Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Mancanegara Teluk Meksiko Makin Kritis
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Teluk Meksiko Makin Kritis

E-mail Print PDF

Semburan minyak dari pengeboran lepas pantai yang meledak di Teluk MeksikoTumpahan minyak mentah semakin mencemari Teluk Meksiko. Lebih dari 600 spesies hewan terancam mati, padang terumbu karang hancur, dan ribuan warga di sepanjang pesisir timur Meksiko secara ekonomi terpukul.

Teluk Mexico kini menjadi sorotan dunia. Namun bukan pariwisatanya yang disorot melainkan tumpahan minyak yang mencemari perairan teluk sejak terjadi ledakan, 20 April lalu, di Deepwater Horizon, sebuah anjungan pengeboran minyak, 66 kilometer lepas pantai Louisiana, AS. Usaha ini dimiliki Transocean Ltd, tapi sedang disewa oleh British Petroleum (BP) PLc, sebuah perusahaan minyak dari Inggris.

Titik ledakan tepat mengenai kepala sumur yang berada di kedalaman 1.500 meter di bawah permukaan laut. Bencana ini diramalkan bisa menyaingi tumpahan minyak Exxon Valdez, tahun 1989, yang disebut sebagai terburuk dalam sejarah perminyakan Amerika.

Dua hari pascaledakan, 22 April 2010, sebagian anjungan roboh dan terbakar.  Sebelas pekerja tewas dalam musibah itu. Sejak itu semburan minyak mentah sekitar 5.000 barrel atau 210.000 galon (795.000 liter) per hari merembet semakin jauh dari pusat ledakan akibat terbawa arus. Badan Penerbangan dan Antariksa AS per 27 April sempat merilis gambar udara tumpahan minyak. Saat itu luas area yang tercemar 9.933 km (77 x 129 km).

Memasuki minggu kedua sejak ledakan (6/5), dampak tumpahan minyak kian buruk. Departemen Margasatwa dan Perikanan Louisiana mengatakan, lebih dari 600 spesies hewan terancam mati. Di lepas pantai Louisiana adalah habitat bagi 445 jenis ikan, 134 jenis burung, 45 jenis mamalia, serta 32 jenis reptil dan amfibi. Habitat pelikan coklat dalam kondisi kritis.

Ahli biologi Louisiana, Robert Lover, mengatakan, pelikan coklat yang dijuluki “si burung anggun” bertelur di pesisir pulau-pulau kecil di perairan Teluk Meksiko. Burung itu terancam mati karena memakan ikan yang tercemar minyak. Begitu juga kura-kura, katak, buaya, paus, lumba-lumba, manatee, tuna, hiu, kakap, dan tiram terancam mati jika minyak tidak dibersihkan.

Burung-burung dan hewan lainnya itu menghuni 1.700 pulau di Teluk Meksiko wilayah Florida. Gugus pulau ini membentang dari Florida Keys hingga Key West yang legendaris itu. Kematian hewan-hewan itu sudah di depan mata. Selain minyak menutupi muka laut, gumpalan minyak mengandung aspal mencemari tengah hingga dasar laut.

Robert S Carney, pakar kelautan Universitas Negeri Louisiana, mengatakan, aspal membuat semakin banyak biota laut terancam. Bakteri, plankton, cacing, dan biota kecil lain menyerap minyak. Mereka dimakan ikan kecil, kepiting, dan udang yang juga dimakan hewan laut yang lebih besar. Padang terumbu karang juga hancur.

Lebih dari 600 spesies hewan terancam matiRibuan warga, terutama para nelayan di pesisir Havana (Kuba), Tampa, New Orleans, Houston di AS, hingga di sepanjang pesisir timur Meksiko terpukul. Hasil tangkapan nelayan merosot tajam. Nelayan Louisiana menuturkan, “lahan garapan” mereka tercemar berat. Seorang nelayan, Jason Malerine (26), mengatakan bahwa upaya pengendalian oleh pemerintah sangat lambat.

Musibah tumpahan minyak ini membuat Presiden AS Barack Obama (7/6) mengecam Pemimpin Utama British Petroleum (BP) Tony Hayward atas ucapannya yang sesumbar beberapa waktu lalu, “Saya ingin hidup saya kembali. Teluk itu adalah lautan yang luas, dan dampak bencana ini terhadap lingkungan sangat kecil.”

Obama mengatakan, pemimpin BP itu tidak akan pernah bisa bekerja untuknya. Obama telah berupaya meyakinkan seluruh rakyat AS bahwa pantai Teluk Meksiko akan “bangkit kembali” dari pencemaran minyak terburuk sepanjang sejarah AS, tetapi bukan tanpa waktu, upaya, dan kompensasi dari BP.

Presiden Obama menegaskan, raksasa minyak Inggris itu harus bertanggung jawab sepenuhnya atas musibah itu. Bahkan, dia meminta BP menanggung semua biaya operasional untuk membersihkan minyak. Ini berbeda dengan kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo.

Penegasan Obama ini direspon BP dengan menyiapkan dana sebesar 20 miliar dollar AS. Dana tersebut akan dipakai sebagai kompensasi kerugian akibat pencemaran minyak di Teluk Meksiko, AS. BP pun mengumumkan penundaan pembagian dividen bagi para pemegang saham, dividen untuk empat bulan pertama tahun ini.

BP juga akan menyetor 100 juta dollar AS ke pos lain untuk membantu para pekerja industri perminyakan. Para pekerja menganggur akibat kebijakan moratorium pengeboran laut dalam yang diputuskan Obama.

Kesanggupan BP itu melebihi angka yang tertera di dalam surat dari penegak hukum AS, yang menyebutkan kerugian ekonomi terkait pencemaran minyak sekitar 75 juta dollar AS. Keputusan BP mengalokasikan dana untuk penanganan pencemaran minyak di Teluk Meksiko itu berdampak baik bagi harga saham BP, yang memiliki total aset sekitar Rp 236 miliar dollar AS.

Sementara itu, berbagai upaya membersihkan tumpahan minyak dan menekan kebocoran di pusat ledakan terus dilakukan AS dan operator kilang minyak, BP. Sejak 28 April, sudah lebih dari 1.900 personel dilibatkan dalam menekan tumpahan minyak. Mereka menggunakan 300 kapal dan pesawat, termasuk 10 unit kapal selam yang ditugaskan untuk mendekati ke titik ledakan.

BP memperkirakan, upaya untuk membersihkan minyak di Teluk Meksiko akan menelan biaya lebih dari 6 juta dollar AS atau Rp 54,2 miliar per hari. Regu penyelamat sudah menuangkan lebih dari 156.000 galon (590.525 liter) dispersant ke laut untuk mengurai minyak. CID (Berita Indonesia 77)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com