Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Lintas Tajuk Dunia Berharap Pada Obama

Dunia Berharap Pada Obama

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Berbagai media dalam tajuknya mengulas kebijakan yanga akan dilakukan Obama dalam mengatasi krisis keuangan global dan masalah di Timur TengahHampir semua surat kabar terbitan ibukota menaruh harapan pada Obama.

Barack Hussein Obama (47) resmi menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-44 saat dilantik pada 20 Januari 2009. Obama yang keturunan Afrika-Amerika menjadi presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat.

Amerika (AS) di bawah kepemimpinan Obama diharapkan dapat menghidupkan dan menumbuhkan kembali stabilitas ekonomi negeri adidaya tersebut. Sebab AS sudah menjadi barometer perekonomian dunia dan sangat berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia.

Obama juga diharapkan bisa membawa perubahan dalam mengangkat citra Amerika Serikat di mata internasional atas berbagai kebijakan negara tersebut di kawasan Timur Tengah. AS sebagai kampiun demokarsi dunia diharapkan dapat menegakkan keadilan demi tercapainya sebuah perdamaian di Timur Tengah.

Berbagai surat kabar di Tanah Air mengulas tentang kebijakan ekonomi pemerintahan presiden Obama dan bagaimana misinya mewujudkan perdamaian Timur Tengah. Sejak resmi terpilih sebagai presiden pada 4 November 2008, banyak kalangan meragukan kepemimpinan Obama terutama mengenai perdamaian Timur Tengah yang tidak akan berbeda jauh dengan kebijakan pemimpin terdahulunya George Walker Bush. Saat itu, Obama memilih diam mengenai perang Israel-Palestina sebelum diambil sumpah kepresidenannya tanggal 20 Januari.

Harian Republika (22/1), misalnya, mengulas sejauh mana kesungguhan Obama atas masalah Timur Tengah. Mengomentari pidato perdana Obama, khususnya masalah Timur Tengah, harian ini menuturkan masih ada ketidaksungguhan dan ketidakikhlasan, masih adanya jarak bahwa kamu di sana dan kami di sini. Menurut harian ini, walaupun Obama akan mengusahakan jalan baru ke depan berdasarkan kepentingan dan penghormatan bersama, tak ada perubahan posisi terhadap persoalan Palestina, Iran, Irak, dan Afganistan. Umat Islam dunia harus terus belajar dan semuanya harus bertumpu pada kekuatan sendiri, bersatu dan bekerja lebih giat lagi. Obama tetaplah Amerika. Lupakan Obama karena di sana hanya ada Amerika. Walaupun Obama memang menjanjikan penarikan pasukan dari Irak dan membangun perdamaian di Afganistan.

Sedangkan Koran Tempo (22/1) dalam editorialnya mengulas mengenai Obama yang memiliki kesamaan dalam hubungan sejarah dengan Presiden Abraham Lincoln. Lincoln dan Obama sama-sama berasal dari daerah konstituen mewakili negara bagian Illinois. Presiden Lincoln, muncul pada saat krisis nasional yang kemudian memenangi perang saudara untuk mengakhiri perbudakan. Lincoln, menjadi simbol pembebasan bagi warga keturunan Afrika. Sedangkan Obama, kini memikul beban yang tidak ringan, jauh lebih luas dan pelik dari yang dihadapi Lincoln, krisis keuangan sedang menggoyang keadaan ekonomi AS dan kerusakan yang multidimensional, warisan Presiden George W Bush.

Harian ini menuturkan dari konteks kepentingan Indonesia, sulit untuk tidak berharap bahwa Obama akan menjalankan yang terbaik untuk memperbaiki hubungan antara Amerika dan Islam, maupun Barat dan Islam. Mengutip sedikit pidato Presiden Obama, koran ini menuliskan, secara umum kepada dunia Islam, dia (Obama) mengatakan bahwa ke depan Amerika hendak mencari cara baru, berdasarkan asas kepentingan bersama dan saling menghormati. Masalah Palestina, Irak dan Afganistan yang sama sekali tidak disinggung dalam pidatonya menjadi tolok ukur kepemimpinannya dalam menyelesaikan masalah Timur Tengah.

Sedangkan Harian Suara Pembaruan (22/1), menyoroti terpuruknya Bursa Wall Street, New York bersamaan dengan pelantikan Obama sebagai presiden. Kondisi ini sangat berbeda saat Obama memenangi pemilihan presiden atas John McCain dimana indeks mengalami kenaikan. Meski demikian, kiprah pemerintahan Obama dalam memperbaiki ekonomi global sangat dinantikan oleh dunia. Dengan rasa optimis, kebijakan paket stimulus ekonomi hingga triliunan dolar AS yang disepakati pada akhir pemerintahan George W Bush dianggap cukup memadai dalam merekonstruksi perekonomian AS yang sedang terpuruk.

Terakhir, Harian Kompas (22/1) menyatakan bahwa dunia tidak sabar lagi menantikan kebijakan Presiden Obama dalam mengatasi konflik Timur Tengah, krisis Irak, Afganistan, konflik Gaza antara Israel dan Palestina serta memecahkan persoalan yang sangat mendesak yaitu mengatasi krisis keuangan global. “Sungguh pelik persolan yang akan dia hadapi, namun dia (Obama) sudah mencatat sejarah lompatan perubahan dramatis di AS, yang menggugah seluruh umat manusia di bumi. Dia telah menjadi personifikasi perubahan itu sendiri. Mampukah Obama menerjemahkan sejumlah masalah pelik itu menjadi sebuah harapan untuk menciptakan tatanan dunia baru?” tutur Kompas dalam tajuknya. BHS (Berita Indonesia 64)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_1_21.jpg
Di pertengahan jalan pemerintahan SBY-JK, Golkar mengembangkan wacana untuk menilai kembali dukungannya. Banyak alasan kenapa Golkar
utama_1_43.jpg
Tiga rentetan peristiwa politik terbaru yang terjadi di Ambon, Papua, dan Aceh, sangat mustahil untuk tidak dimaknai sebagai upaya

Visi Berita

visi_1_66.jpg
Di tengah suasana relatif damai saat penyelenggaraan Pemilu Legislatif 9 April 2009 lalu,rupanya terjadi kemunduran
visi_29.jpg
Menunggu arus balik investasi asing, ibarat pameo petani yang mengharapkan jatuhnya hujan di musim panas.

Lentera

lentera_11_62.jpg
Keberhasilan tim ASSA tidak hanya milik para pesepeda namun juga milik tim-tim pendukung yang perannya sangat
lentera_5_17.jpg
Bangsa yang arif akan memilih jalan perbaikan pendidikan secara mutlak bagi bangsanya. Sebab bangsa yang terdidik pasti
Share/Save/Bookmark