Majalah Berita Indonesia

Thursday, Sep 02nd

Last update06:39:43 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Khas Optimisme Indonesia 2010

Optimisme Indonesia 2010

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Dengan stabilitas keamanan dan politik yang baik, Indonesia optimis pertumbuhan ekonomi akan membaikDengan modal stabilitas keamanan dan politik yang baik dan pertumbuhan ekonomi yang positif, Indonesia optimis menjalani tahun 2010.

Sudah menjadi kelaziman kalau menjelang tahun baru, masyarakat selalu membuat refleksi dan evaluasi atas tahun yang sudah dijalani, kemudian membuat prediksi dan perencanaan untuk tahun yang hendak dijalani. Berkaitan dengan itu, sebagian masyarakat ada yang melandasi langkahnya dengan semangat dan optimisme yang tinggi. Namun sebaliknya, ada pula yang diliputi kecemasan dan ketidakpastian.

Demikian halnya Indonesia ketika mengakhiri tahun 2009 sekaligus mengawali tahun 2010. Secara umum pengamat di bidang ekonomi, hukum, sosial, politik, maupun keamanan merasa optimis menghadapi 2010. Namun, tidak sedikit juga yang merasa pesimis. Tentu mereka memiliki landasan sikap masing-masing.

Bagi Indonesia, tahun 2009 boleh disebut merupakan tahun bersejarah sebab pada tahun ini terjadi banyak peristiwa penting yang sangat mempengaruhi masa depan bangsa. Misalnya, di bidang politik, pada tahun 2009 bangsa Indonesia melaksanakan pemilihan umum legislatif dan eksekutif yang kemudian dilanjutkan dengan pelantikan para anggota legislatif mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi dan pusat, hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Walau diiringi sedikit riak-riak protes, namun secara umum seluruh peristiwa tersebut berjalan dengan tertib dan baik.

Di bidang keamanan dan ketertiban, pada tahun 2009 memang terjadi beberapa kali gangguan di Provinsi Papua dengan terjadinya penembakan terhadap warga oleh kelompok yang menamakan dirinya OPM. Namun, gerakan tersebut bisa dikendalikan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) sehingga tidak sampai mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara dalam hal ketertiban, di tengah pelaksanaan pemilu legislatif dan presiden, ketertiban sepanjang tahun 2009 juga terbilang baik. Bahkan, polisi patut mendapatkan ucapan selamat atas keberhasilannya menembak mati buron teroris, Noordin M Top, di Solo, 17 September 2009 lalu, serta membongkar pelaku bom di Hotel JW Marriot.

Di bidang sosial, negeri ini memang sempat dirundung bencana alam berupa banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan angin puting beliung. Pada awal Januari 2009 misalnya di Manokwari terjadi gempa bumi. Kemudian gempa bumi di Sukabumi dan Padang pada bulan September yang menelan banyak korban jiwa serta mengakibatkan rusaknya berbagai fasilitas sosial dan infrastruktur. Namun, sebelum tahun 2009 berakhir, secara umum semua dampak bencana tersebut sudah dibenahi.

Demikian halnya di bidang hukum, tahun 2009 boleh disebut merupakan tahun cobaan hukum bagi Indonesia. Berbagai kasus hukum kontroversial terjadi di tengah masyarakat, mulai dari masyarakat akar rumput hingga pejabat tinggi negeri. Sebutlah misalnya kasus Mbah Minah yang dihukum 1,5 bulan hanya karena mengambil tiga buah kakao untuk dijadikan bibit. Kemudian kasus Prita Mulyasari yang dihukum denda 204 juta rupiah hanya karena menyebarkan keluhannya ketika berobat di RS Omni. Ada pula kasus dugaan pengerdilan KPK melalui rekayasa terima suap oleh Wakil Ketua KPK Bibit dan Chandra. Selanjutnya, ada pula kasus makelar kasus seperti terdengar dalam rekaman pembicaraan Anggodo Widjoyo. Kemudian kasus Bank Century, dan lain sebagainya.

