Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Lentera Pesan dan Hikmah Tahun Baru

Pesan dan Hikmah Tahun Baru

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Peserta perayaan 1 Muharram 1431 H di Mahad Al-Zaytun, dari kiri: Kapolres Indramayu AKBP Ahsri Wiharto, Adi Sasono, Syaykh AS Panji Gumilang, Umi Farida Al Widad, Sophia, Khaerunnisa, Ezi dan Imam PrawotoPesan, hikmah dan semarak perayaan Tahun Baru, baik tahun baru masehi, terutama tahun baru hijriah kembali terdengar dari Kampus Al-Zaytun. Kehadiran puluhan ribu ummat dan pemilihan tema, serta kumandang berbagai lagu, di antaranya dalam bahasa Ibrani, memberi makna teguhnya keyakinan atas keagungan Illahi dan mengusung pesan perdamaian dunia.

Perayaan Tahun Baru 1 Muharam 1431 H di Mahad Al Zaytun berlangsung hikmat dan meriah. Acara yang diselenggarakan bertepatan dengan 17 Desember 2009 M itu diikuti oleh setidaknya 20 ribu ummat mulai dari seluruh civitas akademi Al Zaytun, penduduk desa sekitar mahad, muslimin dan muslimat yang sengaja datang dari negeri jiran Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam, beberapa pejabat dan tokoh nasional, seperti mantan Menteri Koperasi dan UKM pada Kabinet Reformasi Pembangunan Adi Sasono, Direktur Pendidikan Khusus dan Kelembagaan Depdiknas DR. Wartanto mewakili Kementerian Pendidikan Nasional, Komandan Distrik Militer (Dandim) Letkol Hendro Martono, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Indramayu AKBP Ahsri Wiharto, serta berbagai tamu lainnya.

Sehari sebelum puncak perayaan, diadakan temu ramah mesra dengan warga desa sekitar kampus. Acara diselenggarakan di Masjid Al-Hayat dihadiri oleh Camat Kecamatan Gantar, Cusamo dan Kapolsek Gantar, Zainuri serta hampir dua ribu warga.

Pada kesempatan itu, Cusamo dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Al Zaytun, kemudian menganjurkan warga agar memperbaiki diri untuk kesejahteraan masing-masing. Sedangkan Zainuri, mengajak warga, termasuk warga mahad agar membuat pengamanan swakarsa di lingkungan masing-masing serta meningkatkan siskamling. Sementara Syaykh Al-Zaytun dalam pesan-pesannya menyarankan agar warga menanam pohon untuk mengurangi dampak pemanasan global. Seusai temu mesra, seperti biasa, warga pun dibagikan boboko sebagai simbol berbagi berkat di hari bahagia itu.

Memasuki puncak perayaan besok paginya yang diselenggarakan di Masjid Rahmatan Lil Alamin, acara disambut dengan suara indah dan merdu paduan suara ratusan pelajar Al-Zaytun yang dipimpin oleh dirigen Ustajah Salindri. Lagu-lagu nasional seperti ‘Indonesia Tanah Air Beta’, ‘Berkibarlah Benderaku’, ‘Dari Sabang sampai Merauke’ dan lain sebagainya yang dilanjutkan dengan lantunan berbagai tembang atau mazmur pujian kepada Allah berbahasa Ibrani, seperti Syalom khave’rim (Salam sejahtera padamu kawan), Hinne mattov (Lihatlah, Tuhan beserta kita), Adonay yisy mor (Tuhan memelihara kita), Havenu syalom (membawa selamat), Hava nagila (Bersorak sorai), Ehre shi gott (terpujilah Tuhan), dan kemudian ditutup dengan Himne Universitas Al-Zaytun, membuat perayaan ini diawali dengan meriah.

Temu ramah mesra eksponen Al-Zaytun dengan warga yang dihadiri oleh Camat, Kapolsek Gantar dan Pemred Berita IndonesiaWalau acara ini merupakan perayaan keagamaan, namun Al Zaytun tetap tidak memisahkannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Memulai acara puncak, seluruh hadirin pun menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’, baru kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Muhammad Toha, santri dari Sumatera Barat.

