Majalah Berita Indonesia

Thursday, Sep 09th

Last update06:39:43 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Lintas Media Piala Emas Nobel dan Gunung Lumpur

Piala Emas Nobel dan Gunung Lumpur

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Empat siswa SLTA membawa pulang tropi emas ilmiah internasional. Ini ole-ole buat HUT Kemedekaan RI ke 61, juga sedikit menghibur warga yang ditimpa bencana alam, termasuk mereka yang bergulat dengan banjir lumpur di Sidoardjo, Jawa Timur. Empat siswa SLTA membawa pulang tropi emas ilmiah internasional. Ini ole-ole buat HUT Kemedekaan RI ke 61, juga sedikit menghibur warga yang ditimpa bencana alamAnak Negeri Memburu Nobel; ini laporan khusus kado ulang tahun kemerdekaan Majalah Gatra, Edisi 23 Agustus 2006.

Majalah mingguan berita tersebut mengulas, munculnya secercah cahaya di antara kesuraman yang terus mendera negeri ini. Empat siswa sekolah lanjutan atas Indonesia meraih prestasi emas di olimpiade ilmiah internasional. Bisa jadi ini oleh-ole buat ulang tahun kemerdekaan yang ke 61. Namun Gatra menyesalkan minimnya pembinaan anak-anak pintar dan berbakat.

Pada tahun 2020 atau hanya 14 tahun dari sekarang, menurut Gatra, lagi Indonesia bakal mendapat nobel di bidang fisika. Ada yang mencapai gelar professor pada umur 25 tahun, dan kini Dikmenti DKI dan TOFI berencana mendirikan ‘pelatnas’ anak-anak cerdas. Tujuannya menjuarai ajang olimpiade ilmiah internasional.

Muntahan lumpur dari perut bumi Sidoarjo yang belum ada pertanda berhenti, menjadi laporan sampul Majalah Tempo Edisi, 27 Agustus. Hampir tiga bulan ini, banjir lumpur melumat sejumlah kampung, sawah dan jalan di Sidoarjo. Kiriman lumpur dari dalam perut bumi, menggunung sampai setinggi 4,3 juta meter kubik, bisa membengkak sampai 10,8 juta meter kubik sampai akhir tahun ini. Jika hujan turun dalam dua bulan ini, tanggul-tanggul yang takkan mampu lagi membendung tekanan muntahan lumpur.

Pada edisi berikutnya (3/9), majalah berita mingguan terkemuka ini, menurunkan laporan sampul: Sikat Jenderal! Merah Biru Rapor Kapolri. Tempo menyorot gerak langkah Kapolri Jenderal Sutanto dalam setahun memegang tongkat komando Polri. Sutanto, menurut Tempo, belum bisa tidur nyenyak, meskipun dia sudah banyak menoreh keberhasilan dalam setahun ini. Begitu diberangus, kejahatan-kejahatan, seperti pembalakan liar (illgal logging), Narkoba, korupsi, terorisme dan judi, seolah terus berpacu menghadangnya.

Majalah mingguan ekonomi dan hukum, Trust edisi 3 September, lebih tertarik menurunkan laporan sampul: Melacak Korupsi Proyek Bank Dunia. Trust mengutip pernyataan perwakilan Bank Dunia di Jakarta yang menyingkap ulah Departemen Pekerjaan Umum yang mengkorupsi dana bantuan bantuannya sampai sejumlah Rp 3,2 miliar. BPK juga melaporkan dana bantuan Bank Dunia di Depkes dikorupsi Rp 5,1 miliar. Bank Dunia mengultimatum untuk meminta kembali uang dipinjamkannya. Mereka pemerintah Indonesia meniadakan kebiasaan buruk tersebut.

Langsung menohok ke pokok persoalan, Majalah Konstan, edisi 6 September, menurunkan laporan sampul: Koruptor Penghianat Kemerdekaan. Dalam edisi ulang tahun kemerdekaan RI ke-61, majalah yang banyak menyorot masalah korupsi ini; menguraikan upaya lima presiden RI, dari Soekarno sampai Susilo Bambang Yudhoyono, untuk memberantas kasus-kasus korupsi yang sudah menjadi “penyakit kanker” bagi kehidupan masyarakat. Ironisnya, penyakit kronis ini, menurut Konstan, belum bisa disembuhkan sampai saat ini. Indonesia, malahan, menduduki peringkat negara paling korup di dunia. Konstan dan Trust tak banyak berbeda di dalam menyorot budaya korupsi yang melanda negeri ini.

Di pihak lain, majalah bisnis—Swa edisi 6 September—memberi perhatian utama pada; Raja Toiletris yang Makin Terkepung. Swa memberi ruang yang dominan pada kupasan yang membedah kekuatan, kelemahan dan masa depan Unilever.

Manuver Unilever Indonesia yang biasanya sangat lincah, inovatif dan kreatif, menurut Swa, belakangan ini tampak melamban. Sang pemimpin pasar ini seolah-olah tak lagi bergairah berkreasi dan memancing konsumen dengan taburan hadiah, bahkan beberapa kali tertangkap basah meniru gerakan penantang pasarnya.

Juga majalah bisnis, Investor edisi 7 Agustus, mengemas laporan sampul cukup bombastis; Mafia Berkeley & Strategi Baru Ekonomi. Menurut Investor, lemahnya daya saing industri Indonesia diyakini tak lepas dari peran arsitek ekonomi Mafia Berkeley.

Perlukah upaya radikal untuk mengubah strategi ekonomi pasar bebas itu? Tulis Investor, tampaknya Indonesia butuh strategi baru untuk mendorong kemajuan ekonomi. Resep pembangunan ekonomi yang selama ini digunakan hanya menambah angka kemiskinan dan pengangguran. Tingkat kesejahteraan rakyat tak kunjung terangkat, justru merosot, terutama dalam delapan tahun terakhir. SB,SH (Berita Indonesia 21)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_1_66.jpg
Pemilu Legislatif 9 April 2009 dinilai merupakan Pemilu terburuk sejak reformasi. Selain pimpinan dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)
utama_1_61.jpg
Tujuh partai politik papan atas mulai menyiapkan jago-jago mereka untuk bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres), Juli 2009.

Visi Berita

visi_54.jpg
Minggu, 27 Januari 2008, pukul 13 lewat 10 menit, Bapak Pembangunan Nasional itu menghembuskan nafasnya yang
visi_1_35.jpg
Sebutan birokrasi berakar dari kata bureau (kantor), memiliki turunan kata bureaucrat and beaucratic alias birokrat dan

Lentera

lentera_1_59.jpg
Tour Sepeda Sehat ASSA Keliling Jawa-Madura satu purnama telah berlalu, namun kenangan akan tour sepanjang 2.000
lentera_4_36.jpg
Al-Zaytun saat ini sedang bekerja keras siang-malam 24 jam sehari menyelesaikan proyek pembangunan Waduk Windu Kencana,
Share/Save/Bookmark