Namun, kasus-kasus itu akhirnya membuahkan hikmah tersendiri buat bangsa Indonesia. Sebab, beberapa kasus tersebut telah berhasil membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lembaga peradilan yang bersih. Hal tersebut diperlihatkan dengan mobilisasi dukungan moral dan sosial dalam kasus yang dialami Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Mereka seolah menjadi simbol perlawanan terhadap korupsi. Demikian halnya dalam kasus Prita Mulyasari yang telah menggerakkan solidaritas masyarakat membela masyarakat kecil dengan aksi mengumpulkan Koin untuk Prita.

Di bidang ekonomi, tahun 2009 yang semula dikhawatirkan akan sangat berat bagi perekonomian Indonesia karena imbas krisis global tahun 2008 lalu, ternyata bisa dilalui dengan baik. Bahkan Indonesia patut merasa bangga karena menjadi salah satu negara besar yang masih mengalami pertumbuhan positif bersama China dan India, sekaligus membuat negara berpenduduk 200 juta jiwa lebih ini menjadi salah satu negara yang patut diperhitungkan dalam perekonomian global.

Ekonomi nasional di tahun 2009 memang dianggap cukup baik, salah satu indikasinya adalah IHSG pada akhir 2009 (28/12-2009) tembus hingga 2.500. Hasil riset Danareksa Research Institute DRI per 30 November 2009 juga menyebut, ekonomi Indonesia pada triwulan III-2009 tumbuh sebesar 4,29 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2008. Komponen konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi juga tumbuh positif.

Dengan modal Indonesia seperti disebutkan di atas, didukung pula dengan perkembangan ekonomi global yang diprediksi cenderung membaik dengan perkiraan angka pertumbuhan hingga 2,7% di tahun 2010, maka pertumbuhan ekonomi nasional pada 2010 juga diprediksi akan membaik.

Menurut Menkeu Sri Mulyani, pasar internasional pada tahun 2010 memang masih belum bisa diandalkan mengingat daya beli masyarakat dunia, khususnya Amerika Serikat sebagai tujuan utama ekspor Indonesia masih akan sangat lemah. Walau demikian, dia tetap optimis ekonomi Indonesia 2010 akan tumbuh lebih baik dari 2009.

Mengenai melemahnya daya beli masyarakat dunia, menurut Sri Mulyani, pemerintah sudah melakukan beberapa kebijakan untuk mendorong konsumsi domestik, antara lain dengan kenaikan anggaran gaji pegawai negeri sipil, penyaluran bantuan langsung tunai (BLT), hingga pemangkasan pajak penghasilan. Sedangkan untuk mengantisipasi pemburukan ekonomi tahun 2010 sendiri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pihaknya sedang mempercepat proses penyelesaian 19 target kebijakan yang termasuk dalam Program 100 Hari Kinerja KIB II.

Dalam asumsi pemerintah, pertumbuhan ekonomi tahun 2010 bisa mencapai kisaran 5-6 persen dengan pertumbuhan ekspor 5-7 persen dari minus 7-5 persen pada 2009. Angka kemiskinan tak berubah banyak, yakni 12-13,5% dari 12-14% sebelumnya. Sementara jumlah pengangguran terbuka sebanyak 8%, turun dibanding tahun 2009 yang ditargetkan 8,3-8,6%. Pada akhir September 2009 lalu, Sri Mulyani kembali mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan tahun 2010 adalah 5,5%. Sebelumnya untuk tahun 2009, perekonomian dia prediksi akan tumbuh sebesar 4,3%.

Lebih optimis lagi, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal, Depkeu, Andie Megantara, bahkan mengatakan bahwa tahun 2010 sebenarnya merupakan momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menjalankan akselerasi pembangunan ekonomi.

Di tengah optimisme itu, dua masalah penting yakni kenaikan harga minyak dunia dan defisit listrik, jadi persoalan berat pemerintah saat ini. Walau tidak drastis, sejak beberapa bulan terakhir, harga minyak dunia mengalami kenaikan yang sekaligus meningkatkan beban pemerintah menutupi subsidi. Tapi menurut Direktur Perencanaan Makro Bappenas Bambang Prijambodo awal Desember 2009 lalu, pemerintah belum terlalu khawatir dengan kenaikan itu karena masih dalam perkiraan sebelumnya.

