Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Kesehatan Bahaya Mengintai Ibu Hamil

Bahaya Mengintai Ibu Hamil

E-mail Print PDF
User Rating: / 4
PoorBest 

Ibu yang sering kontak dengan binatang seperti kucing, anjing, burung, atau sering mengonsumsi daging belum matang dan sayuran mentah yang kurang bersih, berisiko tinggi terinfeksi parasit toxoplasma gondii, penyebab ToxoplasmosisToxoplamosis, Rubella, Citomegalovirus dan Herpes adalah sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai ibu hamil.

Penyakit-penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat mengakibatkan kelahiran prematur, cacat bawaan pada, bayi bahkan kematian janin dalam kandungan. Di beberapa sentra rumah sakit, tak jarang para dokter spesialis kebidanan dan kandungan menyarankan ibu menjalani tes TORCH setelah mengetahui dirinya hamil. Tes yang mengecek empat jenis penyakit berbahaya ini dapat dipakai sebagai acuan untuk tindakan pencegahan.

Ibu yang sering kontak dengan binatang seperti kucing, anjing, burung, atau sering mengonsumsi daging belum matang dan sayuran mentah yang kurang bersih, berisiko tinggi terinfeksi parasit toxoplasma gondii, penyebab Toxoplasmosis. Parasit dapat masuk ke peredaran darah ibu selama kehamilan. Jika penularan terjadi di awal kehamilan, dampaknya pada janin sangat membahayakan. Abortus spontan, cacat bawaan berat seperti kelainan retina, gangguan pendengaran, retardasi mental mengancam sang janin.

Sebaiknya ibu tidak kontak dengan binatang ataupun mengonsumsi makanan kurang matang. Dan bila terbukti mengidap, sang ibu perlu diberi pengobatan yang sesuai.

Rubella (campak Jerman), nama bagus penyakit ini tak sebagus akibat yang ditimbulkannya. Penyakit yang disebabkan oleh virus Rubella dan ditularkan melalui cairan yang keluar dari hidung atau tenggorokan ini mengakibatkan masalah serius pada janin bila sang ibu terinfeksi pada masa kehamilannya. Sindrom cacat bawaan pada janin, kelahiran prematur, kematian janin adalah akibat penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

Rubella diawali dengan demam ringan (37,2 - 38 derajat Celcius) selama 1-2 hari diikuti pembengkakan kelanjar getah bening, biasanya di bagian belakang leher atau di belakang telinga. Pada hari kedua atau ketiga, bintik-bintik (ruam) muncul di wajah dan menjalar ke arah bawah. Bintik kemerahan ini biasanya menjadi tanda pertama yang dikenali para orang tua. Bintik ini dapat terasa gatal dan terjadi hingga tiga hari. Dengan berlalunya bintik-bintik ini, kulit yang terkena kadangkala mengelupas halus. Penularan sangat berpotensi terjadi dalam periode satu minggu sesudah ruam muncul. Seseorang yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala rubella tetap dapat menularkan virus tersebut.

Tak hanya orang dewasa, balita yang mengidap rubella bawaan dapat melepaskan virus tersebut melalui urin dan cairan hidung dan tenggorokan selama satu tahun atau lebih dan dapat menularkan virus terhadap orang yang belum terimunisasi. Istirahat dan makan makanan bergizi mutlak pada penderita Rubella.Mata bayi yang terkena rubella

Vaksin MMR untuk Mumps, Measles dan Rubella diketahui dapat mencegah penyakit berbahaya ini. Pada balita diberikan kepada usia 12 - 15 bulan dan menjadi bagian dari imunisasi MMR yang telah terjadwal. Dosis kedua diberikan pada usia 4 - 6 tahun, dan tidak boleh lebih dari 11 - 12 tahun. Wanita usia subur bisa menjalani pemeriksaan serologi untuk memastikan adanya antibodi terhadap rubella. Jika berencana hamil tapi tidak memiliki antibodi, berikan imunisasi dan dapat hamil 3 bulan setelah penyuntikan. Vaksin rubella tidak boleh diberikan kepada wanita hamil, atau gangguan sistem kekebalan tubuh karena dapat menyebabkan kematian.

Penyakit berbahaya lainnya adalah Citomegalovirus (CMV), yaitu penyakit disebabkan oleh virus Cytomegalo (termasuk golongan virus keluarga Herpes) yang dapat tinggal secara laten dalam tubuh ibu hamil. Penularan dapat melalui selaput lendir tenggorokan, sperma, dan urin. Virus masuk melalui peredaran darah ibu.

Dr. Pim Gonta, SpOG dari RS Atma Jaya menjelaskan, bila ibu hamil terinfeksi maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, pekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain. Penyakit yang paling lazim disebabkan adalah retinitis yaitu kematian sel retina, bagian belakang mata yang dapat menyebabkan kebutaan bila tidak segera diobati. CMV dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menginfeksi beberapa organ sekaligus. Tanda pertama retinitis CMV adalah penglihatan seperti titik hitam bergerak (disebut ‘floater’) menunjukkan adanya radang pada retina.

Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.

Herpes Simplex tipe II yang disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II), berisiko pada ibu yang aktif berhubungan seksual dengan penderita. Gejalanya timbul bintik-bintil kecil berisi cairan tampak seperti melepuh pada vagina ibu. Penularan pada bayi melalui proses persalinan normal. Virus kontak dengan bayi saat keluar di jalan lahir. Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam di ganglion sistem syaraf otonom.