Perayaan kali ini yang mengangkat tema “Mari kita hadapi tantangan alam global dengan kearifan lokal”, selaras dengan topik yang sedang dibicarakan para pemimpin dunia di KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen Denmark saat itu (7-18 Desember 2009). Sesuai dengan tema, Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang dalam pesannya mengawali tahun baru 1431 H mengatakan, menanggapi ancaman kekeringan, kekurangan pangan dan timbulnya berbagai penyakit akibat pemanasan global, sebagai manusia yang beriman, ummat harus menggunakan kearifan. “Kalau ingin adem, ingin sejuk, dan iklim menjadi bagus, janganlah menebangi pohon lagi, tapi sebaliknya hendaklah menanam, “ kata Syaykh.

Terkait perayaan Tahun Baru Hijriah, Syaykh mengatakan, perjalanan manusia besar dari sejak dulukala selalu hijrah atau pindah. Syaykh mencontohkan nabi-nabi besar dalam kitab suci, seperti Nabi Adam yang dihijrahkan Allah dari Eden ke Bumi, Nabi Nuh di zaman air bah yang dengan bahteranya dihijrahkan Allah kepada hidup baru, Nabi Abram (Ibrahim) yang dari Urkasdim diperintah Allah hijrah ke Kanaan, kemudian Nabi Muhammad SAW yang hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Selain mengenai hijrah, Syaykh juga menyinggung soal bencana. Menurut Syaykh, menurut ajaran Illahi, bencana alam itu ternyata sudah tersusun rapi. Sejak Nabi Nuh, ada bencana alam yang menghabiskan manusia sejagat waktu itu. Setelah itu, ada bencana pada Sodom dan Gomora yang terjadi di kaum Nabi Lot yang tinggal di lembah Sungai Yordan. Menurut Syaykh, peristiwa terbesar lain yang dicatat oleh dunia adalah tsunami Aceh. Ratusan ribu manusia meninggal, tapi satu pulau hanya menelan sedikit korban. Pertanyaan, mengapa dengan bencana besar ini? Menurut Syaykh, kalau disebut bahwa kita ada di Ring of fire dan sebagainya, itu mungkin benar. Tapi inti dari ajaran Illahi, karena manusianya banyak yang pasif, ingkar dengan janjinya sendiri. Sudah mempunyai landasan negara, tidak dilaksanakan. Sudah mempunyai petunjuk wahyu, tidak dilaksanakan. Jadi menurut Syaykh, campur tangan Tuhan selalu ada. Belajar dari itu, menurut Syaykh, kalau kita mengikuti jalan yang bisa menolong tugas Tuhan, kita akan selamat. Maka ciptakanlah kearifan lokal.

Sementara Adi Sasono dalam sambutannya menyarankan, agar kearifan lokal sebagaimana dicontohkan Al Zaytun semakin dikembangkan. Mengapresiasi karya besar dalam kearifan yang telah diperbuat Al Zaytun, dia menyebut, seandainya Syaykh bisa di-kloning, akan dibikin seratus ribu Syaykh di Indonesia.

Tidak jauh berbeda dengan Adi Sasono, DR Wartanto yang hadir mewakili Dirjen Pendidikan Nonformal juga memberikan apresiasi yang cukup tinggi pada Al-Zaytun. Dia mengaku sangat kagum melihat rimbunnya situasi, luasnya lahan, hebatnya bangunan, banyaknya peserta didik.
Dengan kondisi seperti itu, dia yakin bahwa proses pendidikan itu benar-benar bisa mengolah manusia menjadi orang-orang yang benar-benar sempurna, dan mampu menghadapi globalisasi. Dia yakin, ke depan Al-Zaytun akan menjadi lembaga pendidikan terdepan yang bisa menjawab tantangan dan bisa menjadi contoh lembaga-lembaga pendidikan yang lain.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Nonformal dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wartanto menyebut, Kemitraan antara Dirjen Pendidikan Nonformal dan pesantren selama ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dengan lebih baik. Sebab, masih banyak penduduk yang masih buta aksara, drop out dari sekolah pendidikan, dan tidak memiliki keterampilan pendidikan.