Sementara mengenai listrik, masalah defisit listrik selama ini diyakini telah dan akan membuat investor akan berpikir ulang menanamkan modalnya di Indonesia. Menteri Perindustrian MS Hidayat misalnya pernah mengatakan, tanpa pasokan listrik yang memadai, menghidupkan kembali industri lima tahun ke depan akan mengalami hambatan. Masalah ini jelas sangat disayangkan, karena upaya menumbuhkan kembali industri nasional sebenarnya merupakan keharusan mengingat peran industri manufaktur terhadap pendapatan domestik kotor nasional cukup signifikan. Tahun-tahun sebelumnya misalnya, peran ini pernah mencapai 35 persen dari PNG.

Berbeda dengan suara optimis tersebut di atas, Komite Kebijakan Publik yang terdiri dari Adhie M Massardi, Abdulrachim Kresno, Rusmin Effendy, Octaniva Sari, Lalu Hilman Afriandi, dan Teguh Santosa dalam acara “Refleksi 2009, Prediksi 2010” yang digelar di Rumah Perubahan, Jalan Panglima Polim, Jakarta, Minggu (27/12-2009), justru memberi catatan pesimis pada pemerintahan SBY-Boediono.

Menurut mereka, tahun 2010 diperkirakan bakal berjalan suram. Pemulihan ekonomi akan berlangsung lambat, sehingga momentum perubahan untuk Indonesia yang lebih baik bakal mengalami banyak gangguan, akibat perekonomian nasional tersandera oleh dampak sosial dan politik dari skandal Bank Century.

Terlepas dari adanya beberapa pendapat yang merasa pesimis itu, tapi memperhatikan semua refleksi peristiwa yang ada, indikasi menunjukkan adanya optimisme yang bisa menjadi modal yang baik untuk melangkah di tahun 2010. Di bidang politik, pada tahun 2010 memang akan terjadi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di beberapa daerah, namun mengingat skalanya yang tidak begitu luas apalagi dengan kedewasaan berdemokrasi masyarakat yang sudah semakin tinggi, proses pilkada itu diperkirakan tidak akan mengganggu jalannya proses kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian halnya di bidang keamanan dan ketertiban. Mengingat pada tahun 2010 tidak ada hajatan nasional yang dianggap bisa memicu terganggunya ketertiban, maka ketertiban pun diprediksi akan baik dan kondusif saja. Sementara di bidang keamanan, gangguan gerakan OPM di Papua maupun RMS di Maluku memang diakui masih mungkin terjadi, namun dengan kekuatan militer yang ada dan dukungan seluruh masyarakat, gerakan tersebut diyakini tidak akan memecah NKRI dan tidak sampai mengganggu jalannya kehidupan bernegara.

Sementara di bidang hukum, jika solidaritas masyarakat mengawal proses penegakan hukum di negeri ini seperti terjadi akhir tahun 2009 lalu, diyakini pembangunan di bidang hukum pun akan berjalan semakin baik sesuai rasa keadilan masyarakat.

Kini, 2010 sudah tiba. Optimisme hendaknya didukung oleh semua pihak. Sebab, tanpa dukungan penuh, optimisme akan berubah menjadi kekecewaan. Di samping itu, kita berharap, kiranya sepanjang 2010 ini tidak terjadi hal-hal yang di luar kendali seperti bencana alam maupun konflik sosial yang bisa menggangu jalannya pembangunan. JK,RIE (Berita Indonesia 73)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_14_75.jpg
Dipecat (dikorbankan) walau merasa bukan dia yang salah, dalam kasus kriminalisasi pimpinan KPK dan Bank Century, Komjen Pol. Drs. Susno
utama_5_20.jpg
Dalam pandangan publik, DPR masih stempel karet pemerintah. Mereka jinak, menurut dan tidak banyak mennyalurkan aspirasi rakyat.

Visi Berita

visi_43.jpg
Separatisme, keinginan untuk memisahkan diri (bercerai) dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih menjadi
visi_62.jpg
Dunia sangat terkesima dengan kemenangan Barack Obama yang terpilih menjadi presiden ke-44 AS dan akan dilantik 20

Lentera

lentera_6_73.jpg
Syaykh Al-Zaytun mengatakan, bahwa untuk memahami ajaran agama, akal budi harus diasah. Dan untuk memahami makna firman
lentera_8_61.jpg
Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang menegaskan bahwa nilai-nilai dasar negara Indonesia (Pancasila), sepenuhnya
Share/Save/Bookmark