Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Lentera Penopang di Belakang Layar
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Penopang di Belakang Layar

E-mail Print PDF

Tim medis siap memberikan pertolongan di dalam bis bahkan di atas truk sekalipunKeberhasilan tim ASSA tidak hanya milik para pesepeda namun juga milik tim-tim pendukung yang perannya sangat dibutuhkan.

Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun (ASSA) telah sukses menjelajah semua provinsi se Pulau Jawa dengan sempurna. Diawali dengan Tour Sepeda Sehat ASSA Keliling Jawa-Madura 2.000 Km selama 16 hari tanggal 26 Mei sampai 10 Juni 2008, kemudian dilanjutkan dengan jelajahi Indramayu - Jakarta - sampai Banten tanggal 18 – 22 Oktober 2008 yang diberi nama Tour ASSA Pra Sumatera. Kini jalan-jalan di Pulau Sumatera menunggu kehadiran gelinding roda sepeda ASSA yang direncanakan akan diselenggarakan Mei-Juni 2009 nanti.

Segala sesuatu yang dibutuhkan berkaitan dengan penyelenggaraan tour Sumatera ini sudah dan sedang dipersiapkan. Rute jalan yang akan dilalui sudah disurvei sejak beberapa bulan yang lalu. Pendaftaran peserta pun sudah dibuka sejak 1 November lalu dan akan ditutup pada akhir Desember. Latihan anggota ASSA yang berencana ikut tour Sumatera juga sudah semakin diintensifkan.

Dari pengamatan wartawan Berita Indonesia yang mengikuti dua even sebelumnya -Tour ASSA Keliling Jawa-Madura 2.000 Km dan Tour Pra Sumatera-, kehadiran tim pendukung yang lebih banyak di belakang layar sangat diperlukan. Tim pendukung yang terdiri dari tim persediaan air minum (treatment), dapur (kicthen), cuci pakaian (laundry), mekanik sepeda dan kendaraan, tenaga dan peralatan medis (hospital) berjalan dan tim dokumentasi, bekerja dengan profesional dan disiplin. Karena itu, untuk meneruskan misi tour Sumatera nanti, kehadiran dan kesiapan tim ini juga menjadi faktor penentu keberhasilan tim ASSA.

Seperti sudah pernah kami laporkan secara ringkas dalam tulisan di edisi-edisi sebelumnya, selama di Dengan tempat kerja yang terbatas, tim mekanik siap melayani ratusan kemungkinanperjalanan, ASSA mempersiapkan sendiri kebutuhan air dan makan rombongan sehingga tidak perlu membeli dari restoran atau warung makan. Tim-tim pendukung inilah yang berjasa melakukan semuanya itu. Untuk mencuci pakaian, ASSA membawa laundry berjalan sehingga pakaian kotor para pesepeda bisa dicuci selama perjalanan agar bisa dipakai lagi pada hari berikutnya.

Untuk perbaikan sepeda dan kendaran bermotor yang mengalami kerusakan, tim juga membawa tenaga mekanik atau bengkel sehingga apabila sewaktu-waktu ada kerusakan, bisa diperbaiki di perjalanan tanpa mengganggu tour sebagaimana telah dijadualkan. Dan untuk pertolongan medis, ASSA juga menyertakan tenaga medis yakni dokter dan perawat serta peralatan medis dalam ambulans. Seluruh tenaga pendukung ini bekerja sangat rapi, disiplin, lincah dan terlatih.

Selama di perjalanan, urutan iring-iringan mobil tim pendukung ini diatur sedemikian rupa sesuai dengan fungsi atau tugas masing-masing. Urutan paling depan, yakni persis di belakang barisan rombongan pesepeda, bergerak pelan mobil ambulan pembawa tim medis dengan segala pralatannya. Kemudian disusul mobil treatment yang sekaligus pengangkut tim mekanik. Dan urutan paling akhir adalah bis yang mengangkut pesepeda yang sedang membutuhkan transportasi sementara serta mengangkut tas pakaian peserta.