Bintik-bintik pada kulit kadangkala mengelupas halusBayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kulit, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal. Radang pada mata bahkan radang otak, erupsi/pelepuhan kulit yang luas dapat mengancam nyawa bayi (50 persen menyebabkan kematian). Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan IgM sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.

Kekambuhan herpes genital cukup sering. Ibu yang akan bersalin dan terinfeksi herpes genital harus segera diobati untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi. ‘’Di Indonesia kasus HSV II pada bayi jarang, tetapi pada orang dewasa cukup banyak,” demikian dijelaskan dr. Poris, SpKK.

Penyakit kuning atau hepatitis juga mengintai ibu hamil dengan kasus terbanyak. Hal ini dapat diketahui dengan tes skrining darah ibu. Mengingat di Indonesia, hepatitis masih menjadi endemi, pemberian vaksin pada bayi rutin diberikan pada awal kelahiran, umur 1 bulan dan usia 6 bulan. Vaksinasi bagi ibu pun dapat diberikan jika ibu belum memiliki kekebalan dalam tubuh. Tidak seperti penyakit-penyakit yang dijelaskan di atas, hepatitis tidak menyebabkan cacat bawaan, kelahiran prematur, atau abortus pada janin.

Jenis hepatitis yang banyak menyerang ibu hamil antara lain: Hepatitis A, B dan C. Kasus teringan bila sang ibu terjangkit hepatitis A, yang menular melalui makanan yang terkontaminasi virus hepatitis. Gejala seperti demam, mual dan muntah (memperparah ibu hamil dengan morning sickness di awal kehamilan), dan kulit menjadi berwarna kekuningan. Ibu hamil dengan hepatitis A dianjurkan banyak beristirahat dan makan makanan bergizi, bila perlu mendapat terapi suportif. Umumnya dalam 2 bulan kesehatan ibu sudah pulih.

Agak berbeda kasusnya, bila ibu hamil terinfeksi virus hepatitis B. Virus yang ditularkan melalui darah dan produknya, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi, dan hubungan seksual ini terbagi dalam 2 jenis hepatitis B yang berat atau hepatitis B tanpa gejala. Pada hepatitis B berat, ibu dapat mengalami mual-muntah hebat, cepat lelah, mata dan kulit menjadi kekuningan, air seni berwarna seperti teh, tinja berwarna lebih gelap. Komplikasi lebih lanjut adalah sirosis hepatis yaitu hati menjadi mengecil dan keras karena jaringan hati terganti oleh jaringan parut. Dan akhirnya menyebabkan kanker hati. Untuk itu ibu hamil harus segera diberi suntikan hepatitis B immunoglobulin, demikian pula sang bayi harus segera diimunisasi demi mengurangi risiko penularan dari ibu ke anak.

Sedangkan hepatitis C yang ditularkan melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik secara bersamaan, penggunaan pisau cukur, sikat gigi, dan gunting kuku secara bersamaan, tidak menampakkan gejala secara langsung. Setelah 10-15 tahun barulah manifestasi penyakit terlihat. Biasanya ibu mengeluh selalu lelah, mual-muntah, nyeri otot dan tulang, nafsu makan hilang. Untuk mendeteksinya lakukan tes hepatitis C dan pemeriksaan fungsi hati secara teratur. DGR (BI 62)

RISALAH

  • Sebelum merencanakan kehamilan sebaiknya lakukan tes TORCH.
  • Tak hanya TORCH, bahaya Hepatitis A, B, dan C perlu diwaspadai.
  • Abortus, kelahiran prematur, cacat bawaan seperti kelainan retina menyebabkan kebutaan, gangguan pendengaran, kelainan jantung, kerusakan saraf pusat, retardasi mental adalah akibat yang dialami janin bila sang ibu terinfeksi TORCH di awal kehamilan (trimester awal).
  • Makan makanan yang matang, bersih dan bergizi penting bagi ibu selama masa kehamilan.
  • Hindari kontak dengan binatang terutama kotorannya yang sangat infeksius.
  • Periksakan kehamilan ibu kepada dokter untuk mendapat pemeriksaan dini dan pengobatan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan.
  • Istirahat yang cukup mempercepat proses pemulihan ibu yang sedang sakit.

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_2_75.jpg
Ini berita hebat. Markus dan mafia hukum itu sungguh-sungguh nyata (terbukti), rakus dan jahat. Seorang jenderal polisi (bintang tiga)
utama_1_52.jpg
Peta Jalan Bali atau Bali Road Map disetujui setelah melewati lobi-lobi intensif dan menguras banyak energi. Amerika akhirnya turut ikut

Visi Berita

visi_47.jpg
Tidak ada seorangpun manusia di dunia ini yang ingin hidup dalam kemiskinan. Namun, karena berbagai hal, di
visi_23.jpg
Bangsa ini baru saja merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke-61. Ironisnya, dalam usia senjanya, kantong-kantong

Lentera

lentera_1_39.jpg
Wawancara Syaykh Al-Zaytun dengan Tim Jurnalis EWC-ASSyaykh Al-Zaytun Drs Abdussalam Panji Gumilang, mengatakan
lentera_6_23.jpg
Dalam dunia kontemporer (kini) sudah sangat sering terjadi dunia kekerasan yang luar biasa. Karena itu, perlu dirancang
Share/Save/Bookmark