Pesan, hikmah dan semarak perayaan Tahun Baru, baik tahun baru masehi, terutama tahun baru hijriah kembali terdengar dari Kampus Al-Zaytun. Kehadiran puluhan ribu ummat dan pemilihan tema, serta kumandang berbagai lagu, di antaranya dalam bahasa Ibrani, memberi makna teguhnya keyakinan atas keagungan Illahi dan mengusung pesan perdamaian dunia.
Lentera
Pesan dan Hikmah Tahun Baru
Mengasah Ketakwaan dan Solidaritas
Millah Ibrahim Induk Agama Samawi
Syaykh al-Zaytun A.S. Panji Gumilang menguraikan tentang Millah Ibrahim sebagai induk agama samawi. Ibrahim yang berarti: bapak sejumlah besar bangsa, perubahan dari nama awal Abram yang berarti “bapak yang dimuliakan”. Hidupnya dijadikan teladan iman terhadap Tuhan oleh lapisan orang-orang muslim, baik Islam, Yahudi, juga Nasrani.
Al-Zaytun Aktif Hiasi Dunia
Pusat pendidikan terpadu Al-Zaytun berpartisipasi aktif menghiasi dunia melalui program terpadu yang dinamai program pemuliaan tanaman hias. Diawali dengan pembudidayaan di laboratorium kultur jaringan, menanam dan mengembangkan di lahan yang disediakan, kemudian mengolah hasil tanaman agar lebih bermanfaat. Dan yang lebih penting lagi, menyemaikan ilmu dan minat menanam itu kepada generasi muda.
Seni Manajemen Kebersamaan yang Sustainable
Hal yang paling terkesan dalam pengelolaan (manajemen) Al-Zaytun adalah terbinanya kebersamaan yang tidak putus, sustainable, tidak temporer. Segala sesuatu yang telah dan akan dilakukan, selalu dipikirkan bersama, dibuat bersama dan dikerjasamakan. Artinya, menetapkan sesuatu, sekalipun ide dari seseorang tapi dikerjasamakan, dijadikan ide bersama. Itulah seni manajemen Al-Zaytun.
Jadikan Jum’at Lebihi ’Ied
Perayaan Idul Fitri adalah setengah adat dan setengah syariat. Maka kalau sebuah ied yang dilakukan ini menjadi adat yang bagus, jalan terus. Tapi kalau menjadi adat yang berlebihan, mesti dicari jalan keluar supaya tidak berlebihan. Supaya tidak berlebihan, maka Idul Fitri jangan terlalu dijadikan titik sentral, bahwa kalau tidak dengan begini atau begitu, tidak mendapat pahala. Tapi, diambillah manfaatnya, dimana dengan Idul Fitri, kita bisa sholat walaupun sholatnya bukan wajib. Dan, jadikanlah sholat Jum’at melebihi Idul Fitri.
Persatuan, Fitrah Kehidupan Manusia
Pesan Toleransi dan Damai di Pernikahan Agung
Al-Zaytun adalah pusat budaya toleransi dan perdamaian. Bukan sekadar motto tetapi sudah mengalir dalam aliran darah dan tarikan nafas keluarga besar Al-Zaytun, kapan pun dan di mana pun. Hal ini terekspresikan pada upacara pernikahan sakral, suci dan agung, puteri Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang, Khaerunnisa dengan Eji Anugrah Romadhon. Dua lagu berbahasa Ibrani, Syalom Khaverim dan Amar Adonay, bermakna salam persahabatan dan kuasa firman Allah, berkumandang.
Konsisten Jiwai Nilai-Nilai Dasar Negara
Syaykh Al-Zaytun menegaskan, Bangsa Indonesia, dari seluruh lapisan generasi, mesti kembali kepada nilai-nilai dasarnya, konsisten meyakini dan menjiwai, untuk masuk kepada pembangunan lebih lanjut. Melaksanakan setiap tindakan berdasarkan nilai-nilai dasar yang telah ditetapkan oleh bangsa ini sebagai dasar untuk memperjuangkan pengisian kemerdekaan yang dicita-citakan.
Sauh dan Benih Masa Depan
Dari Sidang Tahunan Litbang Al-Zaytun 2009
Seri Tiga dari Tiga
Al-Zaytun, lembaga pendidikan Islam visioner, telah menanam benih dan menjemput masa depan secara nyata hari-hari ini melalui konsep pendidikan terpadu yang diimplementasikan dengan sistem pendidikan satu pipa (one pipe education system). Masa depan yang dijemput dengan sebuah visi dan iman yang telah menjadi dasar dari segala sesuatu yang diharapkan dan bukti dari segala sesuatu yang belum dilihat. Visi yang membangkitkan tekad dan harapan, sebagai sauh yang amat kuat bagi jiwa bangsa ini, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, menembus tahun 2020-2025, bahkan ratusan dan ribuan tahun ke depan.
Satu Dasawarsa Al-Zaytun: Dari Sidang Tahunan Litbang Al-Zaytun 2009
Inovasi, kreativitas, kualitas, kemandirian serta keteguhan dalam prinsip pluralisme, budaya toleransi dan perdamaian, telah menjadi milik lembaga pendidikan Al-Zaytun dalam satu dasawarsa perjalanannya. Dengan kepemimpinan Syaykh Abdussalam Panji Gumilang, segenap civitas akademinya bergerak dalam sistem tata kelola modern yang baik dan bernuansa Indonesia (pesantren): Unik! Seri Dua dari Tiga
Page 1 of 7
Lentera