Sedangkan Dandim Indramayu, Letkol Hendro Martono dalam kata sambutannya mengajak jemaah untuk instrospeksi diri. ‘’Setiap kita melaksanakan tahun baru, yang perlu kita lakukan adalah kita perlu instrospeksi diri. Untuk mengevaluasi sampai sejauh mana kita sebagai umat Islam, sebagai warga masyarakat, bangsa dan negara dalam mengabdikan diri kita kepada bangsa dan negara. Evaluasi perlu karena tantangan ke depan tidak semakin ringan,’’ katanya.

Sementara Kapolres Indramayu, AKBP Ahsri Wiharto dalam kata sambutannya mengatakan salut dengan Al-Zaytun dan tema yang diangkat. Terkait kepolisian, dia mengatakan, selama ini kepolisian mungkin dipahami hanya sebagai penegak hukum. Tapi menurutnya, sekarang kepolisian sedang menggalakkan sosialisasi pemahaman kepada anggotanya bahwa kepolisian tidak hanya berfokus pada kepastian hukum, tapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Itu menurutnya mungkin sebagai salah satu kaitannya dengan kearifan lokal.

Seusai acara puncak, perayaan juga dihibur oleh berbagai acara seperti penyeleggaraan pameran tanaman hias, pentas seni Jaipongan, Tarling dan grup band. Pameran tanaman hias yang diselenggarakan di Gedung Al-Akbar lantai dasar, diikuti oleh puluhan peserta mulai dari pelajar kelas 10. Sementara pentas seni Jaipongan, Al-Zaytun sengaja mengundang grup Iyus Gober dari Kabupaten Subang dan diselenggarakan di gedung yang sama. Sementara pagelaran Tarling, diadakan di Lapangan Palagan, stadion olahraga yang terletak di tengah areal kampus tersebut.

Untuk penikmat tembang lagu, perayaan juga dimeriahkan oleh penampilan beberapa grup band yang sengaja didatangkan dari luar Indramayu, seperti Grup Band The Miradz yang anggotanya alumni Al-Zaytun dan santriwati Al-Zaytun, Grup Band Giant, Druva, Kalista, K5, dan Grup Band The Riil Band yang pementasannya diadakan di pelataran Masjid Rahmatan Lil Alamin yang baru saja dipakai dalam acara puncak.

Perayaan Tahun Baru 1 Muharram 1431 H di Al Zaytun ini memang benar-benar meninggalkan kesan yang indah, meriah dan bermakna. MS-BHS (Berita Indonesia 73)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_2_75.jpg
Ini berita hebat. Markus dan mafia hukum itu sungguh-sungguh nyata (terbukti), rakus dan jahat. Seorang jenderal polisi (bintang tiga)
utama_1_52.jpg
Peta Jalan Bali atau Bali Road Map disetujui setelah melewati lobi-lobi intensif dan menguras banyak energi. Amerika akhirnya turut ikut

Visi Berita

visi_47.jpg
Tidak ada seorangpun manusia di dunia ini yang ingin hidup dalam kemiskinan. Namun, karena berbagai hal, di
visi_23.jpg
Bangsa ini baru saja merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke-61. Ironisnya, dalam usia senjanya, kantong-kantong

Lentera

lentera_1_39.jpg
Wawancara Syaykh Al-Zaytun dengan Tim Jurnalis EWC-ASSyaykh Al-Zaytun Drs Abdussalam Panji Gumilang, mengatakan
lentera_6_23.jpg
Dalam dunia kontemporer (kini) sudah sangat sering terjadi dunia kekerasan yang luar biasa. Karena itu, perlu dirancang
Share/Save/Bookmark