Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Lingkungan Melelang Jati ke Negeri Big Ben

Melelang Jati ke Negeri Big Ben

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Perum Perhutani berencana melelang ribuan pohon jati tua yang diperkirakan berumur lebih dari 150 tahun di tingkat internasional.

Pohon jati itu bernama Jati Wibowo. Berdiri kokoh di petak 1092A Resor Polisi Hutan (RPH) Temengeng, BKPH Pasar Sore, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu. Sebenarnya pohon jati berusia ratusan tahun itu sudah mati sejak Mei 2006 karena tersambar petir. Jika tak ditebang, kayunya akan rusak. Karena itulah Perum Perhutani melelangnya.

Pohon yang memiliki tinggi sekitar 25 meter dengan keliling 690 cm atau berdiameter lebih dari tiga meter tersebut, akhirnya dibeli Bobby Wibowo, seorang pengusaha furnitur dari Kabupaten Ngawi (Jatim). Pemilik UD Bonytasari itu hadir di lokasi penebangan bersama istrinya, Arini Ambarwati.Perum Perhutani berencana melelang ribuan pohon jati tua untuk dilestarikan

Menurut Direktur Utama Perum Perhutani Transtoto Handadhari, dikutip Suara Pembaruan dan Kompas pada edisi yang sama tanggal 24 Agustus 2007, jika dijual per kubik diperkirakan kayu itu hanya akan laku Rp 200 juta. Perhutani memutuskan melelang pohon hingga akhirnya laku dan dibeli Bobby Wibowo Rp 1 miliar.

Harga tersebut merupakan harga termahal untuk satu pohon kayu jati. Karena itu, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatatkannya sebagai kayu jati termahal di dunia. Menurut Transtoto, uang hasil penjualan sebagian di antaranya akan digunakan untuk membiayai reboisasi di lahan 400 hektar di kawasan hutan Temengeng yang pernah rusak akibat penjarahan.

Manajer MURI, Paulus Pangka, menyatakan, rekor tidak hanya diberikan kepada Perhutani sebagai pemilik pohon jati, melainkan juga kepada perusahaan yang membeli kayu. Rekor itu diberikan dengan kriteria, pohonnya tua, meskipun bukan yang tertua, harganya paling mahal dan pemiliknya (Perhutani) berperan dalam pelestarian hutan.

Arini, istri Bobby, mengatakan, kayu itu akan dibuat furnitur antik, yang nantinya akan dipajang di art gallery di Bali. Saat ini saja, sudah banyak calon pembeli dari Eropa yang mulai melirik furnitur antik yang akan dibuat dari kayu jati termahal di dunia tersebut. ‘’Sudah banyak yang menaksir, kebanyakan pembeli dari Jerman, Belanda, dan Denmark,’’ ujar Arini.

Pembelian sebuah pohon jati yang diperkirakan berusia 150-200 tahun  seharga Rp 1 miliar itu, menyadarkan Perum Perhutani bahwa ternyata kayu jati dari wilayah itu bernilai sangat tinggi. Oleh karena itu, Perum Perhutani berencana melelang ribuan pohon jati tua yang diperkirakan berumur lebih dari 150 tahun di pusat lelang internasional di Christy atau Southeby, London, Inggris dan Singapura.

“Bukan dilelang untuk dijual, tetapi untuk tidak ditebang. Selanjutnya, pohon-pohon jati tersebut akan dinamai sesuai nama pemenang lelang dan dijaga sampai pohon itu mati dengan sendirinya,” kata Transtoto. Transtoto mengatakan, Perhutani kini tengah menginventarisasi pohon jati tua. Pohon jati yang berumur lebih dari 150 tahun, tumbuh di beberapa tempat, di antaranya Temengeng (1.766 pohon), Padangan Jawa Timur (7.008 pohon), serta ribuan pohon lainnya di kawasan hutan Randublatung, Gundih, Purwodadi, dan Surakarta.

Di petak 1092 A, saat ini, masih ada 1.558 pohon jati berusia di atas 100 tahun dengan tinggi rata-rata 39 meter. Semula tercatat ada 1.766 pohon, tetapi 107 di antaranya mati.

Menurut Transtoto, petak 1092 A memang dijadikan kawasan lindung hutan jati alam. Pohon jati di kawasan tersebut tidak akan dipotong, kecuali karena kejadian luar biasa, seperti mati karena usia dan karena bencana alam.

Keberadaan pohon jati itu dilindungi. “Kami tidak akan menebang pohon tersebut, melainkan kami lelang untuk pemberian nama pohon itu,” katanya. Dia menyatakan, ukuran pohon kayu yang ditebang itu bukan yang terbesar. Di wilayah hutan Randublatung sendiri masih ada pohon jati yang ukurannya lebih besar. Namanya Jati Denok. RH (BI 46)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_14_75.jpg
Dipecat (dikorbankan) walau merasa bukan dia yang salah, dalam kasus kriminalisasi pimpinan KPK dan Bank Century, Komjen Pol. Drs. Susno
utama_1_58.jpg
Lupakah Barack Obama, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, yang semasa kecil pernah dibesarkan dan dididik sebagai anak

Visi Berita

visi_48.jpg
Lebaran (Idul Fitri) selalu identik dengan mudik, pulang ke kampung halaman. Momen ini sudah menjadi hal rutin setiap
visi_56.jpg
Citra jaksa dan DPR di republik ini benar-benar terpuruk. Tertangkapnya Ketua Tim Penyelidikan Kasus BLBI-BDNI, Urip

Lentera

lentera_10_74.jpg
Reportase Kunjungan HKBP Tebet ke Al-Zaytun (1)Pendeta Resort HKBP Tebet, Paresman Hutahaean, dan rombongan, sungguh
lentera_4_06.jpg
Negara Federasi Rusia tertarik dengan sistem pendidikan satu pipa di Ma’had Al-Zaytun. Negara pecahan Uni Soviet itu
Share/Save/Bookmark