lebih sembilan tahun yang lalu, sehingga sejak beberapa tahun lalu hingga 2010 ini, tanggung jawab keamanan sebagian besar Afganistan dipegang pasukan internasional atau koalisi yang berjumlah 150.000 personil. Di antaranya 100.000 personil tentara AS, sedangkan sisanya adalah pasukan dari negara-negara lain anggota NATO.

Dari Konferensi tersebut diberitakan, Presiden Afganistan Hamid Karzai bertekad mulai tahun 2014 pasukan keamanan nasional negaranyalah yang bertanggung jawab atas semua operasi militer dan penegakan hukum di seluruh negerinya. “Saya tetap bertekad bahwa pasukan keamanan nasional kami akan bertangung jawab atas seluruh militer dan operasi penegakan hukum di seluruh negara pada 2014, - lebih dari tiga tahun setelah waktu yang ditetapkan Presiden Barack Obama untuk menarik bala tentaranya,” kata Karzai, seperti dikutip Republika (21/7/2010).

Karzai menyatakan, Afganistan dan sekutunya memiliki musuh bersama. Namun, kemenangan akan datang jika rakyat Afgan diberikan tanggung jawab lebih dalam memerangi para pemberontak di perbatasan.

Sejalan dengan keinginan Presiden Hamid Karzai, Sekjen PBB, Ban Ki-moon juga mengimbau pemerintah Afganistan untuk memikul lebih banyak tanggung jawab di bidang keamanan, pengelolaan dan pengembangan di negaranya.

Sebelumnya, Presiden AS, Barack Obama sudah pernah menyatakan, penarikan tentara AS dari Afganistan akan dimulai pada Juli 2011. Namun, dia menekankan bahwa jadwal penarikan itu sangat bergantung pada kondisi.

Sejalan dengan Obama, Sekjen Fakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Anders Fogh Rasmussen juga mengatakan, sekutu tidak akan membiarkan Taliban menggulingkan Pemerintahan Afganistan. Karena itu, pengalihan kewajiban pasukan internasional ke pasukan keamanan nasional Afganistan masih akan tetap disesuaikan dengan situasi, bukan kalender. Penarikan akan dilakukan secara perlahan-lahan. Jadi, bilamana pasukan Afganistan mengambil alih, pasukan internasional tidak akan pergi, tetapi peranannya akan berubah secara bertahap menjadi pendukung.

Sementara Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton dari Kabul mengatakan, pengalihan kewajiban keamanan dari pasukan internasional ke pasukan nasional itu harus memiliki tenggat waktu. Menurutnya, AS akan terus berpartisipasi dalam aksi di Afganistan, namun tenggat waktu Juli 2011 menurutnya merupakan momen penting perlunya mentransfer tanggung jawab kepada Pemerintah Afganistan.

Pemerintah Inggris seperti dikatakan Menlu William Hague Hague juga mengatakan, keberadaan mereka di Afganistan sangat tergantung pada kemampuan Afganistan sendiri. “Kami terikat pada kemampuan orang Afghanistan melakukan gerakan tentara mereka dan keamanan dan itu butuh waktu. Tapi saya akan sangat terkejut jika itu lebih dari 2014,” kata William kepada radio BBC, London.

Tekad pemerintah Afganistan seperti disebutkan di atas memang tidak diragukan lagi, tapi melihat kondisi keamanan, politik, ekonomi, dan sosial Afganistan sekarang ini, dimana pemerintah sedang berjuang membangun persatuan di tengah masih terjadinya serangan Taliban dan minimnya keuangan, sejumlah kalangan tetap mengkhawatirkan kemampuan pemerintah negeri itu untuk mengambil alih secara utuh tanggung jawab keamanan tersebut.

Namun untuk meyakinkan masyarakat internasional, pemerintah Afganistan berjanji akan menyelesaikan masalah gangguan keamanan dalam negeri dan memacu pertumbuhan ekonomi bila diberi kesempatan mengendalikan lebih besar lagi dana bantuan miliaran dollar AS yang diberikan para negara donor. Di samping itu, Karzai juga meminta agar para sekutu internasionalnya memberikan donasi lebih besar lagi. Seperti diberitakan, sejak tahun 2001 Afganistan diperkirakan telah menerima bantuan luar negeri sebesar US$36 milar. Namun karena diduga ada praktek korupsi, sehingga dampak bantuan tersebut masih jauh dari apa yang diharapkan para donator.

Kini, hal- hal yang ingin segera diwujudkan dalam rangka pengambil-alihan tanggung jawab keamanan ini antara lain adalah mentransformasikan tiga organ dalam pasukan keamanan nasional menjadi lembaga nasional yang bisa dipercaya dalam memenuhi tugas konstitusi untuk menjamin integritas dan keamanan Afganistan. Kemudian, mengambil alih tugas dari pasukan asing yang ada di sejumlah daerah.

Untuk tugas ini, masyarakat internasional mungkin tidak perlu terlalu khawatir lagi. Karena selain menjaga keamanan, pasukan koalisi juga disebutkan sedang membantu Afganistan untuk membentuk pasukan keamanan sendiri yang tujuan akhirnya, membangun angkatan bersenjata Afganistan berkekuatan 171.000 personil ditambah 134.000 polisi pada akhir tahun 2011. Kesatuan inilah yang direncanakan akan bertanggung jawab atas keamanan seluruh negeri yang memiliki 34 provinsi itu jika tentara koalisi telah mundur. Intinya, masyarakat internasional mencoba menempatkan Afganistan menuju stabilitas. Apalagi jika keberadaan pasukan internasional di negara tersebut sudah ditarik kelak.BS,JK (Berita Indonesia 78)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com