Lain halnya dengan tim dokumentasi yang terdiri dari kru Majalah Al-Zaytun. Sesuai dengan keperluannya, tim ini berpencar mengambil foto atau visual. Sementara tim juru masak (kicthen) dan (laundry) setiap Laundry berjalan memanfaatkan areal kosong di tempat persinggahan untuk melaksanakan tugasnyaharinya selalu berangkat mendahului rombongan ke tempat penginapan berikutnya untuk langsung bekerja sebelum peserta tiba di tempat tersebut.

Pengaturan urutan mobil tim pendukung sedemikian rupa jelas dimaksudkan sebagai strategi agar penanganan masalah terlaksana seefektif mungkin. Menempatkan ambulan dengan tim medisnya selalu yang terdekat di belakang rombongan dimaksudkan agar lebih cepat bertindak jika sewaktu-waktu ada peserta yang membutuhkan pertolongan. Di belakang ambulan, diikuti mobil tim mekanik atau bengkel juga dimaksudkan agar sepeda peserta yang sedang mendapat pertologan medis di ambulan itu bisa bersamaan diangkut dengan truk tim mekanik.

Selanjutnya, menempatkan bis berada di belakang tim mekanik dimaksudkan agar manakala ada sepeda peserta yang harus diperbaiki di mobil tim mekanik sambil berjalan, pesepedanya bisa naik bis sementara menunggu sepedanya selesai diperbaiki. Di samping itu, bis ini juga berfungsi sebagai penyisir, berjaga-jaga, mengangkut barangkali ada peserta yang tidak sanggup meneruskan perjalanan.

Dari segi profesionalisme, semua personil tim pendukung ini merupakan orang-orang pilihan yang sudah teruji keahlian dan kedisiplinannya. Tim treatment, misalnya, untuk mengisi ulang tanki airnya, mereka selalu lebih dulu menguji air yang akan diambil, apakah layak minum atau tidak. Dengan alat TDS (Total Density Solid) yang selalu mereka bawa, mereka memastikan bahwa air yang akan diminum rombongan itu sehat.

Peserta mengambil air minum yang sudah teruji kesehatannya dari mobil treatmentSama halnya dengan tim juru masak (kicthen), dari 21 hari perjalanan dalam dua tour sebelumnya, tim ini tidak pernah melakukan kesalahan, misalnya telat memasak atau kesalahan lainnya. Semuanya berjalan dengan tepat dan teratur. Walaupun makan pagi sudah dimulai pukul 3 dini hari, petugas kicthen ini selalu sudah siap dengan segala sesuatunya.

Demikian juga tim mekanik. Walau truk sambil berjalan dan di tempat yang cukup sempit, bahkan terkadang ketika melintas di jalan yang rusak pun mereka tetap sanggup memperbaiki kerusakan sepeda peserta tour. Waktunya pun tergolong cepat. Untuk menambal ban yang bocor misalnya, mereka hanya butuh waktu kurang lebih 15 menit, itu sudah termasuk menaikkan dan menurunkan sepeda dari truk.

Tak kalah menakjubkan adalah profesionalisme tim medis. Tim yang terdiri dari dokter dan perawat ini terkadang harus memberikan terapi di dalam bis bahkan di atas truk yang sedang berjalan. Satu hari ketika tour ASSA ke Banten Oktober lalu misalnya, beberapa orang peserta ketika itu mengalami kram dan pening sehingga harus mendapat penanganan tim medis. Berhubung karena ambulans hanya sanggup menampung satu-dua pasien, sehingga pasien yang lainnya harus ditolong di dalam bis. Bahkan, ada seorang peserta yang ketika itu perlu diberikan infus pun tetap dilaksanakan di dalam bis.

Tidak ketinggalan dengan profesionalisme tim dokumentasi. Guna mencari momen dan latar belakang yang bagus, tak jarang para kameramen dan fotografer dari Majalah Al-Zaytun itu berlaku ibarat paparazzi. Mereka terkadang masuk ke tengah ladang atau sawah di tengah perjalanan demi mendapatkan foto dan atau gambar yang bagus.

Tak lupa juga akan relawan yang banyak memberi dukungan terhadap ASSA di setiap daerah yang dilalui. Andil para relawan ini cukup besar membantu suksesnya pelaksanaan tour ASSA sehingga mereka boleh dianggap sebagai salah satu elemen pendukung juga.

Peserta menikmati makan dan minuman yang disiapkan tim relawanUntuk menyambut kedatangan ASSA di daerah, sebagian relawan bahkan sudah mempersiapkan diri sejak sebulan sebelumnya. Seperti penuturan seorang relawan dari daerah Gresik, Dede Bakti Mulya kepada Berita Indonesia. Dede yang mengaku sebagai penggemar dan simpatisan ASSA ini menjadi relawan di Kabupaten Gresik ketika ASSA menginjakkan kaki di daerah itu tanggal 31 Mei 2008 lalu.

Menurut Dede, dia dan temannya menyambut kedatangan ASSA dengan antusias mengingat belum pernah event seperti ini dilaksanakan di negeri ini. Yang kerap terdengar adalah balap sepeda “Tour de France”, itu pun hanya bisa disaksikan lewat televisi dan bukan pula karya putra bangsa sendiri. Satu bulan sebelum kedatangan romongan ASSA, para relawan di daerahnya sudah melakukan lobi ke berbagai instansi dan hotel yang mampu menampung 300 orang lebih rombongan ASSA ketika itu. Namun, karena saat itu bersamaan dengan liburan sekolah, sehingga tidak ada hotel yang mampu menampung semua rombongan. Setelah melobi ke Pemda Gresik, akhirnya Pemda bersedia menjadi tuan rumah saat itu.

Apa yang dikerjakan oleh relawan ini, lebih lanjut Dede menguraikan. Satu hari sebelum tibanya ASSA di Gresik, 47 orang relawan yang dipimpin oleh Rudi Hilmi sudah tiba di Kantor Pemda Gresik dengan membawa puluhan batang bambu untuk parkir sepeda. Pada hari itu, mereka pun selesai membuat tempat parkir sepeda.

Selesai menyiapkan tempat parkir, seluruh relawan dibagi dalam beberapa bagian tugas yang akan Petugas kitchen membereskan dapur dibantu relawandilaksanakan setelah tibanya tim ASSA di antaranya mengurus parkir dan keamanan, membantu pekerjaan dapur, bagian penyaji dan pelayanan makanan, dan bagian umum, yakni bagian yang sewaktu-waktu bisa mengerjakan pekerjaan yang diprioritaskan.

Setelah rombongan ASSA tiba, mereka pun bekerja masing-masing sesuai dengan tugas yang sudah dibagi sebelumnya. Menjelang pukul 22.00, mereka baru bisa istirahat. Dan pada pukul 2.00 dini hari, relawan pun sudah bangun untuk menyiapkan makan pagi yang dijadualkan pukul 3.00 pagi.

Demikian sekilas apa jasa yang dilakukan tim relawan dalam menyiapkan kehadiran ASSA di daerahnya serta membantu tim teknis dari Mahad Al-Zaytun. Relawan-relawan seperti di Gresik ini ditemukan juga hampir di seluruh daerah yang disinggahi tim ASSA selama Tour Keliling Jawa-Madura dan Tour Pra Sumatera Inramayu-Jakarta-Banten.

Memperhatikan bagaimana tingginya solidaritas persaudaraan di antara wali dan keluarga santri Mahad Al-Zaytun selama pelaksanaan Tour Keliling Jawa-Madura dan Tour Pra Sumatera Indramayu-Jakarta-Banten beberapa waktu lalu, maka pada Tour Sumatera nanti, hal yang sama diyakini akan diterima ASSA dari para relawan di Pulau Sumatera. MS (Berita Indonesia 62)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com